Saat kulihat wajah ibu yang selalu tersenyum ketika kudatang dari mana pun, membuatku tak tega untuk meninggalkan ibu walau sementara. Namun percayalah, Bu! Aku akan baik-baik saja di sana. Aku akan menjaga kesehatan dan menjaga diriku, sebagaimana yang telah ibu pesankan setiap hari.

Kita memang akan dipisahkan oleh samudera dan benua. Tapi cinta ini tak akan bisa dipisahkan oleh apapun. Bahkan jarak setipis benang yang dibelah tujuh pun tak akan terlihat. Kumohon jangan khawatir, Ibu! Aku akan tetap menjadi anak gadismu, yang ibu kenal selama ini.

1. Ingin sebenarnya ku tak berjarak denganmu, Bu

Ingin bersamamu selalu via http://huffingtonpost.com

Sejak duduk di bangku sekolah menengah, aku memang sudah tak bersamamu. Ibu tahu, menjalani hari-hari tanpa Ibu sebenarnya membuatku kerap kali menangis. Maklum, aku masih remaja. Remaja-remaja seumuranku saat itu, memang tidak akan mau berpisah dengan ibunya. Mereka masih ingin berbagi cerita tentang nilai, kegiatan, atau mungkin cerita tentang seseorang yang jadi cinta pertama mereka.

Ibu, aku tidak pernah seperti itu setiap hari denganmu. Kita hanya terhubung karena sinyal yang baik dan pastinya terhubung karena kita saling mencintai. Aku yakin. Ibu sama-sama merasakan kesulitan saat jauh dariku. Jauh di lubuk hati, aku tak ingin ada jarak di antara kita. Jarak ini terkadang membunuhku. Karena motivasi dari ibulah yang membuatku bertahan.

2. Perjuangan Ibu adalah hidup dan semangatku!

Ibu adalah semangatku via http://hilltribeat.com

Advertisement

Semangat, ya Sayang! Tuhan menjaga kamu selalu.

Ya! Kalimat-kalimat yang sebenarnya terdengar sederhana itu, kujadikan semangat. Semangat yang akan membawaku meraih impian yang sejak kecil kuucapkan.

Ibu tahu? Setiap kali kulihat ibu bekerja dengan ekstra, apalagi sejak ayah meninggalkan kita, hatiku hancur. Hatiku teriris. Saat aku bersedia menemani dan menyediakan tenaga untuk membantu, ibu malah menolaknya. Ibu tidak mau aku lelah. Ibu bahkan tidak mau kulitku terbakar oleh matahari sedikit saja. Ibu tidak mau kakiku lecet karena tergores oleh rumput tajam di ladang.

Betapa istimewanya aku buatmu, Bu! Ibu bahkan tidak mau aku terluka oleh apapun dan siapapun. Namun Ibu harus tahu. Melihat perjuangan Ibu untuk kami, membuatku akan membahagiakan Ibu seperti yang Ibu lakukan dulu. Aku akan membawa ibu ke tempat-tempat indah yang belum pernah Ibu jalani.

3. Maafkan aku yang terkadang menyakiti hatimu, Bu.

Aku kerap melawanmu via http://feminiya.com

Aku masih ingat saat aku melawanmu, Bu. Aku berbohong dan kadang membentakmu jika apa yang Ibu sampaikan tidak sesuai dengan inginku. Terkadang aku juga membanting pintu jika tak diijinkan melakukan sesuatu. Aku menggerutu jika Ibu menasihati. Ibu, kumohon maafkan aku. Aku terlalu sering menyakiti hatimu, sementara Ibu selalu berusaha menjaga perasaanku. Ibu memang tidak tanggung-tanggung dalam membahagiakanku. Namun aku seringkali menyangkal apa yang sebenarnya terbaik untukku.

Ibu, percayalah! Walaupun demikian adanya, aku tidak pernah bermaksud menghancurkan hatimu dengan kata kasarku. Setelah aku sadar menyakiti perasaanmu, aku menangis karena menyesal. Namun gengsilah yang menghalangiku untuk meminta maaf. Ah, aku memang payah!

4. Kebahagiaan Ibu adalah prioritasku.

Kebahagiaan ibu segalanya via http://snipview.com

Melihat Ibu tersenyum adalah hal utama bagiku. Aku ingin menjadi bagian dari masa tuamu, Bu. Aku ingin melakukan apa yang pernah Ibu lakukan untukku. Dari mengajariku membaca, mengenal angka, memakai baju dengan rapi, berbicara dengan sopan, memasak, membersihkan rumah, hingga berdandan. Itu adalah sebagian dari ilmu yang telah Ibu berikan. Masih banyak lagi yang sebenarnya aku pun sudah lupa.

Meniru-niru suara penyanyi dangdut di rumah adalah hal yang paling kusuka. Ibu tahu kenapa? Karena dengan cara konyol itu, aku dapat melihat Ibu tertawa lepas. Membuat wajah konyol yang teramat jelek juga hal yang kusuka. Semuanya kulakukan hanya untuk mendengarmu tertawa. Membuat lelucon-lelucon saat kita berdua naik motor pun membahagiakanku. Mendapat nasihat-nasihat indah yang kini kusadari telah mengubahku dan mendapat cinta yang tulus melalui dukungan saat aku mendapat cinta palsu dari seorang pria adalah kebahagiaanku.

Kini ijinkan aku mengisi kebahagiaan-kebahagiaan kecil untukmu, Bu. Ijinkan aku tetap menjadi bagian di hari tuamu kini.

5. Terimakasih untuk cinta yang sempurna ini.

Terimakasih Ibu via http://snipview.com

Aku yakin masa kecilku adalah masa paling bahagia selama hidup. Masa kecil yang membuat pikiranku hingga kini selalu berpikir positif dan membuatku selalu percaya diri. Semua itu tercipta hanya karena Ibu dan Ayah yang sudah bahagia bersama Tuhan di surga.

Ketegasan Ibu dalam menolak permintaanku, yang menurut Ibu tidak baik, membuatku mengerti bahwa tidak semua yang menarik itu bisa menjadi hal yang positif. Motivasi Ibu waktu kita dipisahkan oleh berbagai hal, membuatku mengerti bahwa aku memang harus mandiri. Motivasi Ibu waktu aku ditinggalkan pria yang cintanya tak tulus, membuatku lebih berhati-hati dalam mencintai lawan jenis.

Ibu, aku sangat merindukanmu. Ke manapun aku pergi, bersama siapapun aku kelak, Ibu tetap menjadi bagian dari jiwaku. Tak akan ada yang bisa menggantikan Ibu.

Untukmu, yang cintanya tak pernah habis…