Masih kuingat dengan jelas bagaimana aku menahan perasaanku kepada setiap pria yang datang menyatakan cinta kepadaku. Waktu itu aku masih duduk dibangku SMA dan aku masih belum berani bermain cinta dibelakang orang tua.

Sedari dulu aku sudah berkomitmen pada diri sendiri untuk tidak berpacaran selama bersekolah. meski diam-diam aku juga ingin seperti mereka yang merasakan kisah kasih disekolah, namun buru-buru ku tepiskan keinginan itu. Akhirnya upayaku untuk melawan perasaanku untuk tidak berpacaran akhirnya berhasil hingga aku menamatkan diri dari bangku sekolah.

 

1. Memasuki perguruan tinggi, aku berkenalan denganmu

Tersipu malu

Tersipu malu via http://www.vemale.com

Suatu waktu di bulan Agustus memasuki semester tiga, semesta berkonspirasi mempertemukan aku dengan kamu. Aku dan kamu berkenalan, saling bertatap wajah dan menyebut nama masing-masing. Ada senyum yang tak biasa bertemu dalam satu tatapan, perasaan malu serta bahagia, silih berganti terpancar di raut wajahku.

Saban hari sms dari kamu memenuhi inboxku pun suara kamu yang selalu terdengar lewat telepon. Kamuu tak henti memuji dan menyanjungku. Perempuan mana yang tak akan meleleh hatinya, bila sering diberi pujian meski aku tahu itu adalah jurus yang bernama gombal sebagai cara untuk meluluhkan hati seorang perempuan dan aku pun termakan oleh rayuan romantisme dari seorang pria sepertimu.

2. Aku mengaku kalah dan aku positif jatuh cinta denganmu

Kamu yang terbaik

Kamu yang terbaik via http://ahmadjn.tumblr.com

Dari beberapa pria yang datang menyatakan cinta kepadaku dengan semua tetek bengek rayuannya, hanya kamu yang mampu membuatku mencari dan terus bertanya tentang rasa yang tak biasa kurasakan, bahagia bila ada kamu disampingku dan sesak bila tak ada kabar sehari darimu. apakah aku benar-benar telah jatuh cinta denganmu? Ya, aku positif jatuh cinta denganmu dan aku mengaku kalah melawan perasaaanku sendiri. Aku merasa kamulah yang terbaik untukku dan berhak menjadi bagian dari hidupku.

3. Demi bahagiamu, apa yang tak bisa aku lakukan

Demi bahagiamu, aku pergi

Demi bahagiamu, aku pergi via http://laahsapphire.blogspot.com

Waktu terus berlalu seiring bumi berotasi pada porosnya, tak terasa hubungan asmara kita telah memasuki 9 bulan. Perasaan bahagia, sedih, marah, kecewa bercampur menjadi satu mewarnai setiap perjalanan karpet merah cinta kita.

Suatu hari kudapati pesan dari seorang perempuan di handphonemu yang membuatku terbakar cemburu, berkali-kali kamu menjelaskan tentang status perempuan itu, namun aku tak mudah percaya begitu saja sebab naluriku sebagai seorang perempuan begitu meyakini bahwa ada hubungan istimewa antara kamu dengan dirinya.  

Rasa cemburu dan kecurigaanku memuncak kala kudengar kau ingin dijodohkan dengan perempuan pilihan orang tuamu, akupun menyadari  bahwa diriku memang tidak pantas bersanding denganmu dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita.

Bukan tak mencintaimu lagi aku meninggalkanmu, hanya saja demi memuaskan nalurimu sebagai lelaki yang menginginkan banyak perempuan disampingmu. Tak mengapa, untuk bahagiamu apa yang tidak bisa aku lakukan untukmu.

4. Kupasrahkan diri kepadaNya dan membiarkan semua berjalan apa adanya

Biarkan waktu yang menjawab

Biarkan waktu yang menjawab via http://www.tumblr.com

Kuserahkan semua jalan takdirku kepada Sang Pemilik Cinta, bila memang kau ditakdirkan untukku, kamu akan kembali denganku dengan cara yang lebih mengagumkan.

Ku biarkan kamu terbang sesuka hatimu, pergilah dan temui perempuan yang benar-benar mencintaimu dengan tulus, yang membuat dirimu hampa bila dia tak berada disisimu.

Namun bila kau lelah dalam pencarian cinta sejatimu, datanglah kepadaku dengan baik-baik. Aku disini akan tetap setia menjaga hati ini hingga Tuhan benar-benar memberiku petunjuk untuk menutup rapat-rapat hatiku untukmu.

5. Kamu adalah jawaban dari setiap doa yang tak lelah aku panjatkan

Semoga cinta kita abadi

Semoga cinta kita abadi via http://palingseru.com

Doa-doa yang selama ini kulangitkan, yang diam-diam aku pinta di saban sujudku agar aku diberi satu orang pria sebagai pasanganku kelak, terjawab sudah. Kau  adalah jawaban dari segala doa yang aku titipkan disepertiga malamku.

Pria yang aku lepaskan dari genggamanku  setahun yang lalu akhirnya kembali dengan menghalalkan cintanya kepadaku. Sungguh tak ada yang dapat ku ungkapkan selain rasa syukurku kepada-Nya telah menganugerahkan sosok pria yang berani datang melamarku menjadikan aku sebagai istrinya.

Aku sangat berbahagia sebab pria yang diam-diam masih aku cintai, sebentar lagi akan menjadi imam bagiku. Tak sabar aku menunggu hari bahagia itu, dimana semesta akan menjadi saksi pada  acara sakral kita berdua. Semoga Tuhan selalu meridhai cinta kita.