Rutinitas harian terkadang menjadi sangat padat untuk mahasiswa praktikan perawat. Mulai dari dinas di rumah sakit shift pagi-siang-malam, tugas asuhan keperawatan yang harus dibuat, teori yang harus dicari, presentasi jurnal, penyuluhan kesehatan. Semua jadi tumpuk menumpuk segunung. Dalam proses belajar ini sungguh banyak hal yang kita dapatkan.

Baik dari pasien, keluarga, perawat senior, dan tenaga kesehatan lainnya. Hal itu membuat kita tak bisa jauh-jauh dari team work dan komunikasi. Ditengah rutinitas harian para mahasiswa praktikan perawat pasti tidak asing dengan kata-kata di bawah ini. Mulai dari awal praktikan sampai akhir mau lulus. Rutinitas harian terkadang menjadi sangat padat untuk mahasiswa praktikan perawat.

Mulai dari dinas di rumah sakit shift pagi-siang-malam, tugas asuhan keperawatan yang harus dibuat, teori yang harus dicari, presentasi jurnal, penyuluhan kesehatan. Semua jadi tumpuk menumpuk segunung. Dalam proses belajar ini sungguh banyak hal yang kita dapatkan. Baik dari pasien, keluarga, perawat senior, dan tenaga kesehatan lainnya. Hal itu membuat kita tak bisa jauh-jauh dari team work dan komunikasi.

Ditengah rutinitas harian para mahasiswa praktikan perawat pasti tidak asing dengan kata-kata di bawah ini. Mulai dari awal praktikan sampai akhir mau lulus. 

1. Mbak/Mas Perawat, infusnya habis

Nurse caring via https://www.google.co.id

Kata-kata ini mungkin kalo dikalkulasikan ke dalam persen bisa persenannya paling besar di antara kata-kata yang paling sering didengar oleh mahasiswa praktikan perawat. Bahkan mungkin sedari pertama kita menginjakkan kaki di rumah sakit kata inilah yang pertama kita dengar dan keahlian inilah yang pertama kali kita bisa lakukan, yaitu mengganti plabot infus yang sudah habis.

Kalau ada keluarga pasien yang sudah bilang “Mbak/Mas, infusnya habis!” Buru-buru lah kita klem infusnya agar tidak ada udara yang masuk. Barulah kita cek kembali cairan apa yang dibutuhkan untuk pengganti cairan yang sudah habis. Dalam sehari, kita bisa mendengar ini berkali-kali. Pas baru aja datang jaga, sudah ada infus yang habis. Pas baru aja mau pulang, ada lagi yang infusnya habis. Pas lagi ngantuk-ngantuknya dinas malam ada juga infusnya yang habis.

2. Mbak/Mas Perawat, infusnya macet

Advertisement

Ini kata terbanyak kedua nih selain infus habis biasanya yang paling banyak adalah permasalahan mengenai infus macet. Infus macet ini banyak sekali penyebabnya. Bisa karena darah yang menjedal. Cairan terlalu pekat. Bisa juga karena terlalu sering dipakai untuk menyuntikkan obat yang pekat. Juga karena hal sepele yaitu posisi tangan/kaki yang diinfus menghambat cairan dari selang untuk mengalir.

Kalau sudah mendengar kata-kata ini pasti mahasiswa perawat langsung dengan sigap mendatangi pasien untuk mengecek dan membenahi. Supaya memastikan pasien tetap terpenuhi kebutuhan cairan dan terapi tetap berjalan dengan baik.

3. Dek tolong ambilkan obat ke farmasi ya

nursing and medication via https://www.google.co.id

Selain pasien dan keluarganya, kita juga tidak jarang untuk dimintai pertolongan oleh perawat betulan. Eh maksudnya perawat yang sudah senior. Jika pasien mendapatkan advis tambahan dari dokter untuk masuk obat ekstra dan ternyata pasien belum memiliki obat tersebut. Maka kata-kata “Dek, tolong ambilkan obat ke farmasi ya.” ini akan terdengar. Kadang sih ini bisa jadi menyenangkan.

Ya itung-itung bisa jalan-jalan keluar bangsal cuci mata setelah seharian merawat pasien. Namun ketika kaki kita sudah gempor, rasanya hanya bisa pasrah mendengar kata-kata ini. Apalagi jika sedang dinas malam harus ke farmasi sendirian melewati koridor dan lift yang sepi. Namun, sebagai mahasiswa praktikan, kita pasti tentu saja akan tetap melakukan yang terbaik. Demi proses belajar kita juga demi pasien.

4. Dek tolong anter pasien untuk rongten ya

nurse and patient via https://www.google.co.id

Ketika semua perawat senior sedang sibuk mengurusi pasien lain maka kata ini juga akan paling sering kamu dengar. Mengantar pasien untuk rongten. Berapa kali biasanya kamu antar pasien untuk rongten dalam sehari? Ketika jarak dari bangsal jaga menuju ke radiologi untuk rongten itu cukup jauh. Kemudian masih ada lagi yang harus diantar untuk pemeriksaan radiologi.

“Dek tolong anter pasien USG ya. Dek tolong ini ya.. Dek tolong itu yaa..” Dan masih banyak kata tolong yang lain lagi.

“Bang, adek lelah Bang.”

Tetapi selelah apapun, kamu sebagai mahasiswa perawat akan melakukannya. Bukan hanya demi tugas namun juga demi pasien. Demi melihat harapan kesembuhan di wajah pasien. Demi melihat wajah abang perawat yang juga lelah karena mengurus pasien. Adek siap bantu, Bang.

5. Masih mahasiswa praktikan ya? Saya mau sama perawatnya aja

Are you ners student? via https://www.google.co.id

Belajar untuk melakukan insersi alat-alat kesehatan itu menyenangkan sekali. Apalagi jika sekali langung berhasil. Lebih senang lagi kalau pasiennya ternyata tidak kesakitan. Meskipun terkadang ada pasien yang masih kurang bisa trust dengan para mahasiswa praktikan. Pada dasarnya semua perawat yang senior, ahli, dan pintar itu juga dahulunya berasal dari mahasiswa. Mereka juga belajar terlebih dahulu sampai akhirnya menjadi expert.

Lalu siapa yang akan menggantikan para senior yang pasti nantinya akan beristirahat dari karirnya sebagai perawat ini kalau bahkan kami tidak memiliki kesempatan untuk belajar. Meskipun kami mahasiswa kami juga selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Pun begitu pada akhirnya kami tetap juga akan menghargai apapun keinginan dan keputusan pasien demi kebaikan mereka.

6. Terima Kasih ya, Mbak/Mas Perawat.

Thanks for nurse via https://www.google.co.id

Kata-kata ini juga tak kalah sering muncul dari para pasien dan keluarga. Begitu pasien dinyatakan untuk diperbolehkan untuk pulang maka mereka akan dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada seluruh perawat yang telah bersedia merawat dengan baik. Menyalami satu-persatu sambil mengucap terima kasih. Bahkan tak jarang hingga membungkukkan badan demi menyatakan rasa terima kasihnya.

Sungguh sangat melegakan. Meskipun kami hanya mahasiswa perawat namun kami juga bisa memberikan kontribusi untuk perawatan yang mendukung kesembuhan pasien. Rasa penat dan lelah dengan jadwal dinas dan tugas dari dosen akan sedikit terusir ketika kata-kata ini terdengar dari para pasien dan keluarganya.Maka dari kami mahasiswa perawat, biarkanlah kami ikut merawat anda para pasien karena kami akan selalu mengusahakan yang terbaik yang kami bisa. Karena semua perawat hebat juga dahulunya memulai dengan belajar dan akan selalu belajar.