Masih teringat jelas pertemuan dengan dirimu yang tak pernah kusangka bisa memikat hatiku di pertemuan pertama. Kamu yang menjadi travelmateku dan dikenalkan oleh temanku di kota tersenyum itu. Awalnya, aku tidak begitu tertarik dengan mu, tetapi keanggunanmu membuat jantungku berhenti sejenak.

Kamu yang pendiam dan pemalu, membuatku berusaha keras untuk sekadar hanya mengobrol. Layaknya anak muda, berbagai kisah kita ceritakan masing-masing. Mulai dari kisah cinta, perjalanan hidup sampai perihnya hidup.

Mungkin ini benar, jaman emansipasi itu berlaku. Setidaknya itulah yang kamu lakukan, dengan santainya kamu beberapa kali mengucapkan rasa suka dan sayang untukku. Dan bagiku itu sesuatu yang konyol, bagaimana bisa kamu bisa jatuh cinta secepat itu? Dan dengan orang yang baru kamu kenal.

 

1. Air terjun Watuploso menjadi saksi ungkapan cintamu yang kubalas dengan senyuman "Yes"

Dan akhirnya aku memtuskan untuk menerima cintamu, meski awalnya aku masih ragu dengan perasaanku. Tetapi ketulusanmu membuatku percaya, sifatmu yang baik semakin membutakan logikaku, apakah cinta ini hanya sesaat. Apakah kita benar-benar saling mencintai.

Entahlah, yang pasti saat itu kita sama-sama bahagia dan tersenyum serta menghabiskan hari-hari bersama. Aku dan kamu menjelajahi sudut-sudut kotamu dengan senyuman nan manis. Teriknya Matahari tak begitu panas karena kamu ada di sisiku.

2. Air mata kesedihanmu akan selalu membayangiku, melepas kepergianku untuk sementara

Perpisahan

Perpisahan via http://google.co.id

Rasanya aku tak percaya, jika orang yang baru kukenal dan kusayang harus kulepas dengan begitu cepat. Dan akhirnya, jadilah kita berjuang dengan jarak dan waktu. Terbentang ribuan kilometer dan ribuan kasih sayang yang harus kita relakan.

Dengan tatapan matamu, kamu bisa meyakinkan semunya akan baik-baik saja. Meskipun aku sudah kasih tahu bahwa aku menyayangi seorang gadis hijabers yang kuharapkan dapat melengkapi hidupku. Meskipun kami tidak ada hubungan sama sekali.

3. Pertengkaran kecil mulai menyelimuti, awan kegelapan sudah tak terbendung lagi

Pertengkaran Kecil

Pertengkaran Kecil via http://hipwee.com

Kerikil-kerikil yang tidak begitu tajam mulai menyapa kita, pertengkaran demi pertengkaran kita mulai semakin dalam. Dan semakin, hari jurang itu mulai semakin lebar, bahkan sudah sangat mengangah dan kapan saja bisa menjadi bom bagi kita. Dan hingga akhirnya, kamu memutuskan memaksaku mendengarkan sebuah lagu dari Tulus yang berjudul "Pamit". Sakit iya, dendam tidak karena itu bagian dari hidup yang harus di jalani dengan ikhlas.

4. Meskipun hanya sementara, terima kasih untukmu yang mengajariku makna hidup dan membuatku semakin dewasa

Singkat memang, tetapi kenangan yang kita lalui bersama itu sangat menakjubkan. Berbagai kisah bahagia, senang sampai dengan bercucuran air mata dan bahkan sangat menyesakkan hati. Itu semua jalan yang sudah ditakdirkan Tuhan.

Tidak banyak yang bisa kulakukan, aku hanya berdoa supaya kamu bahagia menjalani hidup ini. Kelak, jika ada orang yang mencintaimu dengan setulus hati, cintailah dia dengan setulus hati juga. Karena kamu sudah tahu rasanya bagaimana perihnya hati karena cinta.

5. Meski aku tak bersamamu, doaku selalu menyertaimu

Doaku Tetap Bersamamu

Doaku Tetap Bersamamu via http://google.co.id

Meski jiwa dan raga kita tak bersatu. Meski kamu sangat membenciku. Satu hal yang harus kamu tahu, di setiap doa yang kupanjatkan kepada-Nya, nama dan kebahagiaanmu selalu kuselipkan di setiap penghujung sholatku.

Terima kasih untukmu yang sudi mengisi hari-hari ku selama dua bulan.