Masa-masa untuk duduk di bangku kuliah adalah masa-masa yang sangat ditunggu-tunggu oleh para jiwa muda. Merasakan terlepas dari seragam yang sudah 12 tahun melekat di badan. Memimpikan diri membuka argumentasi tentang hal yang perlu diungkap. Menikmati kebersamaan bersama teman-teman sejawat dalam diskusi santai di taman kampus. Ah, banyak lagi tentunya hal-hal yang sudah dinanti-nanti di universitas yang didambakan. Namun, tidak secepat itu, terkadang pilihan lebih berpihak kepada keputusan lain. Atau kendala lain yang mengharuskan mengikhlaskan impian-impian itu mengambang terlebih dahulu di udara. Dunia Kerja,  ternyata lebih memikat setelah seragam putih abu-abu itu dilepas. Atau, alasan kebanyakan adalah faktor financial yang kurang mendukung. Merepotkan orang tua dengan keterbatasan yang ada terkadang adalah pilihan yang sulit. Well, kalau kamu sedang di posisi itu jangan bersedih dan bergusar. Nggak masalah kok, banting tulang dulu baru kamu tuai kemudian hasil jerih payahmu itu.

'Kerja Dulu, Baru Kuliah' adalah pilihan yang tidak akan pernah kamu sesali karena beberapa hal berikut will give you special points yang bakal kamu syukuri dengan keadaan dan kondisi yang sudah berjalan.

1. Pengalaman di dunia kerja saat umur masih muda adalah pengalaman berharga yang akan mencetak dirimu siap dilempar kapan dan dimana pun kamu berada.

Buktikanlah kemampuan luar biasamu itu : via Google via https://t4.ftcdn.net

Seperti diketahui, di era sekarang ini banyak perusahaan yang mencari kandidat untuk bergabung dengan persyaratan salah satunya work experience dalam bidang yang dibutuhkan. Pengalaman adalah senjata utama di dunia kerja. Nah, di sinilah poin spesialmu jika gelar sarjana itu sudah kamu sandang nantinya. Tidak apa-apa bersusah dahulu mendapatkan pekerjaan. Memang tidak mudah dengan hanya bermodalkan ijazah SMA, SMK, atau setingkatnya mencari peruntungan di dunia kerja. Tapi yakinlah, dengan kemampuan dan tekat yang kamu miliki buktikanlah kemampuanmu itu sangat dibutuhkan oleh perusahaan dan sejalan beriringnya waktu pendidikan yang terhenti (sementara waktu) akan kamu lanjutkan kembali dengan mendidik diri untuk semakin baik lagi. 

2. Disaat teman-temanmu yang lain masih meminta uang jajan kepada orang tua, kamu malah menerima gaji pertamamu yang sudah siap kamu alokasikan sesuai dengan keiginanmu.

Everything you want, you ll get it by yourself via http://static1.squarespace.com

Mau beli tas baru, sepeda baru, nongkrong-nongkrong cantik dengan teman-temanmu terasa lebih lega karena itu dilakukan dengan hasil jerih payahmu sendiri. Tidak lagi sedikitpun mengeluh kepada orang tua ketika keinginanmu tidak terkabul. Sekarang semenjak bekerja di usia muda apapun yang kamu inginkan dengan sendirinya akan terwujud, tentunya dengan uang gaji yang keluar dari dompetmu. Menyenangkan bukan?

3. Jangan lupa sisihkan juga pendapatanmu untuk orang tua

Ridho orang tua adalah langkah berhasilmu via https://www.smore.com

Advertisement

Tidakkah kamu ingin melihat senyum bahagia itu terukir di bibir orang tuamu ketika gaji pertamamu diusia 18 tahun dapat mereka nikmati? Mereka akan berbahagia dan berbangga mempunyai anak sepertimu; muda, berkarya, dan bertalenta. Bahagiakanlah mereka selagi kamu mempunyai kesempatan. Semakin dini kamu membahagiakan orang tuamu, semakin mudah juga langkahmu ke depan. 

4. Saatnya untuk membahagiakan dirimu selagi masih muda dengan hasil keringatmu sendiri

Travellinglah! Appreciate dirimu sebaik mungkin via https://az616578.vo.msecnd.net

Kamu sudah berhasil rehat sejenak dari tumpukan tugas-tugas yang setiap malam menjadi santapanmu. Kamu sudah menutup buku-buku itu sementara waktu. Tidak akan ada lagi (untuk sementara waktu) tugas-tugas sekolah yang harus segera dikerjakan, rumus kimia, fisika atau X akar 2 dan semacamnya. Kini hanya tinggal fokusmu (untuk sementara waktu) pada tumpukan-tumpukan berkas di atas meja kerjamu yang musti dieksekusi segera atau mengingat janji bertemu klien hari ini. It’s okay, no problem. Jalani saja itu, nikmati. Tapi setelahnya, kamu juga wajib menikmati hasil keringatmu itu. Traveling lah! Nikmati hidup yang sudah kamu jalani. Lakukanlah sepuas dan sesukamu. Itu uangmu toh. Appreciate dirimu sendiri sebaik mungkin. Service lah dirimu dengan pelayanan terbaik. Jangan terlalu keras pada diri, manjakan juga dirimu dengan gaji yang sudah kamu terima disaat umurmu belum menginjak usia 20. Ini hidupmu, jangan pernah sesali segala sesuatu yang sudah berjalan. 

5. Misi selanjutnya adalah lanjutkan pendidikanmu!

Pendidikan tetap prioritas utama via http://commons.bcit.ca

Ingat, keputusan kerja dulu baru kuliah bukan final decision yang membuat pendidikanmu terhenti begitu saja meski ketika good position itu berpihak padamu di perusahaan tempat kamu mengabdi sekarang. Ayo bangkit, mulailah menabung! Ukir kembali masa depanmu yang sudah kamu tidurkan. Betapapun bagus karirmu di dunia kerja, alangkah lebih bagusnya jika ijazah SMA itu segera kamu ganti dengan IP yang cerah gemilang. Segera lanjutkan masa depanmu! Jangan terlena dengan kesenangan dari penghasilan yang sudah diterima. Pendidikan tetap prioritas utama. 

6. Alangkah bahagianya, lanjut kuliah dengan uang kerja keras sendiri

Kuliah dengan uang sendiri, its fantastic via http://i.huffpost.com

Hidup itu pilihan. Terkadang pilihan itu jualah yang membuat hidup. Jangan sungkan dengan nama yang belum ada gelar di belakangnya, tetap sabar, usaha, do’a, dan optimis. Iri melihat teman yang sudah sarjana sedangkan kamu belum dan malah baru memulainya, tenang, ambil sisi positifnya dan bawa iri tersebut ke dalam bentuk semangat dalam dirimu. Toh, tidak sepenuhnya kamu putus sekolah. Hanya saja menunggu waktu yang tepat untuk pasang toga itu ke kepalamu. Predikat sarjana yang didapat dari keringat sendiri itu adalah bangga yang sungguh luar biasa loh. Disaat teman-temanmu di luar sana mendapatkannya dari hasil kocek orang tua sedangkan kamu dengan sendirinya mendapatkan S itu dari hasil keringatmu sendiri. It’s incredible, isn’t it? 

7. Setelah sarjana pertarungan di dunia kerja akan mudah diatasi

Makin mantap melangkah via http://www.asisqld.com.au

Pengalaman, sudah. Gelar, juga sudah. Kini saatnya lempar atau memperbaiki CV untuk penghidupan dan pengalaman yang lebih baik. Masa depan gemilang itu, sudah ada di depanmu.  Dengan pengalaman kerja yang sudah mengasah kamu, mengatur jadwal kuliah dan kerja yang membuatmu disiplin waktu adalah bekal untuk masa depan bahagia yang kamu impikan. Perusahan ternama yang kamu dambakan itu sudah siap untuk kamu taklukan. Optimislah, CV mu sudah siap untuk bergelut di sana. Dengan pengalaman kerja yang sudah kamu miliki dan gelar sarjana yang sudah kamu peroleh dengan seiringnya waktu ketika bekerja adalah modal utama bagi kamu meilirik perusahan yang sedang mencari pekerja terbaiknya. Kembali ke poin pertama, terkadang banyak juga diluaran sana (maaf) para sarjana-sarjana yang fresh graduate masih kalah saing dikarenakan belum mempunyai pengalaman kerja sama sekali. Disitulah poin specialmu, muda, bertalenta and full of experiences. Tidak akan telat umur kok, 18 tahun mulai merambah dunia kerja, kerja satu, dua, tiga atau empat tahun kemudian lanjut kuliah sembari kerja, it’s okay for you. Cukup dengan tunjukkan kemampuan terbaik yang kamu punya, tidak akan ada kata terlambat untuk kamu yang memutuskan atau bernasib  kerja dulu baru kuliah. 

8. Now, It s your time

Now, It s your time via https://www.aboveallcatering.com

Once more… Jangan berkecil hati, merehatkan otakmu sejenak selepas dari seragam putih abu-abu. Jangan memaksakan diri, terkadang banyak faktor mengharuskanmu memutuskan hal tersebut, tapi dengan semangat dan tekat yang kuat, sesungguhnya engkau sedang dilecut untuk menjadi diri serba bisa kelak. Jika pun mau langsung lanjut kuliah setelah lulus, monggo, itu pilihan yo. Yang penting apapun pilihannya, pasti ada sisi positif dan negatifnya. Apapun pilihanmu, jalani dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh.

Pendidikan itu tidak kenal umur, tidak kenal siapapun. Baik dibangku kuliah maupun di dalam perjalanan hidup sesungguhnya ada pendidikan yang melekat di sana. Pelajari itu, tambah terus wawasanmu. Didik dirimu dan orang-orang disekitarmu dengan pendidikan yang bermanfaat untuk semua.

Bak peribahasa mengatakan, “Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat”. Jangan pernah berhenti untuk mendidik dirimu. Jangan pernah berhenti untuk mencerdaskan dirimu.  Never stop learning, never stop thinking!