Ternyata semua mimpi buruk ini adalah nyata. Semua yang aku mimpikan benar-benar terjadi. Tapi ternyata aku buta dan bodoh, sampai akhirnya aku curiga dan semua sudah terlambat. Aku tidak pernah melakukan hal buruk selama hidup, namun kenapa aku hidup dalam siksaan. Hidupku sangat sengsara beberapa hari terakhir. Aku ingin melupakan semua ini, untuk mengendalikan suasana hati saya dan tidak akan menangis lagi setiap malam. Semua ini tidak adil untukku, aku sudah tidak tahan. Itulah expresi dan ungkapan hati ketika putus cinta.

Cinta, memang bisa membuat orang bahagia dalam sekejap tapi juga bisa begitu menyiksa. Apalagi jika cinta tak berbalas, cinta putus di tengah jalan, atau ada pengkhianatan di dalam hubungan asmara. Saat seseorang mengalami patah hati dan kondisinya benar-benar sangat labil, ia bisa dengan mudah mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Miris dan tragis memang. Tapi begitulah faktanya, ada sejumlah orang yang memutuskan untuk bunuh diri karena sudah tidak tahan karena rasa sakit akibat putus cinta. Beberapa ini adalah kesalahan terbesar kamu ketika kamu putus cinta :

 

 

 

1. Bunuh Diri

Bunuh Diri, Ilustrator via http://img15.deviantart.net

Bunuh Diri merupakan salah satu tindak di luar logika bisa di bilang yang terbodoh apabila bila dilakukan, Jangan sampai hidup kamu berakhir hanya karena diputusin pacar. Masa depan kamu masih panjang, Kenapa sih bisa sampai bunuh diri? Biasanya ini terjadi karena kamu tidak kuat menerima kenyataan kalau kamu di putusin. Setelah itu, kamu akan merasa kalau hidup kamu udah gak berarti lagi, lalu memutuskan untuk bunuh diri. Padahal, putus hubungan itu hal yang biasa. Dari putus cinta kamu bisa belajar dari kesalahan dan memperbaikinya. Tidak usah berpikiran untuk mengakhiri hidup. Kalau kamu masih berpikiran melakukan hal bodoh berarti kamu bisa di bilang egois hanya mementikan diri sendiri saja. Jangan berfikir setelah bunuh diri kamu akan tenang. Banyak anggota keluarga bahkan mantan kamu sendiri bakalan mikirin kamu karena kehilangan kamu.

Jangan pernah menyia-nyiakan hidup yang Tuhan kasih untuk kamu. Pasangan hidup kamu menanti di masa depan.

2. Tidak Introspeksi Diri

Instropeksi Diri via http://www.walloza.com

Advertisement

Ini yang sering terjadi setelah putus, bahkan saya juga pernah melakukanini. Setelah putus, kamu akan menganggap mantan kamu adalah orang yang membuat hubungan kalian hancur. Kamu akan mulai menyalahkan mantan. Pertanyaannya, apa kamu yakin kalau semuanya salah mantan? Belum tentu.

Sebelum kamu menyimpulkan kalo mantan kamu salah, coba introspeksi diri sendiri dulu. Contoh : Suatu ketika kamu putus karena sikap si mantan kamu yang seperti anak kecil dan tidak ada dewasanya. Di sini kamu akan bilang bahwa mantan kamu yang bikin hubungan dengan alasan “Tidak ada kedewasaannya” Tetapi, coba di renungkan kembali sebenarnya, yang bikin kamu putus itu sikapnya yang tidak ada kedewasaannya atau kamu yang tidak bisa menerima keadaan kalau mantan kamu tidak ada kedewasaannya? Terkadang kamu harus melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain. Belum tentu sudut pandang kamu itu benar.

Menerima keadaan dan berusaha untuk memperbaiki lebih baik, jika dibandingkan dengan mengeluh tanpa usaha dan sisa-sia.

3. Menjadikan orang lain sebagai pelampiasan

Pelampiasan Anonymouse, Ilustrasi via http://img.duniaku.net

Banyak orang melampiaskan perasaan galaunya ke orang lain setelah diputusin dan korbannya adalah lawan jenis. Tindakan kayak gini bisa dibilang egois. Kamu akan merasa sedikit tenang dengan melampiaskan ke orang lain, tetapi coba, kamu fikir orang itu jika kamu berada di posisi dia, membuat seseorang bahagia lalu ketika sudah bahagia kemudian di hancurkan? Bagaaimana dengan perasaannya? Hancur dan Sakit Hati. Jangan pernah untuk melampiaskan seseorang yang tidak bersalah hanya karena ke egoisan mu. Karma itu ada.

Karma tidak pernah berjalan sendiri, ia selalu berjalan di belakangmu menunggu waktu yang tepat untuk menyadarkanmu.

4. Balas Dendam dan Benci

I wish i could hate you, it would hurt less via http://3.bp.blogspot.com

Banyak seseorang setelah putus cinta mencoba balas dendam untuk mengobati dan membayar sakit hati kamu. Salah gak sih sebenernya? Salah!, bahkan bisa dibilang tidak ada gunanya kamu balas dendam. Solusinya bagaimana? Kamu harus berpikiran dewasa. Kalau kamu dewasa, tidak akan ada yang namanya balas dendam. Jadi, seandainya kamu diputusin mantan karena kamu tau mantan kamu selingkuh, Terima saja dengan lapang dada walau itu menyakitkan. Hargai keputusannya walaupun merugikan kamu sendiri. Lebih baik kamu mencari orang lain yang benar-benar setia. Kalau sebenernya kamu tidak berhak memberi pelajaran buat mantan kamu. Masih ada yang lebih berkuasa untuk melakukannya. Hal paling simple adalah mendoakannya semoga ke depannya mantan kamu bakalan sadar kalau perbuatannya adalah salah.

Jangan pernah membencinya semakin kamu membenci rasa sayang itu semakin tumbuh!

5. Trauma dan Takut Membuka Hati Lagi

Tramu animasi, Ilustrator via http://photos.up-wallpaper.com

Tidak sedikit dari kamu yang takut pacaran lagi setelah diputusin. Biasanya, trauma pacaran terjadi karena ada kenangan pahit di saat kamu pacaran. Setelah itu, kamu tidak mau pacaran lagi karena takut hal pahit itu akan terulang lagi. Semua orang pasti pernah punya kenangan pahit sendiri-sendiri. Lantas mengapa mereka tidak trauma untuk membuka hati mereka kembali? Itu karena mereka bisa ngelawan rasa takut dari diri mereka sendiri. Sebagian besar dari kamu banyak yang berpikiran kalo move on itu berarti melupakan kenangan bersama mantan. Move on itu bukan melupakan kenangan, tetapi mengikhlaskan kenangan bersamanya. Tidak mungkin kita bisa ngelupain kenangan yang udah terukir di hati. Jadi, mulailah sekarang mencoba mengikhlaskan masa lalu dan beralih memikirkan apa yang ada di depan kamu. Kenapa? Karena ada seseorang yang baik dan pantas yang udah menunggumu di masa depan.

Dari Aku yang gagal mencintaimu..