Pernah sadar gak kenapa setip kali ada sesorang yang meninggal dunia, ucapan "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan," selalu muncul dan diucapkan? Kenapa gak saat putus pacaran juga diucapkan  "Semoga mantan yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan," atau ketika teman kantor kita pergi ke tempat kerja baru, kantor lamanya beserta seisinya karyawan dan pimpinan diucapkan seperti itu juga?

Well, mungkin beberapa pendapat berikut bisa menjawab dan menyayat hati kalau dibaca dan semoga yang sedang ditinggalkan bisa kembali tersenyum ketika selesai membaca artikel ini.

 

1. It Means That You Love The Person

Saling Mencintai Itu Cuka Yang Pas Untuk Luka Karena Ditinggalkan

Saling Mencintai Itu Cuka Yang Pas Untuk Luka Karena Ditinggalkan via http://cdn2.tstatic.net

Ketika kita saling berhubungan dekat dengan orang tersebut, maka love (kasih atau cinta) akan tumbuh dan kita melihat dia dalam sudut pandang yang berbeda berbeda dengan yang lainnya, kita kan menerima dia apa adanya karena dia menerima kita apa adanya.

Ikatan atas dasar kasih inilah yang membuat kenangan-kenangan bersama orang yang kita kasihi berarti. Bahkan ketika ada kenangan buruk yang tersimpan tentang dia, kita tetap mengingat kenangan yang baik, karena pupuk hubungan kalian adalah love, not hate (or just professionalism basis). Ketika dia pergi, maka sulit bagi kita untuk berbagi kasih yang serupa kepada orang lain. Saat itulah hidup terasa pahit dan berat karena bahagia kita ada pada dia. Namun tenang, saat itulah kasih kita menjadi sempurna dan dewasa, dan you will be more mature than ever.

2. It Means That You Have Come Clean With That Person

Karena Kita Cuma Percaya Mereka

Karena Kita Cuma Percaya Mereka via http://buzz16.com

"Kenapa sih lo pergi? Kan ga ada lagi temen curhat gue?"

Pertanyaan di atas muncul ketika kita sudah saling percaya dan menceritakan rahasia-rahasia kecil kita, bahkan our dirty little secret. Kalau sudah begini, maka kalian akan saling berbagi dalam segala hal, mulai dari hobi, makanan kesukaan, bahkan common enemy (yang akan selalu menjadi biang gosip ketika bertemu). Ketika dia pergi, maka teman berbagi kita akan hilang dan kita tidak akan lagi bisa berbagi hidup dan cerita dengan orang tersebut.

3. It Means That You Are Not Alone

Karena Siapa Yang Akan Menemani Kita Ketika Dia Pergi?

Karena Siapa Yang Akan Menemani Kita Ketika Dia Pergi? via http://static.boredpanda.com

Guys, ketika kita bisa saling berbagi sehingga muncu keterbukaan dan ada kasih dalam hubungan kita, maka kitatidak akan sendiri dalam mengarungi hidup. Dalam susah dan senang, dia akan selalu ada bersama kita, memegang tanganmu, memotivasi ketika kita sedang down, bahkan bersorak kegirangan atas keberhasilan kita. Ya,Ketika dia pergi, kita akan merasa sepi dan sendiri. Tapi, itu hanya perasaan sementara, karena kita akan bangkit lagi dan lebih kuat dari sebelumnya karena dia yang bersamamu telah mengajarkan banyak hal dalam bagian terbesar hidup kita.

4. Jadi Ketika Dia Pergi...

Mulai Depresi Karena Merasa Lemah...

Mulai Depresi Karena Merasa Lemah... via https://encrypted-tbn0.gstatic.com

"Apa yang harus gue lakukan? Ke mana gue harus bercerita tentang kerasnya hidup? Bagaimana gue bisa menyelesaikan permasalahan ini tanpa dia?"

Kita mulai meragukan diri sendiri dan melupakan Yang Mahakuasa. Kita menjadi depresi, rendah diri, hilang motivasi hidup, dan merasa kalau kita seperti semut di tengah hutan yang buas dan penuh makhluk-makhluk yang lebih kuat. Kta merasa lemah karena tidak ada yang mendamoingi kita lagi...

5. Tapi, Dunia Belum Berakhir, Dan Kita Tidak Akan Berakhir Menyedihkan

Kita Akan Bahagia Kembali kok..

Kita Akan Bahagia Kembali kok.. via https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

Kita akan sadar bahwa keterpurukan kita tidak akan memperbaiki keadaan...

Kita sadar bahwa satu-satunya jalan adalah berserah kepadaNya...

Kita sadar bahwa matahari akan terbit menyinari dengan tenang setelah hujan badai...

Kita sadar bahwa kesedihan ini tidak seharusnya ditunjuk sebagai ekspresi syukjur atas peran dia dalam hidup...

Kita sadar bahwa dia juga tidak ingin kita terus terpuruk terus.

Saat itu, kita akan menjalani hari dengan hal baru, dan kekuatan baru...ya dan diri kita yang baru layaknya tunas muda yang tumbuh setelah daun-daun tua mati jatuh.