Ada hal-hal yang bisa kamu rasakan ketika berpergian sendiri. Dan buat kamu yang sudah berani ambil langkah menjadi seorang solo traveler berarti secara lahir batin udah lulus dalam peringkat jalan-jalan yang sedang marak belakangan ini. Menjadi solo traveler berarti kita berani untuk keluar dari comfort zone. Dan tentunya ini menjadi salah satu cara untuk belajar menjadi seorang yang dewasa. Kira-kira apa saja keajaiban yang dirasakan? Berikut penuturannya:

1. Bertemu dengan orang baru (kenalan) secara random.

Baru pertama ketemu sudah akrab via https://juragankoppi.wordpress.com

Yang menjadi tolak ukur berhasil atau tidaknya trip traveling kita adalah teman seperjalanan yang menyenangkan atau tidak. Kita kan traveling pengennya happy dan berkesan, kalau pergi sendirian, emang enak?

Pergi sendirian awalnya bikin mikir seribu kali, antara lain :

"Takut engga ada temennya" atau "Males aah sendirian kaya orang ilang" atau malahan "Ogah banged berasa kesepian banged" dan lain sebagainya.

Advertisement

Kalo emang kita sendirian emangnya kenapa? Gak dosa juga kan? Justru orang-orang seperti ini yang dijamin bakal pasti bisa dengan mudah melanjutkan hidup dan mudah beradaptasi dengan lingkungan macam apapun. itulah keajaiban yang ga bisa didapatkan dimanapun.

Plus bonus kita punya relasi baru bisa jadi dapet kerjaan baru, bisa malah dapet sahabat baru atau temen traveling yang asik atau malah yang jomblo pulang trip bisa punya gandengan. Hehehe

2. Menjadi orang “baru” .

Pencitraan di lingkungan baru via https://juragankoppi.wordpress.com

Salah satu quote travel yang cukup famous adalah

We travel are not to escape life but for life not to escape us – Anonymous

Kadang kita pergi traveling untuk refreshing dari kepenatan kerja, masalah yang menghantui atau sekedar ngabisin jatah cuti. Tapi kebanyakan orang memilih untuk traveling untuk "pergi" dari masalah yang menghantui. Teman dan relasi selingkungan kadang memberikan pressure tersendiri. Kadang bercandaan mereka bisa kebawa pikiran.

Contoh nih: "Masih jomblo aja bro?" atau "Gendutan deh elo, jadi jelek!". Maksudnya baik, teman adalah cermin yang paling jujur tapi kalo terus-terusan ditampar dengan pernyataan-pernyataan yang kaya gitu sesek juga kali yaa lama-lama?

Dengan traveling bertemu dengan orang baru, kita bisa memulai hidup dan membuat pertemanan baru dengan menjadi "kamu" yang baru. Memulai percakapan dengan teman trip atau room mate baru dimulai dari basa-basi kerja atau kuliah dimana, tinggal dimana, dulu sekolah dimana yang mana kadang menyambungkan silahturahmi yang lama terputus.

Misal kenal baru dalam trip dengan A yang mana si A ini adalah teman kuliahnya si B yang mana B adalah teman dekat SMA kamu yang udah hilang kontak. Ini keajaiban yang bisa didapatkan dengan menjadi solo traveler.

3. Menambah ilmu kehidupan

Belajar arti hidup dari lingkungan baru via http://www.kabarsatu.co

Dengan kita berpergian kita jadi lebih tau mengenai budaya dan adat tempat yang kita datangi, apalgi kalau lokasi tujuannya sangat eksotis dan jarang di datangi oleh turis atau wisatawan. Kita berasa beruntung bisa berkunjung ke tempat tersebut. Alih-alih malah banyak teman atau kerabat yang akan minta rekomendasi kamu untuk bisa ke tujuan tersebut.

Belajar disini bukan belajar text book seperti sekolahan, tapi lebih ke pelajaran hidup. Dengan pergi sendiri, kita bisa belajar memahami karakter teman-teman peserta trip yang lain. Sekaligus kita bisa belajar mengenai lingkungan baru tersebut.

Misal kalian abis trip ke Badui, ada beberapa tempat dari lokasi tersebut yang tidak boleh ter-dokumentasikan. Jadi kalau kalian punya kesempatan untuk melihat dengan mata kepala sendiri, sungguh berasa ini suatu keajaiban bukan?

4. Mendekatkan diri dengan alam

Alam mengajarkan kita untuk tetap bersyukur via http://tuhfatussalisah.blogspot.com

'Alam memberikan arti kehidupan yang sebenarnya'

Quote ini secara tidak langsung benar adanya bahwa alam ini mengajarkan kemandirian dan mengajarkan kehidupan dengan segala aspek kehidupannya.

Pernah gak kebayang bahwa kita tinggal di ibukota dengan segala berkecukupan fasilitas, sedangkan beberapa saudara dan teman kita yang tinggal di daerah pelosok, mau makan aja susah. Mau sekolah aja penuh perjuangan.

Alam mengajarkan kita untuk tetap rendah hati dan selalu bersyukur dengan apa yang kita punya kita miliki. Itu pelajaran yang sulit dan kalo kita bisa, berasa merasakan keajaiban tersendiri kan?

5. Berbagi adalah salah satu kebaikan yang sangat mulia, hal ini akan kamu dapatkan

Adik-adik di Sumba. via http://farafaya.tumblr.com

Contoh berbagi yang saya maksud disini adalah ketika yang kita punya barang berlebih bisa kita bagikan ke saudara kita yang tidak bisa punya. Contoh kecil nih, kita punya buku cerita, or alat mewarnai. Rada repot sih bawa-bawa ketika kita traveling, tapi melihat contoh seorang teman yang sudah menjalankannya itu rasanya istimewa banged.

Cerita nyata, seorang teman selalu bawa buku untuk bisa dibagikan ke adik-adik penduduk lokal setempat. Mereka senang banget, bisa terlihat dari pancaran mata dan wajah sumringah yang dijamin akan membuat hati kamu merasakan keajaiban tersendiri.

Walaupun kita pergi sendiri, tapi kita pulang tidak sendirian lagi. Nambah saudara, nambah keluarga baru.