Namanya juga buat pasangan hidup, wajarlah ya jika kita punya kriteria tertentu. Bahkan, ada perempuan yang awalnya menganggap bahwa kriteria yang dia inginkan adalah persyaratan mutlak yang harus dimiliki seseorang yang akan menjadi pasangannya. Tapi, percaya tidak percaya, saya yakin banyak yang setuju dengan pernyataan saya bahwa sebuah rasa nyaman itu mampu meluluhlantahkan semua yang ditipekan.

Jadi, kali ini saya hanya ingin berbagi cerita tentang orang-orang di sekeliling saya yang mengakui dikalahkan oleh rasa nyaman.

1. Katanya, calonnya harus yang pake kacamata dan punya tahi lalat di dagu. Waduh, detil amat?

kacamata via http://webcool.biz

Gadis yang satu ini cukup unik memang, dia menginginkan seorang pria yang memakai kacamata dan mempunyai tahi lalat di dagu untuk menjadi pasangannya, terlalu spesifik bukan?

Alasannya cukup sederhana. Menurutnya pria yang berkacamata itu akan kelihatan lebih smart, sedangkan tahi lalat di dagu menurutnya akan membuat si pria lebih keliahatan manis. Namun, pada kenyataannya, si gadis malah jatuh hati pada seorang pria tanpa kacamata bahkan tahi lalat satupun di wajahnya.

Alasannya, dia nyaman dengan si pria. Hahaha, nyaman!

2. Pokoknya mau pacar yang lebih tinggi dari aku, titik!

Advertisement

Siapa sih yang nggak mau punya pasangan yang tinggi? Ya, paling nggak, nggak akan keliatan timpang kalau si cewek lagi pake heels.

Tak terkecuali sama teman yang satu ini, si gadis adalah seorang yang sangat stylish dan suka pake heels ke mana-mana; otomatis si gadis menginginkan cowok yang tinggi. Tapi, kenyataannya si gadis malah jatuh hati pada seorang pria yang jauhhhhh dari kata tinggi. Alasannya? Hahaha, ya nyaman tadi. Duh!

3. Suka yang cool dong, terus kudu cerdas juga

Katanya, yang satu ini sukanya sama cowok yang cool; katanya asik dilihat dan bikin penasaran. Terus nggak cuma cool, si cowok juga harus cerdas.

Eh, pada kenyataannya, si cewek malah terpaut pada seorang pria yang rame, gokil dan sering buat tertawa! Ah, ternyata yang humoris lebih menarik hati dan bikin "nyaman".

4. Kudu yang punya kerjaan oke, gaji bejibun, beuhh..

Matre? Nggak juga sih, lebih realistis kali, ya.

Nah, si cewek ini mengidamkan seorang cowok yang kerja kantoran dan punya gaji banyak untuk jadi pasangannya. Tapi pada kenyataanya, dia malah ketemu dan terjebak dengan rasa nyaman sama seorang pria yang "mungkin" sederhana dan pas-pasan. Beda jauhlah sama impian awal. Hahaha.

5. Impianku; jadi pasangan seorang dokterlah!

Banyak cewek yang ingin calon pasangan dengan profesi tertentu. Kayak si gadis satu ini yang ingin punya suami dokter ini. Alasannya karena dia gagal menjadi dokter. Hmm, tapi pada kenyataannya si gadis malah berjodoh dengan seorang arsitek! Lagi-lagi, karena nyaman, sih.

Ya, itulah hidup! Mungkin itu juga yang dinamakan jodoh. Kamu bisa saja punya tipe tertentu untuk seorang calon suami, tapi tetap saja kalau Tuhan sudah tautkan dua hati, mau gimana lagi? 😀