Sayang, tidakkah kau pernah merasa seperti itu??? Atau mungkin saja sekarang kita tengah merasakannya.
sedang jengkel dengan sikap egois masing masing, kau yang menyebalkan dan aku yang kurang faham.

 

1. Aku pernah merasa, bahwa aku tak bisa di mengerti sebagai seorang wanita

jealous woman

jealous woman via http://blog.getvee.com

“Kamu bisa gak sih, gak bikin aku kesel ga bikin aku bete !!!”

“Jadi cowok kok ga pernah peka, heran !!!!!”

Kalimat itu yang selalu ku katakan saat aku kesal karena sikap autismu, kadang kau lebih memilih sendiri dengan duniamu tanpa memperdulikan ku. Mungkin saja kau sedang kesal denganku atau apa aku tak tau.

Aku sering merasa sebagai orang yang kau lupa, sikap bekumu yang kadang membuatku jenuh. Semua hal yang sering kau ceritakan tentang wanita wanita di sekitarmu  sering membuatku cemburu. Tak jarang jika aku selalu diam saat menahan amarah padamu.

Terdengar egois memang, tapi sebagai wanita biasa ku rasa wajar saja. Sebagai wanita kadang ada hal hal yang tidak di mengerti sebagai seorang pria.

Sayang, tapi aku akan berusaha mengerti dan tau. Bahwa hidupmu bukan hanya soal cinta dan semua tentangku. Aku sadar, hal sekitarmu yang sering membuatku cemburu tak lantas menjadikan hubungan kita kisruh.

“Gak ada yang perlu kamu cemburui sayang !!!” itu katamu

Aku tau itu, tapi maklumilah aku... aku mencintaimu, jadi wajar jika aku pernah merasa seperti itu.

2. Dan kau pun merasa, bahwa kau manusia paling serba salah

love is all you need

love is all you need via http://33.media.tumblr.com

Kau yang ku kenal adalah manusia penyabar pun pernah menunjukan ekspresi seram seperti kucing yang hendak mencakar.

Mungkin kau lelah meladeni sifat kekanak kanakanku, tapi mengertilah sayang bukan hanya kau yang merasa sama, aku pun juga.

3. Kadang kita seperti balita yang sedang bertengkar hanya karena berebut bola

boy and girl angry

boy and girl angry via http://www.shayariworld.in

Diam adalah caramu menahan amarah, sama seperti ku yang selalu diam saat menahan amarah padamu. Kita tak ada bedanya dengan anak anak TK yang sering bertengkar hanya karena berebut bola.

Dan kau seperti aktor yang sudah lelah memainkan drama, sedangkan sang sutradara menuntutmu untuk terus memaikan cerita yang sudah ia rangkai dengan semestinya.

4. Aku hanya manusia biasa, dan kau pun sama

wallpaperbang

wallpaperbang via http://wallpaperbang.com

Sayang, aku hanya manusia biasa. Aku memiliki cinta juga amarah dan kau pun pasti sama. Hubungan ini tak akan hanyal mengenal asmara selamanya, ada kalanya kita di sugui masalah dan bumbu bumbu amarah.

Aku selalu memaklumi mu sebagai pria biasa yang kadang menyebalkan dan tak peka. Dan ku harap kau bisa memaklumiku sebagai wanita biasa yang terkadang manja dan selalu ingin di cinta. Kita sama sama tak sempurna, jadi berjajilah untuk selalu bertahan agar semuanya menjadi lebih indah.

5. Kuharap kita akan semakin dewasa, dengan apa yang selama ini mendera kita

“Sayang, ku rasa kita sudah lelah saling tak bertegur sapa. Sekarang aku akan lebih dewasa menyikapimu sebagai seorang pria biasa”

Ku harap semua masalah masalah yang sudah kita lalui menjadikan kamu dan aku pribadi yang lebih baik lagi. Kamu dan aku akan semakin dewasa semakin hari.

Pertengkaran pertengkaran kecil kita memang sering membawa luka. Tapi luka itu akan hilang dengan sendirinya jika kita menyikapi dengan fikiran yang lebih matang dan dewasa. 

Meski waktu ku bersama mu sudah cukup lama dan kita pun sudah cukup bisa saling memahami, dan meski masalah masalah sudah terselesaikan kali ini. Aku tak menjamin semuanya akan benar benar hilang dan pergi.

Aku tau akan ada masalah masalah lain yang akan kita hadapi nanti, jadi semoga kita bisa menyikapi dan menghadapinya dengan besar hati dan lebih baik lagi. Agar kita tak akan pernah goyah nanti.

6. Aku akan lebih memperbaiki semua, jika kau bersedia tetap bersama menghadapinya aku akan lebih bahagia

Kata orang “Dalam sebuah hubungan jangan berjanji untuk tak saling menyakiti. Tapi berjanji lah untuk tetap mengerti dan bersama meski masalah rumit menghampiri” bukan kah begitu sayang?

Aku berjanji sayang, aku akan berusaha lebih mengerti lagi. Lebih memahami dan menahan emosi. Aku akan lebih memperbaiki diri, agar kau tak pergi dan akupun tak pergi. Sayang, untuk membangun semua ini aku mohon kesediaanmu untuk selalu disini menemani.

Perjuanganmu selama ini cukup membuatku bahagia, tapi jika kau bisa meyakinkanku bahwa kau akan tetap disini bahagiaku mungkin akan lebih.

Sayang, maaafkan aku jika aku masih merepotkanmu dan selalu menganggapmu keliru. Aku akan lebih dewasa dan kau pun ku harap seperti itu.

Terima kasih sayang, untuk kesediaanmu yang selalu mampu memperbaiki semuanya, untuk hubungan yang sudah berjalan beberapa tahun lamanya. Terima kasih untuk tetap saling memahami. Meski masalah sering mengahampiri, semoga tak ada hal hal yang akan membuat kita saling pergi.

Dariku, wanita yang selalu mencintaimu.