Untuk sobat-sobat muslim semua yang memiliki hobi traveling ataupun mendaki gunung, apakah sudah mengetahui bagaimana cara menjalankan ibadah yang paling utama di hidupmu ini ketika kamu menjalankan hobi?

Bagi seorang muslim, sholat adalah hal yang hukumnya wajib dilaksanakan. Di manapun berada, tak terkecuali kondisi apapun, ibadah yang memiliki hukum wajib ini tentunya akan senantiasa menghiasi semua perjalanan diri.

1. Tidak ketemu air? Ganti wudhu dengan tayamum

Tayamum bisa di mana saja via http://www.qolbunhadi.com

Ketika traveling maupun mendaki gunung, air menjadi kebutuhan utama yang digunakan tidak secara sembarangan. Maka ketika air menjadi barang ‘mahal’ lakukan tayamum untuk mengganti wudhu. Syarat media yang digunakan untuk tayamum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering, juga pasir.

Tata cara tayamum yaitu:

1. Awali tayamum niat dan dengan melafaskan bismilah.

2. Letakkan kedua telapak tangan ke atas permukaan benda atau tempat yang berdebu bersih. Tepuk kedua tangan yang telah berdebu tersebut, kemudian diusapkan ke wajah, kedua telapak tangan dengan tangan sebelah kanan mengusap tangan kiri, begitu juga sebaliknya (ada juga pendapat yang mengatakan usapkan sampai sikut).

Advertisement

3. Urutan dikerjakan sesuai dengan tertib tersebut.

Anjuran untuk bertayamum sendiri telah disampaikan melalui Alquran di surat Annisa ayat 43.

Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); usaplah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.”

2. Kendaraan yang bergerak bikin bingung tentukan kiblat? tidak masalah.

Shalat bisa di mana saja via http://abusyamil2004.wordpress.com

Jika sedang berada di dalam perjalanan dan waktu sholat telah tiba, sementara kendaraan yang kamu naiki tidak juga berhenti, yah dengan alasan agar sampai di tempat tujuan tepat waktu. Kamu tetap bisa melaksanakan sholat. Jika kendaraan memang mengarah kiblat maka sholat mudah dilakukan namun jika tidak ya tentu sholat tetap bisa dikerjakan sesuai arah kendaraan. Bagi perempuan dapat menggunakan mukena atau kain yang fungsinya sama dengan mukena. Untuk sholat di dalam kendaraan sendiri telah disampaikan melalui Alquran di surat Al Baqarah ayat 115, yaitu:

”Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS Al Baqarah 115)

3. Sholat di gunung? Luar biasa

Sampai puncak tak lupa dengan kewajiban sebagai muslim via http://ichsanmuhammad.wordpress.com

Ketika kamu melakukan pendakian gunung maka banyak kondisi yang terjadi pada diri kita. Seperti udara dingin, mengejar waktu agar sampai di tujuan tidak kemalaman, disorientasi arah dan persediaan air yang terbatas. Untuk itu Islam memberika solusi. Jika biasanya kita melakukan rukun wudhu dengan jumlah tiga kali tiap bagian tubuh maka ketika kondisi darurat yang dikatakan sebelumnya terjadi, kurangi jumlah menjadi satu kali saja. Namun jika penggunaan air karena alasan dingin dan khawatir sakit maka lakukan tayamum.

4. Jika tidak punya kompas, maka begini caranya menentukan arah kiblat

Begini caranya menentukan arah kiblat via http://indonesia360derajat.wordpress.com

Kalau di siang hari maka kita akan mudah mencari mana arah kiblat. Lalu bagaimana dengan malam hari? Berikut beberapa cara menentukan arah kiblat.

1. Jika menemukan kuburan Islam maka kamu juga bisa menentukan arah kiblat menggunakan kuburan tersebut. Kuburan akan melintang ke arah utara dan selatan dengan nisan yang bertuliskan nama berada di arah utara.

2. Gunakan rasi bintang Orion (biasa disebut dengan bintang waluku/bajak/belantik). Rasi ini paling mudah dikenali. Ciri khasnya adalah tiga buah bintang yang terang, saling berdekatan dan dalam satu garis lurus. Tiga bintang digambarkan sebagai sabuk orion. Sedangkan satu garis lurus yang menghubungkan tiga bintang itu dijadikan penunjuk arah kiblat.

3. Jika dua hal di atas tidak ada maka sholat tetap bisa dilaksanakan dengan menentukan arah yang baik menurut kamu.

5. Bolehkah sholat tetap menggunakan sepatu trekking? Ya boleh!

Mas Acen pake sepatu trekking via http://www.jalanpendaki.com

Tentu saja boleh. Melaksanakan sholat dengan tetap dalam kondis mengenakan sepatu karena sepatu tidak bisa dilepas dalam keadaan tertentu seperti udara dingin sehingga kaki tidak bisa dibiarkan telanjang tanpa sepatu. Hal ini telah disampaikan melalui hadits Riwayat Abu Daud yaitu:

“Bila sepatu atau sandal kalian terkena najis maka keset-kesetkan ke tanah dan shalatlah dengan memakai sendal itu. Karena hal itu sudah mensucikan” (HR. Abu Daud)

6. Gabungkan waktu sholat dengan cara Jamak dan Qasar

Karena shalat bisa di mana saja via http://indonesia360derajat.wordpress.com

Ini nih yang lebih memudahkan lagi. Sholat fardhu atau sholat yang wajib hukumnya dilaksanakan bisa disingkat pelaksanaannya lho. Namun dengan syarat kamu dalam keadaan safar atau dalam perjalanan yang tidak memungkinkan berhenti untuk melaksanakan sholat (di atas tadi sudah dijelaskan). Ada dua cara menyingkat wantu sholat yaitu dengan cara Jamak dan Qasar.

Cara Jamak

Cara ini adalah dengan menggabungkan dua waktu sholat. Waktu sholat yang bisa digabungkan adalah Zhuhur dengan Ashar, dan Maghrib dengan Isya. Misalnya kamu akan melaksanakan perjalanan dengan bus yang akan memakan waktu Ashar sedangkan keberangkatan setelah Zhuhur maka laksanakan sholat Zhuhur seperti biasa dan setelah selesai lanjutkan dengan sholat Ashar yang diqasar.

Cara Qasar

Cara ini adalah dengan menyingkat jumlah rakaat sholat. Sholat-sholat yang bisa diqasar adalah Zhuhur, Ashar dan Isya. Yang tadinya berjumlah 4 rakaat menjadi 2 rakaat.

Itulah sekedar ilmu yang bisa dibagikan. Karena shalat sebenarnya tidak membebankan, hanya kita yang terkadang malas melaksanakan. Apabila ada tulisan yang salah mohon maaf, karena kesempurnaan hanya milik Allah swt.