Perjalanan begitu panjang sudah kita lewati, tawa dan tangis mewarnai setiap jejak kita. Beragam  rintangan sebelumnya mampu kita lalui. Lalu kenapa? Apa yang terjadi dengan kita sekarang? Derasnya cobaan yang menghampiri dan bertubi-tubi membuat kita sama-sama menyerah. Janji dan komitmen yang tercipta seakan  hilang dalam asa. Tak terpintas sedikitpun kita akan berakhir seperti ini.  

 

1. Aku memutuskan untuk menyerah, kau pun sama.

Maafkan aku yang menyerah

Maafkan aku yang menyerah via http://google.images.com

Seharusnya kita kuat. Kita harus lebih keras menghantam balik setiap ujian yang datang. Namun sepertinya alam mengutuk kebersamaan  kita. Bukan aku berprasangka buruk, mungkin saja ada yang mengharapkan perpisahan diantara kita. Entah siapa atau apapun itu.

Aku menyerah, dan kau  pun ikut menyerah. Aku bukan menyerah padamu atau kasih sayangmu, aku  menyerah  pada semua reruntuhan air mata yang tercipta.

Dan kau menyerah padaku, setelah semua pengorbanan yang kau lakukan sendiri. Menyerah karena aku tak bisa lagi kau ajak berjuang untuk mengarungi semua ini.

Aku tau kau tak ingin memaksa. Kau menuturi keinginanku untuk berpisah  meski hati berat untuk melepaskan.

Maafkan aku. Maafkan aku yang tak mau  lagi berjuang denganmu, aku hanya lelah dengan semua derai yang terus mendera.

2. Terkadang Aku Merindukanmu

Hanya merindumu.

Hanya merindumu. via http://google.images.com

Makllumilah, aku belum bisa sepenuhnya terlepas darimu. Hari-hari ku kini sepi tanpa hadirmu. Kau masih menghampiri setiap celah fikiranku. Kau masih mengisi relung hati terdalam. Kau masih menjadi sosok terhebat untukku.

Kau yang selalu aku banggakan. Aku sudah berusaha acuh dan tak perduli lagi padamu. Tapi aku tak mampu. Tetaplah disana, dengan seluruh perangai kepribadianmu yang kukagumi. Aku tetap disini, merindukanmu. 

3. Aku Harus Mulai Terbiasa Tanpamu.

Semoga aku mampu melewati ini

Semoga aku mampu melewati ini via http://google.images.com

Hari-hari  yang biasa ku lalui dengan adanya hadirmu kini semua berubah. Tak ada lagi rangkulan atau dekapanmu. Tak ada lagi canda dan ketenangan yang selalu kau berikan. Tak ada yang meredakan isak tangisku, tak ada lagi sikap konyolmu untuk menghiburku.

Memang sulit pada awalnya melakukan segala hal tanpamu. Aku harus mulai mandiri dalam segala hal yang biasa kulakukan denganmu. Menghapus setiap bayangmu yang hadir di setiap kegiatanku, helaan nafas begitu berat saat ku coba mengalihkanmu dari fikiranku.

Aku yakin aku mampu  melalui semua ini. Aku hanya butuh waktu, waktu yang mungkin akan sangat lama. Ini menyadarkan aku betapa ketergantungannya diriku padamu, betapa manjanya sifatku, betapa sering aku merepotkan dirimu. Setiap kesulitan yang menimpa diriku kau selalu disana, hadir dan membantuku. Sangat sulit ketika akhirnya aku harus melakukan segala hal sendiri.

Tapi aku harus mampu melewati ini semua, aku hanya membutuhkan waktu lebih. Akhirnya kini semua ku jalani sendiri, tanpamu.

4. Aku Hanya Tak Ingin Menyakitimu Lebih Dalam.

Hatiku ingin kembali

Hatiku ingin kembali via http://google.images.com

Apakah kau  pernah bertanya apakah aku ingin kembali? Apa pertanyaan itu menghantuimu? Tentu, sebenarnya aku ingin kembali ke pelukanmu. Kembali di dekap tubuhmu. Maafkan aku yang pergi meninggalkanmu.

Semua ini ku lakukan hanya tak ingin terus membuatmu sakit. Ntah sudah berapa banyak yang kau maafkan dariku. Aku tak ingin kau meradang dengan semua sikapku. Aku pergi untuk kebaikanmu, meski kepergianku membuatmu sedih dan meninggalkan luka dihatimu. Tapi percayalah, ada sesuatu dibalik semua yang kulakukan ini.

Biarlah aku membenahi semua sifat burukku dan semua perilaku tidak mengenakkan yang pernah ku lakukan padamu.                   

Maaf atas semua sikap burukku, terimakasih karena selalu memaafkan dan semakin mencintaku dengan caramu.

5. Semoga Kau Temukan Dia yang Lebih Segalanya Dariku.

Bersabarlah, ia akan datang

Bersabarlah, ia akan datang via http://google.images.com

Sudahkah kau berjumpa dengan dia? Sosok yang semoga mampu menggantikan aku. Kau pernah berkata tak ada yang mampu menggantikanku. Tapi percayalah, kau hanya butuh waktu. Waktu yang mungkin tidak sebentar, jadi bersabarlah. Karena akan datang dia yang lebih segalanya dariku. Dia yang mampu memahami sepenuhnya tentang dirimu, dia yang dapat mengusirku dari hati dan fikiranmu.

Dia yang beruntung berjumpa denganmu. Dia yang membuatku iri dengan segala kepiawaiannya. Kau pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik, seseorang yang standarnya lebih jauh daripada aku. Aku hanya tak ingin kau bersedih hati dengan apa yang sudah ku lakukan padamu.

Kau patut mendapatkannya, mendapatkan seseorang yang dapat membahagiakanmu seutuhnya. Bukan aku yang terus mengecewakan dan membuatmu murung.

Ku harap ia segera datang, menyambutmu dengan senyum manis dan tatapan tulus.