Sabtu-Minggu 23-24 April 2016, tercatat dalam lembar kenangan para anggota Hipwee Community Malang sebagai moment yang tak terlupakan. Tertulis dalam catatan tersebut bahwa kami telah bersama, berkenalan, serta bersenang-senang.

Kepenatan rutinitas dan program kerja dileburkan pada deburan ombak pantai Ungapan Malang yang menjadi riuhan tawa dan kejahilan pesertanya. Lelah memang,  perjalanan melalui jalur berkelok dan keluar masuk hutan-pemukiman cukup membuat syaraf menegang karena beban-beban semacam keril, backpack dan segala perlengkapan kemah yang berjejalan di pundak dan bergelantungan di motor kami masing-masing.  Namun kejutan Pantai Ungapan membayar lunas segala beban selama di perjalanan, bahkan lebih!

Tanpa restu semesta, tak ada kata mereka seperti berikut:

1. Outbound seru!

Dimulai dengan Running Man versi HC Malang diprakarsai oleh trainer Viny. Di bawah kekuasaannya, kami berlari kesana kemari mencari pusaka kerajaan Hipwee. Kedekatan yang diukir pada Hipwee Camp 2016 ini tak luput dari peran out bond yang memberi kami misi untuk mencari harta karun dengan melalui rintangan di beberapa pos. Dari setiap pos, kami mendapat petunjuk yang salah satunya adalah ‘penantian di tepian kecewa di pertengahan bulan April’

2. Jungkir balik bersama ombak

Tak afdhol rasanya jika sudah di pantai tanpa merasakan tamparan ombak. Disini kami tertawa lepas tanpa topeng. Disini pula kami belajar saling menjaga, saling menyelamatkan, saling membully :D.

3. Lupa jaim dan atau menggali kuburan sendiri

Advertisement

Agar bisa langgeng, maka harus jujur dan saling terbuka. Putaran botol dan temaram sinar bulan pantai ungapan menjadi saksi curahan hati dan bongkaran aib anggota Hipwee. Ada pertanyaan seputar internal development, personal interest mengikuti Hipwee, bahkan catatan pribadi, semuanya terkuak! Pada akhirnya, “Maaf keceplosan dan baiklah dimaafkan” pun dilontarkan.

4. Sebuah cerita yang tak habis dituangkan pada kertas berlembar-lembar

yeeeeeeaaaaaayyyy via http://dokumentasipribadi.com

Sering kali rasa bahagia sulit diungkapkan dengan kata-kata. Bukan sebab tak mampu berkata, namun tak mudah mendapatkan padanan kata untuk menggambarkannya. Tidak juga karena berlebihan mendramatisir alias lebay, kami hanya benar-benar bahagia hingga kami kewalahan untuk berkata. Hanya kami yang ikut Hipwee Camp 2016 yang mampu merasa.

5. Rasa sesal sebab tak mampu menjadi amoeba

Tak ada orang biasa yang mampu hadir dalam dua tempat pada waktu yang sama. Kami, yang tidak dapat mengikuti Hipwee Camp 2016 adalah manusia biasa, bukan amoeba yang mampu membelah diri menjadi dua.