"Will you marry me?"

Semua orang tentu ingin memiliki pasangan hidup yang disebut sebagai pasangan suami istri. Kamu, aku , dia. "All of us need a people to be with, in the rest of our time". Sama halnya denganku. Aku ingin memiliki seorang teman, bukan teman yang bisa datang dan pergi sesuka hati, bukan teman yang datang saat suka dan pergi saat duka, tapi teman seumur hidupku yang akan menemani sisa-sisa usiaku.

 

1. Entah sejak kapan aku mulai melafalkan "aku dan kamu" menjadi "kita"

ketika kulafalkan KITA

ketika kulafalkan KITA via http://web.facebook.com

"When God made you. He must be thinking about me"

Teruntuk kamu yang entah siapa, entah berada dimana, dan entah kapan kita akan bertemu. Kalau kamu membaca ini, aku berharap akan ada senyum yang terukir di bibir merah jambumu. Teruntuk kamu sosok lelaki yang kelak akan kupilih untuk menambatkan cintaku pada cintamu. Teruntuk kamu sosok lelaki yang kelak akan menjadi suamiku. Teruntuk kamu yang kelak akan menjadi ayah dari anak-anak kita berdua. Hari ini aku memilih menulis ungkapan isi hati kepadamu.

Aku tak tahu sejak kapan aku mulai melafalkan "aku dan kamu", dua pribadi dalam satu kata "kita", and there is nobody who knows God's plan, even you also me. Aku menyebut waktu ketika itu tiba sebagai takdir. Takdir yang membuat kita tak lagi dua, tapi satu.

2. Ini hal yang perlu kamu tahu tentangku sebelum kamu memilihku

ketahuilah masa laluku sebelum KITA mulai

ketahuilah masa laluku sebelum KITA mulai via http://web.facebook.com

"If you love me like you tell me, would you accept all of my weakness in pass?"

Teruntuk kamu yang kelak aku sebut suami, sebelum kita lebih jauh melangkah, sebelum kamu memutuskan membangun sebuah rumah tangga denganku, sebelum kamu memilihku menjadi ibu dari anak-anakmu. Bisakah kuminta waktumu sebentar untuk duduk dan mendengarkan keluh kesahku selama hidupku, jauh sebelum kita dipertemukan? 

Aku bukan wanita terbaik, bukan pula wanita sempurna, aku bahkan tak pantas bila dibandingkan dengan wanita-wanita cantik di luar sana yang pernah menjadi bagian dari masa lalumu.

"Kadang aku bertanya, mengapa Tuhan harus menyandingkan aku dan kamu, sosok yang berbeda untuk saling melengkapi?"

Aku tak pantas untuk bersanding dengan lelaki baik seperti kamu. Apakah Tuhan itu adil saat Tuhan memutuskan menciptakan aku dari tulang rusukmu?

Sayang, jauh sebelum Tuhan mempertemukan kita dalam sebuah waktu yang kuberi nama "takdir", aku memiliki hidupku sendiri dengan berbagai masa laluku. Tentu kau tahu bahwa sebelum ada kamu di hidupku, aku pernah memiliki cinta yang lain, mereka yang pernah mengukir masa laluku, kau tahu itu bukan?

Ya, kau tahu. Bahkan tidak hanya aku yang pernah punya kekasih di masa lalu, kamu juga pasti punya. Tapi sayang, yang ingin aku bilang padamu saat ini bukan tentu berapa jumlah mantan kita yang pernah ada di masa lalu, tetapi tentang aku yang sangat tidak kompeten menjaga diriku, untuk seorang lelaki sebaik kamu.

"Aku tak lagi utuh. Apa kamu sanggup menerima kenyataan masa laluku, sepahit apapun itu?"

Aku melukai diriku sendiri karena kesalahan terbesar yang pernah kubuat dan karena kebodohan terbesarku mencintai seorang pria. Maaf bila kamu harus mendengar ini. Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu. Aku hanya ingin menceritakan masa laluku pada seseorang yang kupilih menjadi lelaki-ku, lelaki masa depanku dan sudah pasti orang itu adalah kamu.

"Kejujuran adalah hal yang paling mendasar dalam membina sebuah hubungan"

Harus kuakui padamu secara jujur, kadang bila ingatan masa-masa kelam itu datang mencabik hatiku sampai ia tak bersisa, aku menangis tersedu-sedu setiap malam karena takut menghadapi kenyataan kalau aku sudah tak utuh. Aku bisa terjaga setiap malam karena memikirkan bagaimana kelak aku akan menghadapi kamu. Aku bahkan takut untuk tertidur, aku takut bermimpi indah tentang kamu lalu terjatuh, karena jatuh itu sakit, kau tahu itu.

"Kalau aku bisa memilih, aku memilih tidur dan tak bangun karena takut bila aku melukaimu dengan kejujuran ini"

Sejujurnya, aku tak ingin membokar keseluruhan masa laluku kepadamu. Tapi aku diajarkan kedua orang tuaku untuk jujur pada diri sendiri dan jujur kepada orang yang kita sayang. Karena itu, aku menjadi wanita yang berani membuka seluruh kenangan pahit yang terjadi padaku di masa silam demi niatku untuk memulai sebuah masa depan baru bersama kamu yang kusayangi. Aku rasa hal yang paling mendasar membangun sebuah rumah tangga adalah 'kejujuran' bukankah begitu?

Kini, saat kamu sudah tahu masa laluku, izinkan aku bertanya satu hal padamu

"Masih pantaskah aku memiliki kamu secara utuh dalam ketidak-utuhanku?"

Maaf saat kau mengetahui hal ini. Sungguh aku tak bermaksud melukaimu. Lebih baik kau tahu sekarang, sebelum kita lebih jauh melangkah. Maaf aku tak bermaksud memporak-porandakan hatimu dengan semua kenangan pahitku. Maaf karena aku tak lagi utuh saat bertemu kamu.

Aku hanya bisa berharap saat kau mengetahui tentang masa laluku ini, kamu akan tetap mencintaiku seperti saat kamu jatuh cinta pertama kali padaku.

"Aku berharap kelak masa lalu kita tidak akan pernah menjadi penghalang kita membangun masa depan kita bersama"

Masih maukah kamu membangun masa depan kita bersama setelah tahu hal pertama tentangku?

3. Aku bukanlah Barbie untuk Ken

aku bukan wanita sempurna

aku bukan wanita sempurna via http://web.facebook.com

"Tidak semua orang terlahir sempurna, begitu pula dengan diriku."

Setelah kamu tahu mengenai masa laluku, kini kubiarkan kau tahu mengenai kepribadianku dan keseharianku. Maukah kamu menyempatkan sedikit lagi waktumu untuk mendengar basa-basi ini? Here you will know about me!

Aku manja, aku cengeng, aku keras kepala, aku mudah marah, aku kurang handal mengontrol emosiku yang sering meledak-ledak seperti bom. Aku alay dan bisa jadi sangat dramatis, aku over thingking, aku gampang tersinggung, serta aku sangat gengsi. Ah, aku juga pemalu, bahkan aku suka cuek sama seseorang yang aku suka karena antara malu bercampur gengsi.

Bayangkan saat aku bertemu kamu, yang notabene-nya adalah seseorang yang kusuka, aku bisa berpura-pura cuek, dan sok jual mahal di depan kamu karena sebenarnya aku susah mengontrol debaran jantung yang membuat aku malu tapi gengsi untuk mengatakan apa yang isi hatiku rasakan padamu.

"Dont judge a book by the cover, cause isn't all."

Sayang, wanita memang begini adanya. Ia bisa mengatakan tidak menyukaimu, tapi dalam hatinya ia sangat menyukaimu. Ia bisa bersikap cuek dan tidak peduli padamu padahal ia diam-diam sering memperhatikanmu. Ya, ini yang kulakukan.

Tentang diriku yang lain, aku masih sangat kekanak-kanakan dan aku cerewet. Aku cenderung bersikap seperti ibu-ibu yang banyak mengomel kalau ada yang tak beres, it's really naturally women, isn't it?

Mengenai keseharianku, aku suka memutar sebuah lagu berulang kali. Aku hobi menulis, membaca dan menonton, aku sangat menyukai semua yang berbau Korea Selatan, ya deretan Oppa, Eonni, Dongsaeng, dan sejenisnya. Aku suka makan, dan sangat mefavoritkan ayam kentaki dan sate ayam. Ah, sepertinya semua yang berbau ayam dan sangat tak menyukai yang namanya sayur. Ketinggalan! Aku suka jus alvokad. Lalu, aku suka bermimpi karena mimpi itu indah. 

Sudah tahu burukku bukan? Masih yakin memilihku?

Tapi aku bisa meyakini beberapa hal ini padamu. Aku setia, aku jujur, aku bisa diandalkan, aku bisa dipercaya, aku bisa bertanggung jawab, aku tak pernah putus asa meraih masa depanku, aku selalu optimis meski tidak banyak yang kutunjukkan, aku pekerja keras, aku teramat menyayangi kedua orangtuaku, adikku dan keluargaku, bagiku mereka adalah prioritas pertama dalam hidupku dan kamu bisa saja jadi prioritas kedua meski kamu adalah the right one and the only one to me. Dan yang paling penting aku bisa berada dalam kondisi susah atau senang selama itu bersama kamu.

Ada lagi...

Aku tak cantik seperti wanita-wanita cantik di luar sana. Aku tak tahu bagaimana cara berdandan yang menarik dan mempesona serta anggun. Aku paling malas menggunakan high heels. Aku hanya suka memakai lipgloss, tapi akan kupakai lipstick kala aku ingin, tapi tidak selalu. Aku selalu menggunakan bedak baby meski tak pernah lepas dari yang namanya cream pelembab. Aku sering menggunakan eyeliner, maskara, dan eyebrow.

Aku tak pernah lepas dari yang namanya deodorant, handbody, parfume. Aku suka mencuci rambutku dua kali dalam seminggu atau bisa tiga kali, atau lebih tergantung mood-ku. Kebutuhan wanitaku banyak. Sayang, maaf bila aku masih wanita normal yang membutuhkan ini dan itu.

Aku hanya wanita biasa yang normal seperti wanita lain. Masih yakin memilih menjalani sisa hidupmu bersamaku?

4. Kala nanti kita sudah menikah, terimakasih, maaf, dan tetaplah mencintaiku

saat kita menikah

saat kita menikah via http://web.facebook.com

"Aku ingin memulai sebuah lembaran di sebuah buku baru dengan hanya ada kisah kita dan anak-anak kita kelak"

Teruntuk kamu yang kelak sah menjadi suamiku, teman seumur hidupku. Terimakasih telah memilihku meski aku datang padamu dengan segala kepahitan masa laluku dan keburukkan sikapku. Terimakasih telah menjadi lelaki paling sabar dalam menerimaku dan menghadapiku. Terimakasih telah menjadi pelabuhan hatiku.

Teruntuk kamu yang kelak menjadi masa depanku. Maaf untuk ketidak-utuhan dari masa laluku, maaf atas kejujuranku, maaf atas sikap burukku. Aku secara mendalam datang meminta maaf lewat pengakuan ini padamu dan tak ada berhentinya berterima kasih pada Tuhan atas kamu.

Teruntuk kamu yang kelak menjadi ayah bagi anak-anak kita, tetaplah mencintaiku sebagaimana awalnya kita jatuh cinta satu kepada yang lain. Tetaplah menjadi sosok lelaki yang kukagumi, kubanggakan dan kucintai. Tetaplah bersamaku melewati sepak terjang dunia ini dan menjadi teman seumur hidupku.

5. Teruntuk kamu, aku takkan berjanji tapi aku akan berusaha menjadi wanitamu yang pantas kau banggakan

berusaha menjadi wanita yang patut kau banggakan dan cintai seutuhnya

berusaha menjadi wanita yang patut kau banggakan dan cintai seutuhnya via http://web.facebook.com

"Aku tidak akan berjanji tapi aku akan berusaha menjadi wanita yang pantas dan layak untuk menjadi teman seumur hidupmu"

Satu hal yang paling kubenci adalah janji. Karena itu sayang aku takan berjanji tapi aku akan berusaha menjadi wanitamu. Aku akan berusaha menjadi istri yang dapat kau kagumi, kau banggakan dan kau cintai seutuhnya. Aku akan berusaha menjadi ibu yang dapat menjadi panutan oleh anak-anak kita kelak.

Jadi, tetaplah mencintaiku dan berjalan berdampingan denganku layaknya sepasang sepatu. I love you.

Dari teman seumur hidupmu.