Setiap manusia yang lahir merupakan seorang pemenang yang berhasil mengalahkan ratusan juta sel sperma untuk dapat masuk ke dalam sel telur dan bertahan selama 9 bulan. Untuk bisa mengalahkan ratusan sel sperma pun tidak mudah, karena harus bertahan melawan antibody dan kondisi keasaman didalam rahim. Hingga akhirnya, setiap manusia yang lahir adalah pemenang, terhebat, dan manusia yang sukses. Buktinya kita mampu mengalahkan ratusan juta sperma dan akhirnya dilahirkan.

Sebelum lahir kedunia, Tuhan telah bertanya kepada kita, “Apakah kamu siap menghadapi segala tantangan dalam bentuk apapun didunia? mendapatkan kegagalan, diputusin pacar, bercerai, bangkrut, di bully, dll”. Jika kita menjawabnya “tidak”, pastinya kita tidak akan pernah dilahirkan.

Lalu, jika dilahirkan sebagai pemenang, kenapa masih ada kegagalan? Setidaknya, ada 5 hal yang harus kita sadari.

 

1. Tidak pernah ada pemenang yang menang tanpa kerja keras.

Pemenang lahir dari kerja keras

Pemenang lahir dari kerja keras via http://www.desktopwallpapers4.me

Ibarat seekor burung yang ditakdirkan untuk bisa terbang. apakah ketika lahir, seekor burung langsung bisa terbang?

Tidak. Mekipun burung ditakdirkan untuk bisa terbang, mereka masih harus belajar untuk bisa terbang dan mencari makanannya sendiri. Begitu juga dengan manusia, meskipun dilahirkan sebagai pemenang, kita masih harus berjuang untuk bisa menang.

2. Setiap dari kita merupakan manusia terpilih. Apapun kekurangan yang kita miliki, pasti ada keistimewaannya.

setiap manusia memiliki keistimewaannya masing-masing

setiap manusia memiliki keistimewaannya masing-masing via http://www.wall321.com

Sebagai manusia terpilih diantara ratusan juta sel sperma lainnya, tentu kita memiliki keistimewaan yang berbeda. Kita bisa lihat mereka yang memiliki ketidaksempurnaan fisik, namun mampu menghasilkan karya yang luar biasa melebihi orang normal pada umumnya.

Ada juga yang kurang sempurna dibidang akademik, tapi dia memiliki kelebihan di bidang non akademik. Sehingga kita harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang dilahirkan sia-sia atau bahkan tidak berguna. Hanya saja kita belum menemukan keistimewaan pada diri masing-masing. 

3. Meskipun pemenang, tapi masih harus melewati proses

jika sukses adalah tujuannya, maka proses adalah jalannya

jika sukses adalah tujuannya, maka proses adalah jalannya via http://www.wallpoper.com

Ibaratkan beras, sebelum menjadi beras harus mengalami proses yang panjang, mulai pembibitan hingga akhirnya menjadi padi dan kemudian menjadi beras. Setelah menjadi beraspun, untuk bisa dinikmati, harus diolah agar bisa dikonsumsi. Begitu juga dengan manusia, sebelum menjadi sukses, harus mengalami proses yang panjang hingga akhirnya berguna bagi orang banyak.

4. Berani tanggung jawab pada pilihan

berani lahir sebagai pemenang, berani mati sebagai pemenang

berani lahir sebagai pemenang, berani mati sebagai pemenang via http://phyterra.net

Kita sudah berani memilih untuk lahir sebagai pemenang, lalu bagaimana dengan mati? hanya ada 2 pilihan, mati sebagai pemenang atau sebagai pecundang. Mati sebagi pemenang berarti kita bertanggung jawab untuk memenangkan kompetisi kedua, yaitu kompetisi didunia. Mati sebagai pecundang mungkin bisa kita lihat pada mereka yang menyerah dengan kehidupan.

5. Kesuksesan itu sudah tertanam dalam diri setiap manusia

kesuksesan sudah ada dalam diri tiap manusia

kesuksesan sudah ada dalam diri tiap manusia via http://freyworks.com

Jiwa yang tangguh, kemenangan, dan kesuksesan sudah ada sejak kita berada dalam rahim ibu. Namun itu semua menanti kita untuk membangunkannya.

 

So, masih ragu dengan diri sendiri? Setiap manusia dilahirkan sebagai pemenang, karena pecundang tidak pernah dilahirkan. Kegagalan hari ini bukan berarti esok, lusa, atau selamanya gagal, Karena kegagalan itu bagian dari kesuksesan