Sejak kehadirmu yang seakan melakoni sebuah Drama yang dibuat oleh pihak-pihak yang membenciku Hati dan jiwaku seakan terusik oleh semua yang kau lakoni.
Sempat aku berpikir bahwa ini adalah sebuah latihan yang sedang kau Tekuni untuk menjadi seorang "Pemain Film"  *Mungkin.
Walau terkadang aku juga merasa iba dengan apa yang kau terima dari lelaki-ku
Disana, ditempat dimana engkau berada dengan kuat kau membangga-banggakan dia yang kusebut lelaki ku.
namun disini dia bersamaku, berada didekatku bahkan tak pernah membahas tentangmu kepadaku.
walau kadang timbul ragu kepadanya, tapi dari semua perlakuan yang tindakan yang nyata dia lakukan kepadaku.
Ingin sekali aku katakan, Berhentilah mengusik kami karena dia tak pernah mencintaimu dengan tulus.
pengakuan kemarin hanya sebuat Drama yang mau tak mau harus dia Lakoni.

 

1. Berawal dari Ke-Tidak sukaan Beberapa pihak denganku yang Kini Menjalin kasih dengan Dia yang kusebut Lelakiku.

diamemintakuuntukjadipacarnya

diamemintakuuntukjadipacarnya via https://www.google.com

Kalau saja engkau membaca Tulisan ini, ingin sekali aku mengingatkanmu bagaimana kronologi yang terjadi ketika ia dengan berat hati mengaku sayang kepadamu.
Tapi kurasa kau takkan lupa bagaimana ekspresi dari wajah lusuh dan sangat terpaksa ketika ia mengaku Cinta, ketika ia dengan Berat hati memintamu menjadi pacarnya. Dan kurasa kau juga tau itu semua ia lakukan demi menyenangkan orang orang yang dia sayang, yang pada titik ini mereka tak menyukai keberadaanku dalam hidupnya ~
Mungkin kau tak tau bahwa malam sebelum ia memintamu menjadi pacarnya, ia sudah terlebih dahulu meminta izin dariku, walau bersamaan dengan itu airmata membasahi pipi kami berdua.
dengan berat ia memintaku untuk mengizinkan semua itu demi orang tua yang ia sayangi yang aku sendiri tak tau mengapa orangtuanya sungguh tidak menyukaiku.
aku takkan bersikap egois kepadanya, kalau saja aku mau aku takkan memberinya izin untuk melakukan itu semua namun aku tak sejahat itu, aku hanyalah orang baru dalam hidupnya.
bagaimana mungkin aku akan menghalangi seorang anak yang berniat menyenangkan hati orang tuanya ? walau tentu itu semua akan menyakiti hatinya juga.

2. Babak baru pengusikkan itu Datang

akutakutkehilangankamu

akutakutkehilangankamu via https://www.google.com

Di depan mata, aku menyaksikan semua yang kalian lakukan. Walau aku tau ada kebohongan dan rasa pilu dari binar mata lelakiku saat bersamamu, bagaimana ia merangkulmu dengan sangat terpaksa. setidaknya itu yang kubaca dari tatap matanya.
lalu dengan bangga kau memamerkan beberapa foto bersamanya..
Ahh aku cuma tersenyum seakan ingin bertanya sedang berada didunia manakah aku sekarang ?
ingin bertanya perihal Drama apa yang sedang terjadi antara aku, dia dan kau ?
kenapa Tuhan membiarkan lelucon ini terjadi kataku dalam hati, bahkan sering aku terjaga dalam malam tidurku karena pikiran ku masih saja bertanya tanya ? Mengapa ?
bertanya dari mulai mengapa orangtua dari lelaki seakan sangat tidak menyukai hadirku, hingga kepada mengapa Engkau hadir dalam kisah kasih kami berdua ?

Ohhh Neptunus bolehkan engkau angkut aku sekarang ke planetmu ?
 

3. Hingga sempat aku Ragu kepada dia Lelaki-ku

ibelieveinyou

ibelieveinyou via https://www.google.com

"Bersabalah sebentar lagi, kita ubah rasa tidak suka itu menjadi kasih sayang kepada kita berdua "
Aku tak tau sudah berapa kali ia mengatakan itu kepadaku tiap kali aku protes kepadanya tentang hubungan baru kalian berdua, bagaimana ia berkali-kali harus menangis bersamaku demi membuatku percaya.

Bimbang dan ragu sempat aku berpikir untuk memintanya untuk pergi bersamamu saja, dengan mu wanita yang diinginkan orangtuanya, dengan mu wanita yang disukai keluarganya.
namun lagi-lagi dia memintaku untuk tidak berbuat konyol, untuk tidak membahas-bahas tentangmu lagi kepadanya.
ahh. bagaimana mungkin aku bisa tak memikirkan ini semua ?
ini semua benar-benar menyita fokus pikiranku, menghilangkan nafsu makan bahkan sering aku menangis serasa ini semua lulucon yang tak lucu.

4. Namun dengan mantap dia Membuatku percaya dan yakin padanya.

withyouinlove

withyouinlove via https://www.google.com

Dan untuk kesekian kalinya dia memintaku tetap bersama dengannya, menemaninya hingga kami berdua bisa membuktikan bahwa aku adalah Wanita yang terbaik untuknya sebagaimana keyakinannya kepadaku.
Memintaku untuk tetap mempercayainya bahwa yang dihatinya hanya ada aku, kadang aku ragu untuk mempercayai ucapanya sepenuhnya namun dari semua yang dia lakukan, dari semua yang dia tunjukkan kepadaku dia memang benar-benar serius dengan ucapannya kepadaku.
Disela-sela malam ingin tidurku aku selalu berdoa kepada Tuhan untuk memberiku sabar yang ekstra, memberinya kekuatan hati dan jiwa untuk menghadapi semua cobaan yang mungkin sangat menguji hati dan jiwa kami berdua.
mungkin aku tak bisa berbuat apa-apa, tak bisa memaksanya untuk menyudahi semua drama ini atau lantas meminta orangtuanya harus menyukaiku, oh tidak !!! aku takkan akan setega itu, mengingat kesehatan orangtuanya yang juga sudah sering tidak stabil.
biarlan, biarkan semua mengalir hingga Sutradara sang Drama berteriak "Cuttt"
untuk drama aneh ini !   

5. Aku takkan memintamu menjauhinya, Kan kutunggu kau lelah sendiri.

pergilahmenjauhdarikami

pergilahmenjauhdarikami via https://www.google.com

Dan kepadamu Wanita yang semakin hari semakin sering berteriak memamerkan sosok lelakimu disemua Akun sosial mediamu, aku takkan memintamu untuk menjauh dan berjalan mundur.
namun juga tak lantas aku akan melepas genggaman tangan lelakiku kepadamu.
kurasa dari semua perlakuan cuek yang kau terima dari lelakiku sudah cukup membuktikan bahwa dia Tak menyukaimu atau sampai mencintaimu, Sungguh ini semua hanya akan membuang-buang waktumu saja.
Berharap banyak pada orang yang mungkin tak akan memberi perlakuan sebagaimana engkau memerlakukannya.

Disisi lain aku juga takkn lantas memfonismu bersalah untuk semua ini, karena ini semua tak melulu salah mu sepenuhnya. Namun kurasa aku perlu memberi tahumu tentang apa yang sebenarnya terjadi.
jika kau masih tetap bersikukuh mungkin aku akan menunggu hingga kau lelah mengusik kami, hingga kau sadar bahwa dia memang mencintaiku.
bukannya aku terlalu pede atau terlalu yakin kepadanya, namun inilah yang kupercaya dan kulihat dari semua yang telah ia katakan dan ia perbuat kepadaku selama sejauh kami menjalin hubungan.