Kamu sedang bertelpon dengan pacarmu, dia marah karena ada sesuatu yang kamu katakan dan dia  juga tidak paham leluconmu seperti aku..

 

1. Kita Selalu Berbagi Banyak Hal

kita cocok

kita cocok via http://bober.co.id

Kamu adalah tipikal laki-laki rumahan yang kalem dan sopan saat berbicara. Tubuhmu tinggi, dan rambut hitammu selalu disisir ke belakang. Kamu kerap kali memakai kaos atau hanya memakai kemeja dan bersepatu butut lengkap dengan celana jeans hitammu yang sangat akrab dengan sofa rumahku.

Kita selalu berbagi banyak hal, mulai dari film keren yang harus kita tonton di akhir pekan, atau bahkan pamer jerawat terbaru di wajah kita masing-masing.

Kita cocok satu sama lain. Bicara denganmu adalah waktu yang paling menyenangkan buatku. Kita merasa sama-sama nyaman.

Dan aku selalu suka senyum indahmu yang bisa aku nikmati dari samping sambil memperhatikanmu bercerita dengan asik. 

Tapi ada satu hal. Kamu adalah pria idaman semua wanita di kampus. Sepertinya tidak ada satupun orang yang bisa menghindari dari pesonamu. Dan hampir dua minggu sekali kamu selalu bergonta-ganti pacar, meskipun kamu tak pernah lupa untuk menceritakan kisahnya padaku.

Dan kita hanya bersahabat, karena aku hanyalah seorang kutu buku dengan kaca mata besar untuk bantu membaca novel-novel kuno kesukaanku.

2. Aku Cuma Gadis Biasa

Aku gadis yang sama sekali tidak menarik. Tapi aku tidak tahu kenapa kamu selalu menceritakan semua yang terjadi setiap harinya kepadaku.

Padahal aku cuma gadis biasa yang setiap malam selalu berada di dalam kamar. Mendengarkan musik-musik keren yang pacarmu tidak suka tapi aku sangat menggilainya, dan aku juga tahu salah satu lagu favoritmu ada dalam playlistku itu.

Tapi dia selalu meneleponmu sehabis makan malam, lalu kalian bertengkar karena kamu lupa mengucapkan selamat malam, padahal kamu hanya sedang menonton pertandingan sepak bola bersama teman-temanmu. Lalu tengah malam kamu menelpon aku, untuk menceritakan segala kesedihanmu itu.

3. Kamu Mencintainya

dia gadis yang sempurna

dia gadis yang sempurna via https://en.wikipedia.org

Tapi kamu bilang, kali ini kamu benar-benar mencintainya, meskipun kadang kamu ragu dengan perasaan itu sendiri.

Aku ingat sekali saat kamu menceritakan kencan pertamamu dengannya, kalian jalan-jalan di pantai saat matahari hampir tenggelam. Kamu menyukai pipinya yang merona terpantul cahaya senja, lalu kamu memperagakan ekspresi yang sama saat kamu mengatakan bahwa kamu sangat mencintainya.

Dia gadis yang sama populernya denganmu. Dia kerap kali memakai rok dan blus warna pink setiap berangkat ke kampus. Dia juga senang bergonta-ganti pacar, dan tidak ada yang tidak populer diantara semua mantan kekasihnya. Dia kaya, dan dia punya semua yang tidak kupunya.

4. Kamu Tidak Bahagia Dengannya

kamu tidak bahagia dengannya

kamu tidak bahagia dengannya via http://www.youthconnect.in

Tapi aku tidak bisa diam saja ketika belakangan ini - kamu hampir setiap malam menelpon aku untuk menceritakan tentangnya yang selalu marah dan ngambek dengan alasan yang kembali berulang.

Kamu pun jenuh dengan semua ini, tapi kamu merasa belum bisa untuk melepaskan dia. Padahal aku tahu, mempertahankan hubungan kalian juga tidak akan membuatmu bahagia.

Aku selalu dalam dilema saat kamu berkeluh kesah, tapi lagi-lagi aku selalu bisa membuatmu tertawa.

 

5. Seharusnya Kamu Bersamaku

you belong with me

you belong with me via http://goldenmixtape.com

Akhirnya kamu berpisah dengannya sekarang dan untuk kesekian kalinya kamu terluka karena seorang wanita. Entah sudah berapa kali hal itu terjadi tapi kamu bilang itu karena kamu telah sadar tidak ada lagi yang bisa kamu pertahankan dari hubunganmu dengan mereka.

Kamu sudah lebih baik sekarang, tapi aku tahu saat bersamaku kamu lebih dari itu.

Kamu menceritakan padaku tentang semua mimpi-mimpimu, Sementara aku hanya bermimpi supaya kamu bisa terbangun dan menyadari apa yang kamu cari selama ini sudah ada disini. Kupikir aku tahu tempatmu seharusnya berada dimana.

Kupikir kamu tahu seharusnya kamu bersamaku. Karena akulah satu-satunya orang yang mampu mengerti dirimu, dan aku selalu menunggumu di pintu belakang selama ini, bagaimana mungkin kamu tidak tahu? Bagaimana mungkin kamu tidak mneyadari hal itu? Seharusnya kamu bersamaku. Seharusnya kamu bersamaku..

 

You belong with me, I love you.