Pacaran merupakan proses dimana kamu mengenal pasanganmu lebih dalam lagi untuk mencari kecocokan menuju kehidupan berkeluarga. Tapi dalam prosesnya, apa yang terjadi bisa  jauh dari tujuan yang sebenarnya. Mungkin suatu waktu pacarmu mengajak berhubungan seks sebelum waktunya. Tak main-main, dia mungkin juga membawa-bawa kalimat "Kalau kamu benar-benar cinta..."

Mungkin kamu termasuk orang yang memilih tak melakukannya hingga hari pernikahan tiba. Tapi kamu bingung bagaimana cara kamu menolak secara halus tanpa menyakiti perasaannya. Namun sebenarnya, ada banyak cara untuk melakukannya dan tetap mempertahankan prinsip yang kamu punya.

1. Tak boleh ada paksaan. Komunikasikan dengannya apa yang kamu mau dalam sebuah hubungan

Komunikasi kunci utama via http://cdn-media.viva.id

Cara ini bisa jadi jalan pertama kamu untuk mengkomunikasikan mengenai pacaran yang sehat yang akan kalian jalani. Kalian bisa bikin kesepakatan mengenai batasan-batasan selama pacaran agar nyaman menjalaninya. Apalagi bertukar pikiran soal perilaku seksual yang aman. Jika pacarmu mengajak hubungan seks, ingatkan kesepakatan diawal-awal pacaran.

Kunci utama di sini adalah selalu adanya komunikasi di antara kalian. Ingat, dalam hubungan, tak boleh ada paksaan.

2. Untuk sementara, mungkin kamu bisa mengurangi frekuensi bermesraan dengan pacar

Kemesraan Bersama Pacar via http://blog.tokopedia.com

Advertisement

Kemesraan memang diperlukan saat berpacaran karena tanpa itu maka akan terasa hambar. Jika kemesraan hanya sebatas berpegangan tangan atau mencium kening sebagai tanda sayang nggak ada salahnya kok. Namun kalau kemesraan itu akan menjerumus ke arah “bahaya”, seperti jika yang satu memaksakan kehendaknya. Entah itu untuk mencium, menyentuh, atau lebih parahnya lagi memaksakan hubungan seks.

Masih banyak kok bentuk-bentuk kemesraan yang bisa kamu jalani bersama pacarmu. Misalnya saja membisikan kalimat-kalimat romantis, memberikan kejutan berupa hadiah dan mengajaknya makan malam dengan ditemani cahaya lilin.

3. Cobalah lebih banyak menghabiskan waktu dengan kegiatan positif. Bukankah kalian berpacaran agar satu sama lain berkembang?

Piknik Bersama via http://www.ceritamu.com

Perbanyak kegiatan-kegiatan positif bersama pasanganmu demi meminimalis ajakan untuk berhubungan seks dari si dia. Kegiatannya nggak harus dihabiskan hanya berdua saja kok, kamu bisa berkumpul bersama teman-teman terdekat kalian. Pastinya makin seru deh jika dilakukan secara bersama-sama.

Kegiatan yang bisa kalian lakukan antara lain seperti berburu kuliner bersama, traveling dan bakti sosial. Daripada melulu menghabiskan waktu berdua, nggak salahnya kok kegiatan positif itu perlu kalian coba.

4. Bertanggungjawablah karena kamu rela. Bukan sebab telah terlanjur dan terpaksa

Mencium kening tanda kasih sayang via http://aws-dist.brta.in

Sebelum mencintai pasanganmu, akan lebih baik jika kamu peduli dengan dirimu sendiri — termasuk pada tubuhmu. Tak ada yang boleh menyentuh tubuhmu tanpa izin darimu. Ini bukti kepedulianmu dan tanggung jawab mengenai apa yang melekat pada dirimu.

Di sisi lain kamu juga harus menghormati tubuh pasanganmu, jika dilakukan maka kamu akan disegani dan dihormati oleh pasanganmu. Usahakan menciptakan suasana pacaranmu seperti itu jika kalian ingin berlanjut ke arah yang lebih serius. Prinsip ini memang harus dipegang teguh dan disepakati bersama pasangan.

5. Dia tak berubah sikap dan terus memaksa? Percayalah, banyak orang lain yang lebih baik dari dia

Berani untuk menolak berhubungan seks via http://www.bbc.co.uk

Keputusanmu untuk mengakhiri bersama pacarmu harus kamu ambil jika hanya dijadikan pelampiasan hawa nafsunya. Pribadi yang seperti ini memang perlu untuk ditinggalkan karena hanya memikirkan kepuasannya — tanpa peduli pada keadaan pacarnya.

Mungkin pacarmu itu bukan jodoh yang sesungguhnya, Tuhan pastinya sudah menyiapkan seseorang yang terbaik untukmu. Sebelum menuju kesana bisa jadi kamu harus melewati sebuah peristiwa yang tidak mengenakan itu. Apapun yang terjadi kamu harus yakin terhadap keputusanmu dan selalu melibatkan Tuhan dalam mencari sang kekasih yang kelak benar-benar bisa mendewasa bersamamu.