Sejatinya kehidupan haruslah kita nikmati dengan penuh semangat. Kehidupan memberikan alasan kepada kita untuk berjuang. Dari kehidupanlah kita belajar berbagai hal dengan melihat, mendengar serta mengamati setiap tanda-tanda Tuhan. Begitupun ketika Tuhan—pada akhirnya- memaksa kita untuk tersandung beberapa kali dalam sebuah siklus bernama kehidupan.

Memang, kehidupan tidak melulu selaras dengan keinginan. Inginnya kita bahagia, nyatanya berbagai kesedihan yang kerap kali datang. Inginnya kita berhasil, nyatanya berbagai kegagalan yang seringkali menghampiri. Pada masa-masa itu seakan dunia tidak berpihak sebagaimana mestinya. Tidak jarang, kegagalan-kegagalan itu membuat kita ingin berhenti kemudian menyerah karena terlampau lelah.

Tidak jarang, Tuhan pun menempatkan kita dalam situasi sulit sehingga kita harus memilih : maju untuk bertahan namun terluka atau mundur untuk berhenti kemudian tertatih. Keduanya memiliki resiko yang harus siap kita terima, karena begitulah hidup. Kehidupan selalu menuntun kita pada berbagai macam pilihan yang beresiko. Berhasil atau gagal itu tergantung bagaimana kita menilainya.

 Oleh karena itu, ketika kamu merasa gagal berkali-kali dalam memperjuangkan sesuatu, berhentilah untuk menyerah. Ayo, bangun dan bangkit lagi !

1. Ubah mindset ! Gagal sama artinya dengan belajar.

Ubah Mindset! via https://www.google.co.id

Sejatinya, kegagalan memberikan kita kesempatan untuk belajar. Gagal berkali-kali artinya kita mendapatkan kesempatan untuk belajar berkali-kali. Ya, tidak apa-apa… Kita memang membutuhkan waktu untuk bersedih atau menangis sejenak. BERSEDIH ATAU MENANGIS SEJENAK SAJA. Setelah itu, hapus kesedihan dan air mata jangan biarkan memori kegagalan melumpuhkan kita. Saatnya bangkit kembali untuk belajar, belajar dan terus belajar, guys!

2. Analisis kegagalan kemudian perbaiki dan pelajari.

Lakukan analisis via https://www.google.co.id

Pepatah lama mengatakan, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Pepatah itu ada benarnya jika kita mau menganalisis dimana letak kegagalan kita. Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan. Tuhan membekali manusia dengan kemampuan untuk berpikir. Kebanyakan manusia justru menghiraukan kemampuan ini sehingga ia kembali gagal. Di saat inilah kita pergunakan anugerah Tuhan itu, analisis letak kegagalan kita dengan cermat.

Advertisement

“Saya sudah belajar, tapi mengapa masih gagal?”

“Saya sudah berkali-kali melamar kerja tapi selalu gagal !”

“Aku sudah belajar untuk try out tapi hasilnya selalu jelek !”

Gagal itu bukan takdir, kawan ! Jangan langsung terbenam oleh pekatnya emosi. Tuhan tidak pernah menghendaki makhluk-Nya di jalan keburukan selama makhluk-nya terus berusaha. Tidak ada keberhasilan yang tercapai dengan cara instan, setiap keberhasilan seringkali melalui proses kegagalan. Analisislah letak kegagalannya dengan cermat kemudian perbaiki dan pelajari.

3. Berhenti mengeluh ! Nikmati setiap prosesnya.

Berhenti mengeluh via https://www.google.co.id

Seringkali belajar membuat kita jenuh, lelah bahkan muak. Ya, seperti inilah belajar jika kita tidak menikmatinya. Hanya orang-orang lemah yang tidak mampu menikmati proses perihnya sebuah perjuangan.

“Kenapa belajar terus sih !”

“Aku bosan harus belajar !”

“Mungkin aku memang ditakdirkan untuk jadi manusia gagal !”

Seperti itulah proses sebuah perjuangan yang mengharuskan kita untuk terus bertahan dari arus kehidupan yang seringkali mengikis semangat diri. Tidak perlu men-judge diri kita sebagai manusia gagal. Barangkali, ada hal yang membuat kita belum maksimal dalam belajar. Jika gagal ? Belajar lagi ! Jika gagal ? Belajar, dan belajar lagi. Berhentilah mengeluh dan nikmati setiap prosesnya !

4. Bergaulah bersama orang-orang yang memiliki energi positif. Entah itu orang tua, pasangan, sahabat maupun teman-teman seperjuangan.

Bergaulah bersama orang terdekat via https://www.google.co.id

Dukungan dari orang-orang terdekat tak ubahnya kayu bakar, semakin banyak kayu yang dimasukan ke dalam api, semakin besar api itu menyala. Begitupun dengan kehadiran orangtua yang senantiasa mendukung kita dalam kondisi apapun. Kehadiran pasangan turut memberikan kita kekuatan untuk terus berjuang mencapai kesuksesan. Apalagi kekuatan persahabatan yang terjalin dengan tulus dapat mengalirkan energi positif saat kita lelah berjuang. Memiliki mereka dalam kehidupan kita akan memberikan energi positif yang mampu membuat kita bertahan dan terus berjuang menuju sukses.

5. Perihnya kegagalan, kesabaran dalam berproses, dan sambutan hangat dari orang-orang terdekat akan mengantarkan kita pada manisnya sebuah kesuksesan.

Jejak kaki yang kita tinggalkan memang tidak selalu sama. Terkadang jejaknya berjalan lurus tanpa liku, terkadang jejaknya harus memutar bak benang kusut, dan terkadang jejaknya nyaris hilang oleh buih ombak atau derasnya hujan. Bagaimanapun jalannya, seperti apapun perjuangannya, pada akhirnya akan mengantarkan kita pada manisnya kesuksesan.

Jalan yang kita tempuh mungkin penuh dengan kegagalan, jalan yang kita tempuh mungkin penuh dengan liku dan kerikil. Namun semua itu bukan alasan bagi kita untuk menyerah bahkan berhenti berjuang. Tidak perlu lah kita iri hati dengan orang-orang yang lebih sukses dari kita. Mereka telah sukses karena mereka lebih dulu bangkit dan berjuang daripada kita.

Begitupun dengan arti sebuah kesuksesan. Bisa jadi, saat ini kita telah sukses sebenarnya namun karena hawa nafsu atau ketidakpuasan kita dalam mencapai sesuatu membuat kita seolah—selalu- merasa gagal. Maka dari itu bijaklah dalam memaknai hal-hal terjadi dalam kehidupan kita, kenali diri kita secara mendalam. Tidak perlu berdusta dengan diri sendiri, karena diri kitalah yang jauh lebih mengetahui apa yang benar-benar terjadi.

Jadi, Bagaimana menurutmu? Masih mau merasa gagal?