Cinta memang belum tentu berhasil tanpa adanya komitmen antara masing-masing individu yang terlibat di hubungan tersebut. Tapi, komitmen belum tentu berarti cinta. Cukup banyak yang salah kaprah antara cinta dengan komitmen, mereka bilang, “Kalau dia sudah komitmen dengan saya, sudah pasti dia cinta”.

Oh, ya?

1. Komitmen = Nyaman ?

Bayangkan komitmen itu seperti kontrak kerja, apakah semua buruh atau pekerja senang atau nyaman dengan pekerjaannya? Padahal motivasi utamanya adalah uang bukan pekerjaan itu sendiri. Kadang seseorang menyerah untuk mencari kenyamanan dan cinta yang sesungguhnya, hanya dengan alasan tekanan sosial dan desakan keluarga. Tidak ada yang benar-benar mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya jika keadaan seperti ini menghantam. Karena tujuan murni yang ditentukan dari awal sudah berubah hanya untuk menyenangkan beberapa pihak.

2. Jika Komitmen Mengekang Kreatifitas, Itu Bukan Cinta.

Coba cek lagi, deh… via https://www.pixel77.com

Tidak ada satupun orang yang mau dikekang, entah itu pada saat dia bermain, bekerja atau apapun. Dia bilang cinta, tetapi kenapa kreatifitasku yang dikorbankan? Sudah pasti kamu tidak mau hubunganmu menjadi tidak sehat karena tidak adanya hal baru yang menyenangkan.

Advertisement

Misalnya, dia mengorbankan hobinya yaitu bola basket atau sepak bola atau dance hanya untuk menemanimu setiap waktu. Dan selamat, kamu telah membuatnya menjadi orang yang membosankan dan minim prestasi.

3. Selalu Ikut Apa Maumu, Belum Tentu Cinta

Emang nurut atau terpaksa? via http://thoughtcatalog.com

Dia mengikutimu, patuh terhadap perintahmu, tidak pernah melakukan laranganmu walaupun kamu tahu bahwa bukan inilah yang dia inginkan, apakah itu cinta? Memang ini mungkin salah satu upayanya untuk tidak melanggar komitmen dalam hubungan ini, tetapi sekali lagi, apakah ini yang kamu sebut cinta? Kamu mau dianggap sebagai Tuhan atau partner? Seorang partner yang selalu mencintaimu tahu betul tentang kamu dan pasti membuat keputusan bersama bukan hanya untuk satu pihak.

4. Komitmen Tidak Dibuat Tapi Tumbuh, Seperti Halnya Cinta.

Seiring berjalannya waktu via http://muslim-academy.com

Kamu tidak serta merta membuat klausul-klausul dalam kontrak yang menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam hubungan, bukan seperti itu cara kerjanya. Apakah pada saat kamu menyatakan perasaanmu kepadanya kamu memberikan syarat-syarat atau kondisi untuk memulai suatu hubungan? Jika jawabannya ya, maka sudah pasti itu hanya komitmen yang tidak didasari oleh cinta. Jika cinta yang kamu maksud, dia akan tahu apa yang harus dia lakukan dan mana yang tidak semestinya dia lakukan. Sepanjang perjalanan hubungan kalian, kalian akan memahami masing-masing karakter, tahu apa hobinya, tahu apa makanan kesukaannya, tahu hal-hal yang tidak kamu sebutkan dalam aturan tertulis, karena sebenarnya cinta tidak serumit itu.

5. Lepaskan Jika Memang Alasan Dia Hanya Komitmen.

Dare to let go… via http://www.healthline.com

Lepaskan, jika bukan cinta alasannya untuk bersamamu. Lepaskan, jika memang hatinya tidak menyuruhnya untuk mencintaimu. Cinta bukan hanya mengenai komitmen, selalu ada di mana pun kamu berada, atau memperlakukanmu sesuai keinginanmu. Komitmen itu bukan seperti peraturan lalu lintas yang dibuat agar tidak dilanggar, tetapi merupakan hal-hal yang kamu pahami sendiri untuk tidak melanggarnya.

Love will release the best of you, if it won’t, that’s not love.