Ibu, kau yang selalu bersabar dalam membimbing dan menungguku. Dari sejak aku dikandungmu sampai aku dewasa, selalu membimbingku dengan elusan kasih dan sayangmu. Aku dalam kandunganmu, kau selalu bersabar dalam menahan beratnya bebanku. Tapi kau tak pernah merasa terbebani demi ketenanganku dalam kandunganmu. Kau rela mengorbankan nyawamu, demi mendengar tangisanku dan menimangku lagi dengan penuh kasih sayang. Ibu, aku terus tumbuh dewasa, begitu juga dengan bebaban yang kau tanggung padaku. Tapi lagi-lagi kau tak pernah mengeluhkannya padaku.

Ijinkanlah aku bertanya padamu, ibu. Aku ingin tahu, aku ingin mengenalmu lebih dalam. Agar aku tahu siapa sebenarnya dirimu. Semoga aku tak mengecewakanmu ibu atas pertanyaanku ini.

1. Ibu, mengapa kau tak pernah bilang kau terbebani saat mengurusku?

Aku tahu ibu. Seandainya aku yang merasakan beban itu, aku tidak akan pernah mampu menahan beban yang kau rasakan. Andaikan saja itu aku, akan aku katakan.

Aku lelah mengurusmu.

Ibu, aku sadar. Aku tak punya kekuatan seperti yang kau punya ibu. Aku tak akan mampu menahan beban yang kau tahan ibu. Izinkan aku bertanya, "Ibu, mengapa kau tak pernah bilang kau terbebani saat mengurusku?"

2. Rahasia cinta seperti apa yang kau punya, Bu?

Puisi Ibu – Cinta Ibu via http://tolibintolibin.blogspot.co.id

Advertisement

Aku tidak tahu, Bu. Setiap aku marah, aku melawanmu, aku tidak patuh padamu. Tapi kau selalu bilang

Maafkan ibu, nak.

 Seharusnya kau memarahiku! Seharusnya kau katakan padaku.

Berterima kasihlah pada ibu!

Ibu, aku beritahu padamu. Engkau berhak mengatakannya. Sejak aku dalam kandunganmu sampai aku dewasa, kaulah yang mengurusku.Tapi mungkin ibu berat mengatakannya padaku. Munghkin ibu takut menyakitiku karena besarnya cintamu padaku bu.

Ibu aku ingin katakan. Aku sayang sama ibu. Aku cinta padamu. Tapi, aku berbeda denganmu. Cinta yang kau berikan padaku rasanya beda dengan cinta yang ku berikan padamu. Ibu, izinkan aku bertanya padamu, "Cinta seperti apa yang kau punya?"

3. Izinkan aku mengetahui semegah apa kerajaan hatimu, Bu!

Kisah Inspiratif, Kebohongan Penuh Rasa Cinta Seorang Ibu via http://1001kisahteladan.com

Ibu, kau mendidikku dari kandunganku sampai aku dewasa. Kau bersabar membesarkanku. Kau bersabar dalam mengajari aku berjalan. Engkau setiap malam bangun demi melihat aku tenang. Dan kau tak akan merasa tenang jika aku terus bergumam dalam malamku. Kau selalu bilang:

Anakku yang jagoan, ayo sama ibu.

Ibu, aku ini membuatmu lelah. Membuatmu harus tidak melanjutkan tidur nyenyakmu. Ibu aku beritahukan padamu.

Engkau berhak tidur!

Namun, aku tak pernah dengar kau mengatakannya. Andaikan saja itu aku yang jadi engkau, akanku biarkan diriku tidur lelap. Tapi karena kemegahan hatimu berbeda dengan aku, semua itu tak kau lakukan. Dan aku ingin tahu; semegah apa hatimu? Sehingga aku tak pernah bisa membandingkannya.

4. Ibu, coba jawab ini. Kenapa kau tak minta balas atas jasamu?

Artikel : Merenungkan Jasa – Jasa Ibu Yang Sangat Luar Biasa via http://mahrizalteknik.blogspot.co.id

Air susu yang kau berikan, pakaian yang kau pakaikan, makan yang kau suapkan, dan tak satupun dari hal itu yang kau tagih dariku untuk mengembalikannya padamu. Padahal aku melihatmu bersusah payah untuk memenuhinya. Padahal aku melihatmu bersakit-sakitan untuk memenuhi apa yang aku butuhkan.

Saat aku akan berikan sebagian makananku padamu. Kau katakan:

Ibu masih kenyang.

Tapi aku melihatmu tidak pernah makan, Bu. Kau juga berhak untuk mengambilnya. Kau telah memberikan segalanya untuk aku. Seandainya aku di posisimu akan aku katakan:

Ini tidak cukup jika dibandingkan dengan apa yang pernah ibu berikan padamu. Bawa sini semuanya!

Ya, tapi kau tak pernah mengatakannya. Padahal kau mengorbankan segalanya untukku. Harusnya kau minta aku membalasnya. Ibu atas itu aku ingin tahu, "Kenapa kau tak meminta aku untuk membalas jasamu?"

5. Apa yang harus ku berikan padamu, Bu? Seisi dunia pun tak bisa lunasi hutangku padamu!

ISU PENDIDIKAN : Kaedah ‘buaian ke kerjaya’ tambah baik sistem pendidikan via http://abihulwa.blogspot.co.id

Jika akan membandingkan diriku denganmu tentu tidak akan pernah bisa sebanding. Apalagi untuk melebihinya? Tentu tak 'kan pernah bisa, Ibu. Aku ingin membahagiakanmu. Aku ingin membalas segalanya. Aku ingin seperti Engkau. Ajari aku ibu.

Ibu, sebutkan yang pernah kau berikan padaku agar aku dapat mengembalikan segala yang telah kau berikan

Tapi kau terus senyum dan aku kau suruh berpikir dan merenung. Sekian lama aku memikirkannya. Aku katakan:

Maaf aku tidak menemukannya!

Namun diri ini sadar bahwa tidak ada yang bisa aku berikan atas segalanya. Dan pasti tidak akan memenuhi segalanya. Ibu berikan aku keringanan dengan menjawab semua tanyaku.

Maafkan aku ibu. Atas segala kekuranganku. Aku sadar ibu. Kau tak pernah tergantikan dan tak bisa aku ganti segalanya. Terima kasih atas segalanya. Aku sayang, ibu