Dibanding laki-laki, perempuan perlu segera menikah. Alasannya? Jadi untuk yang baca ini, kalau kamu perempuan pastinya kamu paling tahu kenapa ingin menyegerakan niat baik, alias prinsip lebih cepat itu lebih baik, ya tho?

Bagi yang mau ngeles kenapa gak pengen nikah muda, yang katanya "karena kamu wanita karir, modern, dan mapan so gak mungkinlah nikah cepat-cepat!"

KLISE!

Tidak ada hubungannya!

Nikah ya nikah saja, dan ini semua bergantung pada tiap orang, kan berbeda-beda pemikirannya.

Okay, back to the topic! Jadi kenapa perempuan perlu segera menikah? Alasannya?

1. Cita-cita Terpendam

Perempuan itu makhluk yang kerap gundah galau merana, lah kayak lagu dandutnya cita-citata yak? Hehe.

Jadi keinginannya adalah ya menikah, biar hati adem, damai, tenang dan tidak perlu menunggu-menunggu lagi. Ini sudah cita-citata, eh cita-cita terpendamnya setiap perempuan, apakah karena melihat kinerja mama dirumah? Hehe, bukan ya, tapi memang naluri setiap perempuan.

Maka my dearest woman, oleh karenanya, wajib banget ya keinginannya ladies ini disetarakan dengan usaha. Jika ada kemauan, punya temen yang berpengalaman sudah menikah? Tanyakan saja ya! Blak-blakan saja tidak mengapa, biar greget nikahnya makin dapat. Nah, kan bagus kalo ada usahanya!

Advertisement

Makanya, kudu sabar juga. Dan ingat jangan samaratakan kamu dengan orang lain, kebiasaan berfikir:

“Kok si dia udah nikah? Aku belum. Ya Allah”

Lantas galau itu. Oh no! Tidak boleh ya!

Semua orang sama kok jalannya, pasti sudah lama paham kan setiap orang berbeda-beda cara mendapatkan jodohnya. Yah, ntar juga ketemu kok. Makanya, kudu sabar saja ya!

2. Menjadi Baik

Setiap kita, sejauh apapun melangkah dalam kesesatan, *lah? Hehe, maksudnya adalah: Kita selalu ingin jadi baik.

Apakah dengan menikah lantas menjadi baik? Bukan begitu, sayang. Kamu hanya perlu menjadi baik, itu sifat dasarmu. Kebaikanmu akan berpengaruh baik pada orang lain disekelilingmu. Sementara kalau kamu buruk? Ya podo wae, pengaruhnya buruk juga untuk sekelilingmu.

Jadi mau menikah? Inget, Allah tahu kan bagaimana sebenarnya kamu? Yuk pantaskan diri, jadi apa adanya saja. Diluar sana, ada kok laki-laki baik yang sesuai dengan kamu yang selama ini berusaha menjadi perempuan baik-baik.

Siapa sih yang tidak ingin berjodoh kemudian membina rumah tangga dengan jalan yang baik-baik?! Baik yang bagaimana? Ya kamu tahulah konsep baik, teknis itu mah.

Hayuh atuh, semangat berbuat baik kepada orang lain!

Semoga kamu dapat lingkungan dengan orang-orang baik, dan membawa dampak positif, bermanfaat, dan semoga kamu berjodoh dengan yang baik pula.

Eh, Aamiin. (Jadi berdoa ya? Ya iyalah didoain yang terbaik!)

3. Menjaga hati

Hati-hati dengan hati. Iya, itu wajib dijaga. Karena hati itu sumber segala perbuatan, segumpal daging yang menyebabkan seluruhnya menjadi baik disebut hati, dan harus banget dijaga ekstra.

Keikhlasan itu kunci utama biar gak berpenyakit hati. Yakin deh manusia normal kayak kamu pernah jatuh cinta, atau setidaknya mengagumi seseorang. Ya kan?

Perasaan oh perasaan. Jadi gini, semakin dalam rasa kepada siapapun itu pentingnya adalah untuk dua hal yakni: “Lupakan” atau “Siap menikah”.

Hey, kalau dia ternyata bukan jodohmu? Maka “ikhlaskan” berikut “lupakan”.

Manusia harus bisa mengakui perasaannya, kalau tidak bisa berarti dia harus ikhlas melupakan. Dan mengakui itu punya konskuensi loh dalam agama kita, yaitu menikah. Jangan tidak bertanggungjawab please, remaja zaman sekarang terlalu muluk berjanji akan menikahi kemudian membingkai kemesraan sementara dalam status berpacaran. Yaelaaaaaah, capek tauk! Apalagi kalau endingnya alias kenyataannya gak jadi sama yang dipacarin. Well, yakin bakalan bisa menerima kenyataan? Termasuk kehilangan? Huwaaw, jadi walaupun bisa artinya selama ini sia-sia waktu, rugi banget ya? Sudah lepaskan hal negatif bin gak penting itu. Just being positive. How? Next..

4. Kenyamanan

“Apa artinya kenyamanan, kesejahteraan, kedamaian… Oooo..” (Lagu setelah dimodifi-keren)

Jadi pengen nyaman ngejalani hari-hari sebagai perempuan? Maka perlu disehatkan itu pikiran dan perasaan tanpa kudu mikirin hal-hal gak penting semacam perasaan, apalagi kalau sampai pacaran. Duh, bikin gelisah galau merana alias gegana saja!

Lepaskan, bebaskan, rasakan dan nikmati masa muda dengan tanpa ikatan yang tak perlu.

Toh ada Allah yang telah menjamin masa depanmu, termasuk urusan jodoh itu.

Yakini saja “untuk mendapat yang terbaik, ya harus menjadi baik" sudah ada yang baik yang telah disesuaikan Allah sesuai dengan kepribadian kita kok. Ntar kalo sudah siap menikah, baru jalani langkahnya. Sekarang selagi menanti, slow down baby.

5. Menundukan Pandangan

Bersiaplah untuk menundukkan pandangan! Ini filter terbaik untuk menjaga keimanan lho.

Siapa bilang mudah? Jelas tidak! Emang diantara kerusakan moral anak bangsa yang kita bisa lihat bertebaran disekitar kita, menjaga pandangan memang sulit, tapi tetep usaha perlu, usaha menjaga mata. Usaha ya! Meminimalisir dosa karena memang kehidupan manusia sehari-hari tak luput dari dosa.

“Katakanlah (wahai Nabi) kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.” Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka..” (An-Nur: 30-31)

Ayo, diamalkan!

Dengan mengamalkan alias melakukan hal yang disebut “menjaga pandangan” InsyaAllah jadi kebiasaan, pertama memang kudu dipaksakan. Lama-lama jadi malu sendiri, akan muncul kesadaran diri bahwa memandang sesuatu yang tidak pantas dilihat itu ada Allah yang Maha Mengetahui. Allah sudah kasih nikmat kamu bisa memandang sesuatu dengan mata toh selama ini? Mana rasa segan dari melanggar perintahnya? Rasa tahu dirinya mana? Rasa terimakasihnya mana? Ayo, jaga pandangan kita. gak usah lihat laki-laki atau perempuan yang bukan mahram, apalagi ihat sesuatu yang jelas-jelas haram kayak gambar orang gak tutup aurat, lihat ini lihat itu. Idih, Taubat!

“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak mustahil. Kedua mata itu berzina dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim)

Mulai sekarang jaga pandangan ya, zina mata itu yang pertama harus dijadiin kebiasaan dalam sabar menanti di masa muda saat ini. Rasulullah memperingati kita loh ya, dan mulai sekarang harus tanamkan dalam pikiran: “Pandangan adalah pos pengantar zina. Makanya harus dijaga.”

Come on, you are strong and always better everyday. Its time to changes yourself to be nice, to be better as muslimah!