Kamu penggemar buku? Ingin menemukan tempat dimana kamu bisa menghabiskan waktu menikmati buku dan lebih dekat dengan penulis favoritmu? Kalau iya, maka Edinburgh bisa jadi adalah jawabannya. Apa sih yang membuat Edinburgh jadi kota impian bagi si kutu buku? Nih, lima alasannya.

1. Dinobatkan sebagai Kota Sastra, Edinburgh bakal menjadi tempat asik untuk wisata sambil mengeksplorasi literatur.

Kota Sastra pertama di dunia via http://www.tracscotland.org

Kota biasanya memiliki julukan tertentu. Sama halnya dengan Edinburgh. Ibukota Skotlandia ini dikenal sebagai Kota Sastra (City of Literature). Bukan sembarang sebutan loh. Kota Sastra adalah predikat resmi yang diberikan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) kepada Edinburgh pada 2004.

Edinburgh menjadi kota pertama di dunia yang mendapat predikat Kota Sastra. Tidak hanya karena memiliki warisan sastra yang kental, Edinburgh juga aktif menggalakan beragam aktivitas literatur yang menarik untuk diikuti. Ini alasan kenapa Edinburgh dinilai layak menyandang predikat Kota Sastra.

2. Selamat datang di rumahnya para penulis legendaris!

Sir Arthur Conan Doyle lahir di Edinburgh via http://telegraph.co.uk

Edinburgh tidak akan menjadi Kota Sastra tanpa ada para penulis hebat di dalamnya. Di kota inilah, J.K. Rowling tinggal dan menulis sebagian besar serial novel Harry Potter. Kafe The Elephant House di Edinburgh kini bahkan ikutan ngetop karena menjadi salah satu tempat awal J.K. Rowling membangun dunia sihirnya.

Advertisement

Selain itu, Edinburgh juga merupakan kota kelahiran sederet penulis ternama sekaliber Sir Arthur Conan Doyle (penulis Sherlock Holmes), Sir Walter Scott (penulis Ivanhoe) hingga Robert Louis Stevenson (penulis Jekyll and Hide). Penulis serial novel detektif Inspector Rebus, Ian Rankin, juga tinggal di Edinburgh dan menggunakan kota ini sebagai latar lokasi di hampir semua novelnya.

3. Temukan kutipan favoritmu di sepanjang jalan

Kutipan Tobias Smollett via http://cityofliterature.com

Jalan The Royal Mile di distrik Canongate menyuguhkan sensasi perjalanan layaknya di dunia fiksi. Selama menyusuri jalan ini, kamu akan dibuat terpukau oleh berbagai kutipan para penulis yang menghiasi jendela-jendela rumah makan, museum hingga perpustakaan. Kutipan ini didesain dengan tema musim dingin. Ketika petang mulai datang, kutipan-kutipan tersebut akan kian diperindah oleh nyala lampu.

Edinburgh is a hot-bed of genius

– Tobias Smollet, The Expedition of Humphry Clicker –

Ada 20 kutipan dari Robert Louis Stevenson, George Bannatyne, Robert Henryson, Yann Martel, Tobias Smollet dan lain-lain yang menghiasi sepanjang jalan The Royal Mile. Butuh waktu 45 menit perjalanan kaki untuk mengeksplorasi semua kutipan tersebut. Sayangnya, keindahan kutipan-kutipan ini hanya bisa dinikmati sampai Maret nanti.

4. Berkelana keliling kota menjelajahi toko buku

Toko buku Armchair Books via https://greatergrassmarket.co.uk

Travelling tidak melulu soal berburu kuliner atau fashion. Buku pun tidak kalah serunya untuk diburu. Tidak ada salahnya untuk menjelajahi toko-toko buku ketika berada di Edinburgh. Edinburgh memiliki lebih dari 50 toko buku berkonsep unik yang dijamin membuatmu betah berlama-lama di dalamnya.

Old Town Bookshop adalah salah satu toko buku terkenal di Edinburgh. Toko buku yang berada di Victoria Street ini sudah menyediakan koleksi buku langka sejak 1978.

Tidak kalah menariknya, ada toko buku Armchair Books di West Port. Serasi dengan koleksi buku jadul-nya, lorong-lorong sempit toko buku ini memberi atmosfir kuno. Setiap buku di rak Armchair Books disusun berdasarkan alfabet sehingga memudahkanmu menemukan buku yang dicari.

5. Penuh Event Buku Sepanjang Tahun

Festival buku terbesar di dunia via http://edinburghfestivalcity.com

Setiap tahunnya Edinburgh memiliki seabrek kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbukuan. Salah satunya adalah The Edinburgh International Book Festival. Mulai digelar sejak 1983, festival ini merupakan festival buku terbesar di dunia. Festival ini biasa digelar selama kurang lebih dua minggu di bulan Agustus di Charlotte Square Gardens. Ada 800 penulis dari seluruh dunia yang dihadirkan di festival ini. Hayo, siapa tahu kamu bisa ketemu penulis favoritmu di sini?

Edinburgh juga rutin memperingati hari lahir Robert Louis Stevenson yang jatuh pada 13 November. Selama sepekan, kota ini mengadakan rangkaian event terkait penulis kelahiran 1850 tersebut. Ada kegiatan yang disediakan bagi kamu yang ingin menjelajahi tempat-tempat yang berhubungan dengan Robert Louis Stevenson dan karya-karyanya di kawasan Colinton.

Sama halnya dengan pendaki yang mencintai gunung atau penyelam yang mencintai laut. Edinburgh pastinya juga bisa menjadi tempat yang membuat maniak buku jatuh cinta. Bagaimana? Tertarik untuk berkunjung ke Edinburgh?