"Memaafkan berarti sudah tidak mengingat rasa sakit. Memaafkan berarti sudah melupakan kesalahan yang ada.."

Sering kudengar pepatah itu. Namun, kehadiranmu mampu mengubah pandanganku terhadap pepatah lama itu. Ah, siapa yang bilang memaafkan berarti melupakan? Sementara tak ada insan manusia yang sanggup melupakan kebahagiaan atau sakitnya luka setelah ditinggalkan...

 

1. Hadirmu Membuatku Pernah Merasa Jadi Insan Paling Bahagia Sedunia.

happiest couple

happiest couple via http://hdwallpapersrocks.com

Aku pernah merasa di mana aku menjadi insan yang paling-paling bahagia. Belum pernah aku merasa terlengkapi dengan kehadiran sosok pendamping seperti ini.

Memang, tiap-tiap manusia punya kekurangan dan kelebihan. Tapi bagiku, hadirmu yang mampu melengkapi tiap kekurangan yang aku punya. Denganmu, aku berhenti mencari. Aku menemukan semua yang kuperlukan dari pancaran dirimu.

2. Sempat Ada Angan Bahwa Engkau yang Akan Menggenapi Diriku Di Masa Depan

Salahkah diriku punya angan bahwa kelak dirimu yang akan menggenapi hatiku di masa depan? Kebahagiaan yang kita rasa bersama, membuatku yakin bahwa Tuhan sudah menghentikan pencarianku selama ini. IA sudah menyediakannya lewat kehadiranmu.

Semoga kita bisa terus bersama. Doa itu yang kerap kali kurapal dan tak pernah bosan ku ulang.

3. Hingga Waktu Mengajarkanku Tentang Memaafkan.

Hingga akhirnya kenyataan datang menghampiri kita berdua. Kebahagiaan yg kita 'kecap' bersama tak pernah kubayangkan akan menjadi bagian dari masa lalu kita berdua. Tak jarang kita sibuk saling menyalahkan, mencari kambing hitam yang patut dipersalahkan di akhir perjalanan kita.

Diri ini sibuk mengutuki nasib. Hati ini mulai meracau, bertanya pada sang Khalik: apa salahku hingga sakitnya rasa ini pantas ku dapat?

Tak bisa rasanya kuterima kenyataan yang menghampiriku. Munafik jika kubilang aku tidak terpuruk. Bohong jika aku tidak terluka. Jika memaafkan adalah melupakan, apakah mungkin? Adakah insan yang sanggup melupakan kenangan yang paling indah? Atau kenangan yang paling melukai? Semudah itukah memori terhapus?

4. Kuakui, Memaafkan Sesungguhnya Adalah Menerima.

Akhirnya aku menyadari, bahwa memaafkan sesungguhnya adalah menerima. Menerima, bahwa dia yang membuat kita kemarin merasa bahagia ternyata tidak ditakdirkan untuk kita. Menerima bahwa tiap kesalahan dan luka yang ada adalah pembelajaran agar kita bisa saling memaafkan. Tulus dan benar-benar memaafkan.

Tak ingin aku lari atau menghindarimu. Itu hanya menyembunyikan luka tapi tidak menyembuhkan. Aku menikmati detik-detik dimana aku terluka saat mengingatmu. Luka yang perlahan akhirnya sembuh saat aku ikhlas menerima kenyataan.

Kini, bertemu dirimu lagi pun, sudah tak terasa sakit. Aku sudah mampu tersenyum, dengan tulus. Kuucap syukur berkali-kali dalam hati, karena diri ini diajarkan untuk memaafkan sepenuh hati.

5. Tersenyumlah, Kuharap Kamu Pun Sudah Memaafkanku Sepenuh Hati.

Aku pun berdoa, semoga kamu juga sudah memaafkanku sepenuh hati. Tak perlu lagi kita mencari kambing hitam yang patut dipersalahkan atas semua yang sudah berakhir. Tak perlu lagi kita saling menuding.

Di setiap helaan nafasku, aku juga berdoa semoga kelak kamu mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Pendamping yang turut bisa menyempurnakanmu. Tak ada yang perlu aku sesali. Tak ada yang perlu aku tangisi lagi.

Maafku untukmu begitu tulus. Karena aku sadar, saat Tuhan mengambil, IA pasti mengembalikan dengan yang terbaik sesuai rancangan-NYA.