Suka membicarakanmu di belakang hanyalah salah satu dari sekian banyak bakat 'muka dua' yang temanmu punya.

Menyalahkan seseorang sepertinya adalah sikap negatif paling gampang yang bisa dilakukan semua orang dan tidak perlu pembelajaran dan pelatihan khusus.

Sikap negatif ini sepertinya sudah secara alami ada pada suatu sisi di diri manusia. Ada yang menggunakannya secara sewajarnya saja dan pandai mengontrol nafsu menyalahkannya, dan ada juga yang sampai ketagihan karena demi sebuah kepuasan dan sarana mempertahankan egonya.

Sangat tidak adil memang, ketika menyalahkan seseorang tanpa didasari bukti yang real dan kuat. Mungkin lebih terdengar seperti kata pepatah, lempar batu sembunyi tangan. Ya, sebuah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak bernyali. Mungkin sikap ini hanya pantas dan bisa dilakukan oleh seorang bermuka dua.

Untuk membantumu memcahkan masalah ini, berikut adalah beberapa penjelasan yang semoga saja mudah untuk kamu menegrti. Check this out!

1. Mudah sekali menyimpulkan. Belum banyak bukti, tapi sudah menjadikan permasalahanmu sebagai bahan omongan

Ketika ingin menjadikan tersangka dalam hukum yang berlaku harus ada bukti yang kuat dan minimal ada dua orang saksi yang melihat. Namun mereka para penebar kebencian hanya akan mengambil kesimpulan dari sebagian alat bukti. Sebagai permisalan sederhana, kamu bersama beberapa temanmu sedang asik ngopi bareng di sebuah cafe. Nah kemudian kamu meminta ijin untuk kembali ke parkiran motor untuk mengambil barang yang tertinggal di jok motor.

Di saat yang hampir bersamaan, satu orang temanmu juga meminta ijin untuk membeli pulsa di sebuah minimarket di sebelah cafe. Temanmu yang membeli pulsa ini kembali ke meja cafe setelah kamu selesai mengambil barang di jok motor. Pada saat pulang, salah satu motor temanmu yang lain tiba–tiba gembos.

Di kondisi seperti itulah si serigala beraksi. Ia akan melontarkan opini-opini yang memprovokasi orang-orang untuk saling menuduh. Bukannya menjadi penengah dan pemberi solusi, malahan semakin memperkeruh keadaan. Jika kalian punya teman yang sama seperti ilustrasi tersebut, hati-hati saja! Bisa jadi itulah si serigala dalam lingkaran pertemananmu.

2. Pandai sekali saat berbicara di depan banyak orang. Ini sudah watak, susah untuk dihilangkan

Advertisement

big mouth via https://pexels.com

Ciri Serigala Berbulu Domba lainnya nih. Ketika ia tertangkap bersalah tentang suatu hal, ia akan berdalih seakan tidak tahu perbuatannya. Ia akan membuat pernyataan–pernyataan yang kadang tidak berhubungan dan perlahan menggiring kita keluar topik permasalahan.

Target utamanya adalah kelengahan pada dirimu. Jika kamu sedikit saja lengah dan tidak konsisten terhadap pemikiranmu, di situlah saat yang tepat baginya. Bukan tidak mungkin dia akan berganti menyalahkanmu dengan bukti–bukti yang ia buat sendiri.

3. Tipe bermuka dua ini hanya butuh satu kedipan untuk memutar balikkan fakta. Ya gimana, memang sudah ahlinya

Penyampaian seorang penebar kebencian kepada orang lain agar mereka ikut membencimu sangat manis dan terkesan rapi. Ia hampir seperti tidak mempunyai kesan benci terhadapmu dalam menyampaikan fitnah itu kepada orang lain. Ia akan memutar balikkan fakta yang ada di lapangan dengan sedikit memodifikasi alur cerita yang orang lain tidak benar–benar tahu akan hal itu.

Setelah berhasil memikirkan alur cerita yang nantinya akan memojokkanmu, ia akan mulai menekankan fitnah itu kepada orang lain untuk mempercayainya. Bahkan, ia juga akan sedikit memasukkan dirinya ke dalam cerita agar lebih terkesan ia bukan orang luar yang sok tau dan hanya ingin menyalahkanmu.

4. Jalan pikirannya sulit ditebak. Kemarin bilang A, sekarang beda lagi

similar via https://flickr.com

Jika prinsipnya segala cara itu halal, maka ketika ia berusaha membuat kesimpulan yang dibuat–buat untuk menyalahkanmu. Entah ia akan mengkaitkan atau mennyambung-sambungkan hal yang sebenarnya tidak ada kaitannya dan tidak penting seolah menjadi bahan pembelaan yang menguatkan pernyataannya bahwa kamu bersalah.

Jurus andalannya yaitu dengan berkata 'itu sama saja dengan…'. Bahkan ia tidak segan untuk membawa-bawa orang lain yang sebenarnya orang itu tidak tahu persis mengenai masalah dirinya dengan dirimu.

5. Dalam setiap masalah, orang ini sangat mudah berakting seolah-olah dia lah yang jadi korban

Seorang penebar kebencian yang sudah terlatih dan berpengalaman akan membuat dirinya seolah sebagai korban demi mendapat rasa kasihan dari orang lain maupun kamu. Ia membuat seolah–olah ia yang merasakan bagaimana rasanya jadi kamu ketika disalahkan ataupun membuat pernyataan–pernyataan yang menguatkan. Well, kenal orang seperti ilustrasi itu?

6. Membicarakanmu di belakang seperti sudah jadi hobi. Dia tidak akan peduli, meski kamu sakit hati

Dan jurus andalan lainnya adalah dengan mengumbar aib seseorang. Ia berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan pergaulannya, namun dengan cara yang salah. Dengan menciptakan kesan "membenci" orang yang sama, si serigala akan mendapat "teman" baru.

Biasanya sih, tipe orang bermuka dua ini akan mengumbar aib orang lain demi menutupi aib dan kekurangan dirinya sendiri. Kalau kalian suka nge-gosip, berarti kalian juga berpotensi sebagai serigala berbulu domba.

Sekali lagi ini cuma opini, ya. Jangan ditelan serius dan kalau kalian punya pendapat lain, silakan komentar saja di kolom komentar! Semoga teman-temanmu tidak ada yang bermuka dua 🙂