“Cinta pada pandangan pertama” itu adalah kalimat yang sering kali ku dengar..Aku sendiri tak pernah percaya pada kalimat “Cinta pada pandangan pertama”. Tapi aku percaya pada “Tertarik pada pandangan pertama”.

Ya, aku tertarik pada pria itu ..

 

1. Aku jatuh tanpa sadar

Senyumanmu masih ku ingat

Senyumanmu masih ku ingat via https://www.facebook.com

Kau ingat saat kita pertama kali berjumpa di Pos Pendaftaran saat pendakian sehabis lebaran itu ? Saat kau dan teman-temanmu mencoba bersenda gurau denganku yang sedang sendirian disana. 

Aku tak terlalu memperhatikanmu saat itu, aku lebih sering berbicara dengan dua temanmu yang lebih aktif berbicara dibandingkan dirimu yang lebih pendiam. Kau tahu, aku dibuat penasaran hanya untuk mendengar suaramu.

Konyol? iya memang, aku baru bisa merasakan keterbukaan diriku terhadap pria lain. Karena sebelum bertemu denganmu, aku adalah robot yang melakukan kegiatan sehari harinya hanya untuk mencoba lepas dari masalalu.

Saat aku tahu kau dan teman-temanmu memasang tenda dekat dengan tempatku, ada rasa ingin terus melihatmu.

Aku : “eh, ada abang-abang bekasi .. mau ngecamp dulu bang?”

Kamu : “iya teteh cirebon, kita ngecamp dulu. Hiking besok pagi”

Tapi entah mengapa, saat bertemu denganmu. Hati ini terbuka dengan sendirinya. Entahlah, saat itu aku tak terlalu mengerti apa yang sedang kurasakan ..

2. Otak dan hati ini kacau

aku tak ingin jatuh kejurang lagi

aku tak ingin jatuh kejurang lagi via https://cmeythasari.wordpress.com

Saat rutinitas kami selesai sehabis isya aku dan kedua temanku memilih memulai pendakian malam, meninggalkanmu dan rombonganmu yang akan memulainya di pagi hari.

Rasa penasaranku sempat hilang begitu saja, mungkin aku hanya tertarik denganmu .. Mungkin perasaan ini sekedar lewat untuk menghiburku, tidak akan berlangsung lama.

Hingga esok harinya setelah turun dari puncak, pukul 15.00 sesampainya di pos 5 aku kembali bertemu denganmu, saat aku turun terlebih dahulu meninggalkan dua temanku dibelakang.

 “Teh, sebelah sini.. Ngopi dulu” katamu sambil melambaikan tanganmu kearah ku.

Aku hanya membalas lambaianmu, karena aku sama sekali tak menyadari bahwa itu kau. Dan kau tahu, hati ini terasa hangat kembali. “apa yang salah denganku?”pikirku dalam kepala.

3. Kau bodohi aku

kau goyahkan hati ini

kau goyahkan hati ini via https://www.facebook.com

Saling memberi nomor handphone atau pin bbm adalah hal yang wajar saat pendakian dengan teman-teman yang baru pertama kali berjumpa. Aku pun selalu melakukan hal itu, hanya untuk menambah teman baru atau untuk menandai beberapa foto di media sosial nanti.

Bodohnya diriku, aku justru tak melakukan itu padamu.

“yaudah bang, kita turun duluan yak. Takut kemaleman dijalan”

“yaah, kenapa gak ngecamp disini aja bareng kita teh? Ntar muncak lagi paginya”

Ketika berpisah denganmu, aku langsung turun dengan teman-temanku. Tak sempat terpikir untuk bertukar contact masing-masing. Aku sadar setelah turun lumayan jauh dari tempatmu,kembali lagi? Itu tidak mungkin, aku tak boleh egois hanya untuk kepentinganku sendiri.

Aku terkikik geli saat berfikir tentang ini, ya karena aku terlambat untuk menyadari bahwa aku tertarik denganmu.

4. Kau bangunkanku dari mimpi

kau sembuhkan lukaku

kau sembuhkan lukaku via https://www.facebook.com

Setelah sesampainya dirumah aku mencoba mencari namamu di media sosial, sudah aku coba beberapa kali memasukkan namamu namun hasilnya NIHIL. Aku tak menemukan akun yang mirip denganmu. Hingga di percobaan hari ke-7 dengan hati yang pasrah aku mencoba mencari lagi dan aku menemukanmu.

Aku bingung sendiri, perasaan senang, gugup, malu teraduk menjadi satu. Aku masih ingat pesanmu dalam chat pertama kita.

“Hey kaka'a yg ketemu di pos pendakian ya? “

“iyaaa betul kaka :D”

“ada pin bb ga atau no hp, soal'a saya jarang online”

Obrolan kita pun berlanjut, ini merupakan pertama kalinya bagiku. Kau membuatku begitu ingin mencari tahu tentang dirimu. Siapa dirimu sebenarnya? 

5. Terimakasih telah datang

Aku menyambutmu

Aku menyambutmu via https://www.facebook.com

Sifatmu yang misterius itu telah membuatku jatuh terlalu dalam, diam mu membuatku semakin penasaran..Semenjak hari kita bertukar kontak masing-masing, kau t'lah berhasil membuatku melakukan sesuatu diluar nalarku sendiri..

Gugup luar biasa kurasakan walau kita hanya bertukar pesan dalam chat itu ..Hangat rasanya walau aku hanya mendengar voice note yang kau kirimkan, Aku tak tahu apa yang kurasakan??

Aku masih takut untuk jatuh cinta lagi, tapi jikalau memang benar ..

"Terimakasih t'lah datang untukku, karena kau sudah mengembalikan senyumku yang dulu dipudarkan olehnya .."

Apa yang akan terjadi dengan hubungan kita di depan nanti, aku hanya meminta 1 hal ..

"Kenali aku terlebih dahulu, siapa aku dan bagaimana aku .. Karena aku tak ingin kau hanya menyukai kelebihanku, tapi juga segala kekuranganku yang sudah membentuk pribadiku seperti sekarang"

 

~ dari wanita yang jatuh dalam pesonamu