Ayah adalah superhero pertama anak gadisnya. Terkadang kita jengkel terhadap tingkah dan sifat ayah kepada kita. Namun, sikap dan sifat itulah yang sungguh dirindukan kelak ketika ayah tiada. Berikut beberapa fakta ayah yang perlu para anak gadis ketahui, sebelum kamu menilai kekerasan sifat ayah kepadamu.

1. Dibalik kekerasannya, ayahmu memiliki maksud yang baik agar putrinya tidak manja

kamu tidak inginkan ‘ini’ melayang ? via http://es.123rf.com

Sering merasa dibentak ayah ? bagaimana perasaanmu ? marah? Sedih? Sakit hati?. Buanglah jauh-jauh pikiran itu karena seharusnya yang kamu rasakan adalah bahagia dan senang. Bahagia karena ayah masih memperhatikanmu meskipun dengan cara yang ‘sedikit’ berbeda dari ibu, dan senang karena kamu masih merasakan kasih sayang beliau. Ayah adalah sosok yang tegas di luar namun di dalam beliau hanyalah manusia biasa yang sangat mencintai anaknya. Ayah memiliki cara sendiri yang ‘bahkan ibu tidak punya’.

Ketika kamu menangis meminta ini itu, ibu akan langsung menurutinya karena tidak ingin melihat anaknya menangis. Sementara, ayah akan memarahimu dan menasehatimu dahulu untuk membeli hal-hal yang penting saja. Sebelum akhirnya beliau akan membelikanmu barang tersebut, ketika kamu ‘bahkan’ sudah lupa bahwa kamu telah memintanya. Tanpa disadari, ayah mengajarkanmu bahwa ‘sesuatu’ tidak bisa langsung didapatkan dalam sekejap.

2. Di balik ke-overprotective-annya, ayah melindungi anak gadisnya

“kamu sakiti anakku, saya yang maju dulu” kata ayah via http://www.ryot.org

Advertisement

“Pulang jam berapa? Jangan malam-malam.”

“Pulang lebih dari jam 9 malam, kamu ayah kunci.”

“Keluar sama cowok apa cewek?”

Pernah ditanya atau di sms seperti itu oleh ayah ? selamat, anda adalah gadis yang paling beruntung sejagat raya. Pasalnya, kebanyakan gadis sangat risih jika ayahnya menelpon dan menyuruhnya pulang saat mereka sedang ada di luar bersama teman ataupun pacar. Mereka berpikir jika ayahnya tidak ingin melihat anaknya bahagia dengan pasangan dan punya teman banyak. Please, mana ada ayah yang tidak ingin melihat anaknya bahagia.

Sering mendengar berita tentang perilaku menyimpang akibat salah pergaulan? Yap, itulah yang ayahmu takutkan. Apalagi anak gadis lah yang sering menjadi sasaran kejahatan daripada anak laki-laki. Seorang ayah yang memiliki anak gadis memiliki tugas dan tanggung jawab dua kali lebih berat. Mental seorang ayah yang diuji dan akan lebih tertekan lagi bila terjadi sesuatu pada anak semata wayangnya.

Sepintar-pintarnya kita bergaul, kita akan terkecoh juga oleh ajakan teman atau pacar jika tanpa peran orang tua. Jika ingin melakukan suatu hal yang menyimpang, cukup bayangkan wajah ayah yang sedang marah, akan membuatmu urung melakukan hal tersebut. Percayalah, ayah menginginkan anaknya memiliki masa depan yang cerah nan ceria dan tak ingin hal tersebut dikotori oleh kesalahan pergaulanmu, terutama untuk para anak gadis.

3. Di balik kemarahannya ketika kamu berulah, ayah diam-diam menangis dibalik bajunya

“aku gagal memberi contoh yang baik” -ayah- via http://www.dayasrioa.top

Ketika ayah dipanggil oleh pihak sekolah karena kamu ketahuan membolos, lalu ketika ayah mengetahui nilaimu turun, ayah pasti akan marah besar. Disaat seperti itulah, bumi seakan berhenti sejenak dan bahkan matahari enggan terbit. Ayah akan benar-benar marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak ingin kita dengar. Beliau terkadang tak terkendali dalam mengungkapkan amarahnya, tak jarang membuat kita menangis.

Sementara ibu yang tak kuasa melihat, akan memeluk kita dan berkata “ayah sudahlah, ini hanya kekhilafan anak kita. Nanti juga tidak akan diulangi”. Sementara ayah tidak gentar sekalipun terhadap perkataan ibu, dan tetap pada tujuannya untuk menyadarkan kita. Tidak peduli ada air mata di pelupuk, ribuan kata maaf diucapkan, ayah akan melanjutkan perkataan beliau dengan nada yang lantang.

Sesaat setelah kemarahan ayah, kita sudah berpikir aneh tentang ayah. Kita yang beranggapan bahwa ayah sudah tidak sayang, tidak mengerti kondisi anak bahkan terlalu keras terhadap kita. Ketahuilah, ayah hanya menginginkan apa yang terbaik untuk anaknya dan ayah tidak ingin anaknya menyesal di kemudian hari. Sesaat setelah kemarahannya, ayah merenung, meratap dan menangis.

Beliau berpikir bahwa beliau gagal mendidikmu menjadi anak yang baik, gagal memberikan contoh dan gagal dalam memberi nasehat. Dalam diam dan sepi, perlahan air mata hendak menetes, namun segera diusap dengan bajunya agar tidak ada yang tahu, dan beliau berharap dapat memberikan teladan yang lebih baik kepadamu.

4. Di balik kediamannya, ayah diam-diam memikirkan kebutuhan sekolahmu

“nak, kamu tak perlu tau bahwa ayah bekerja keras untuk pendidikanmu” via http://www.inddit.com

“Ayah, aku belum bayar spp bulan ini.”

“Yah, ada iuran buat pensi perpisahan kelas XII nanti”

Ketika kamu berkata kepada ayah seperti itu, dan ayah tidak merespon, itu artinya ayah berpikir dalam. Kadang kita mengartikan kalau ayah terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehinga mengacuhkan saat kita berbicara. Ketahuilah, di saat seperti itu ayah sedang bingung."hari ini masih tanggal muda, gajian masih lama. Kebutuhan rumah tangga juga belum terpenuhi. Adik juga membayar les bahasa inggris. Motor mogok, perlu diservis’".

Tidak hanya ibu yang memikirkan masalah ekonomi, ayah juga berfikir tentang bagaimana memenuhi ekonomi keluarga. Di saat ekonomi sedang sulit, percayalah bahwa ayah akan mengesampingkan semua kebutuhannya jika berhubungan dengan biaya sekolahmu. Beliau sering diam jika pembayaran sekolah tiba dan berpikir kebutuhan apa yang perlu dikesampingkan terlebih dahulu.

Terkadang beliau rela tidak makan siang di kantor, menyisihkan uang makan siangnya untuk biaya sekolahmu. Jadi, jangan berpikir kalau kamu membuat ayah sedih karena kamu meminta uang sekolah. Karena bagi beliau, pendidikan adalah hakmu dan kewajiban beliau untuk membiayainya. Beliau hanya berpikir, bagaimana cara agar anaknya memiliki pendidikan tinggi, lebih baik dari beliau dan memiliki kehidupan lebih baik. Tak jarang, ayah harus mencari hutan ke sana ke sini demi sekolahmu loh. So, do you still want to study unseriously?

5. Di balik keacuhannya ketika pacar apel, ayah diam-diam mengintip dari jendela

“ayah kenapa sih, nyebelin” batinku via http://sinopssdrama.blogspot.com

Ketika diantar pulang ke rumah oleh cowok, ayah hanya melihat dari jendela dan segera menghampirimu ketika si cowok pergi, dan bertanya dengan sinis “siapa dia?”. Kamu hanya memalingkan wajah dengan ekspresi malas dan hanya berkata “teman”. Mungkin yang paling menjengkelkan adalah ketika pacarmu apel ke rumah dan wajah acuh ayah membuat si doi takut, alhasil obrolanmu menjadi tidak asyik lagi.

Di saat itulah, ayahmu diam-diam mengintip gerak-gerik kalian dari kelambu jendela atau pintu. Ayah was-was dengan apa yang akan terjadi jika hanya kalian berdua duduk-duduk di luar rumah tanpa pengawasan orang tua. Tak jarang ayah berdehem keras ketika si doi ingin memegang tanganmu. Jurus mendehem ayah pun ampuh membuat niat si doi urung dan seketika itu kamu marah karena ayah menganggu suasana romantis yang sudah doi ciptakan.

Ayah berbuat seperti itu bukannya norak tapi ayah takut kamu terbuai rayuan si doi. Ayah tidak ingin melihat putri yang dibesarkannya susah payah terlalu jauh jatuh cinta kepada laki-laki yang belum pasti jadi suaminya kelak. Ayahlah orang pertama yang akan merasa terpukul melihatmu sedih karena putus cinta karena ayah merasa dia membiarkan puterinya dekat dengan laki-laki yang salah.

6. Di balik wajah tegarnya ketika melihat kamu menikah, ayah adalah sosok yang paling sedih sekaligus bahagia

“nak, semoga suami mu membahagiakanmu lebih dari yang ayah lakukan” via http://www.bnwpix.com

Menikah adalah hal yang didambakan oleh setiap orang karena kita akan memulai hidup baru dengan pasangan. Bagi pria, menikah adalah awal mulanya dia bertanggung jawab penuh terhadap keluarga barunya. Bagi wanita, menikah adalah awal mula dia terlepas dari pertanggungjawaban ayahnya dan suaminya lah yang menggantikan tanggung jawab tersebut.

Disaat itu ibumu bahagia dan haru melihat kamu sudah menemukan pasangan sejatimu, memelukmu sekuat-kuatnya dan menangis tersedu-sedu di pelukanmu. Sedangkan ayahmu, hanya memelukmu dan mengucapkan selamat kepadamu. Ketahuilah, ayahmu menangis terlebih dahulu sebelum melihat akad nikahmu. Beliau menyiapkan segala jiwa agar tidak menangis di depanmu.

Sudah cukup bagi beliau menangisimu di kamar mandi. Pasalnya, puteri yang selama ini beliau jaga, didik dan sayangi, sekarang sudah bukan menjadi tanggungjawabnya. Ibaratnya, beliau menyerahkan segenap jiwa dan raga puterinya kepada seorang pria yang secara utuh akan memilikinya. Ada sedikit rasa tidak rela di hati ayah, namun semua itu ditepisnya. Beliau akan melakukan apapun demi kebahagiaan putri tercintanya.

7. Di balik ketiadaan ayah di dunia, sekarang aku benar-benar merindukan sosok mu yang dulu

ayah, aku ingin menatapmu lebih lama lagi via http://variety.com

“Kita takkan tau betapa pentingnya seseorang dalam hidup kita, sebelum dia pergi meninggalkan kita.”

Setelah ayah pergi dari dunia ini, semua tampak berbeda dan berubah. Tanpa disadari, kita dulu yang berharap ayah tidak ada di rumah ketika kita membawa pacar, ayah berada di luar kota ketika kita bolos sekolah dan hp ayah rusak sehingga tidak meneror dengan sms dan panggilan. Kehilangan sosok ayah benar-benar membuat kehidupan berubah hampir 180 derajat.

Kebanyakan dari kita baru menyadari fakta-fakta yang ada di balik sikap ayah yang dingin dan acuh. Seandainya saja dari dulu kita menyadari hal ini, mungkin takkan ada rasa sesal seperti ini. So, Sayangi ayahmu dan turuti semua nasehatnya sebelum ayah benar-benar meninggalkan kita selamanya. Jangan sampai kita baru menyadari apa yang terjadi dibalik sikap ayah sebenarnya.

Untuk kita yang ayahnya sudah tiada, semoga beliau ditempatkan di surga. Dan untuk kalian yang masih ditemani oleh ayah, semoga ayah diberi kesehatan dan panjang umur.