Di umurku yang sudah bisa dikatakan dewasa, banyak pula pasang surut kehidupan yang aku alami. Banyak pula proses yang kujalani hingga sekarang aku bisa menjadi aku yang ku inginkan. Banyak orang memujaku, memandang sisi luarku dengan topeng gembira yang sering ku kenakan. 

Kini hatiku tergerak ingin hidup bersamamu, bersama kamu aku ingin berbagi hidupku, aku ingin mendampingimu hingga waktu mengakhiri perjalanan ku. Tetapi aku tak sepenuhnya sempurna layak boneka yang diukir sempurna. Aku tak sepenuhnya elok seperti eloknya langit bila di lapisi pelangi kala hujan berakhir. 

masihkah aku bisa menitipkan pengharapan hidup padamu? setelah ku ceritan sisi lainku!

 

1. Aku bukan berasal dari keluarga kaya

potret keluarga sederhana

potret keluarga sederhana via http://cdn.klimg.com

Walaupun nantinya kamu berkata bahwa kamu menerimaku apa adanya tapi tentu saja hubungan ini tak hanya sebatas aku dan kamu tapi juga sebatas dua keluarga. bila kamu menginginkan keluarga yang setara dan bisa mengangkat derajat keluargamu, aku bukan lah pilihanmu.

Bila derajat yang kau inginkan tentu saja keluargaku tak akan mampu mencapai derajat seperti keluargamu

Keluargaku sangatlah sederhana tanpa cukup materi yang ada bahkan untuk membuat ku menjadi aku yang sekarang tidak sedikit hutang yang harus dilunasi oleh keluargaku. Namun jika kamu mencari keluarga yang hangat kasih sayang keluarga ku akan menyayangimu seperti mereka menyayangiku. Masihkah kau mau menerimaku?

 

2. Tahukah kamu, kamu bukan orang pertama yang menyentuhku!

maaf atas masa lampau

maaf atas masa lampau via http://www.jpnn.com

Sebelum bertemu denganmu akupun pernah menjelajahi hati dari satu hati ke hati lain, mencoba menetap di hati yang kuanggap menjadi yang terakhir, tapi aku salah rupanya semua berakhir begitu cepat. Dan karena kebodohanku serta keluguan di masa lampau akupun mengizinkan mereka menggenggam tanganku tapi ternyata pegangan itu direnggut begitu saja hingga terlepas. 

Sesal, sangat besar penyesalanku, namun apalah daya itu semua sudah terjadi. masih kah kau mau menerima ku?

Maafkan aku yang tidak bisa menjadikanmu yang pertama, tapi aku berjanji aku hanya akan menjadikanmu yang terakhir. Adakah kau percaya itu? 

3. Hinaan dan makian, sudah biasa untukku. Adakah kau tegar mendengarnya?

kadang kuhanya bisa bergumam dan menyendiri menahannya

kadang kuhanya bisa bergumam dan menyendiri menahannya via http://1.bp.blogspot.com

Ya, untuk mencapai jalan hidupku yang saat ini tidaklah mulus. Banyak hinaan yang aku tanggungkan, banyak mata yang memandang sinis padaku, bahkan beragam fitnah pun harus aku terima. Salah aku kah itu? bukan bukan sepenuhnya salahku hanya saja itu terjadi karena takdirku yang terlahir sudah berhujam tangisan air mata. 

Hinaan dan pandangan sinis pun sudah menjadi pelengkap makananku, sanggupkah kau mendengar apapun yang buruk tentangku?

 Bila kamu denganku, betahkah kamu mendengarkan semua kata sinis itu? Adakah kamu mempercayaiku? Atau kamupun pergi meninggalkanku karena tidak tahan atas hinaan yang datang dan ikut memandang sinis padaku.

4. Aku bukanlah wanita yang sepenuhnya baik! tapi aku selalu berusaha memperbaiki diriku.

galau dan kesendirian

galau dan kesendirian via http://4.bp.blogspot.com

Aku yang saat ini hanya terlahir dari sebuah masa lalu yang kelam. Aku yang saat ini tidak lahir dari kertas putih yang suci tapi aku yang saat ini lahir dari banyak warna. Pastinya aku pernah menyakiti orang lain. Aku bukanlah malaikat yang baik hati, aku masih saja terjatuh dan menjadi karakter jahat.

kadang lisan dan sikap ku membuatku berpindah menjadi karakter antagonis!

5. Kadang aku merasa rendah diri di dekatmu

aku hanya mampu melihatmu dari balik punggungmu

aku hanya mampu melihatmu dari balik punggungmu via http://2.bp.blogspot.com

Dibalik pujian dan rasa hormat yang aku dapatkan dari orang lain, hal itu tak mampu untuk membuatku lupa siapa aku. Di hadapan orang lain aku mampu berkata aku bisa dan aku berani. Namun di dekatmu, aku merasa tak pantas bersanding dengamu karena bagiku kamu sempurna!

Saat berada di dekatmu, aku masih bisa bersikap biasa dan sewajarnya kita berteman, tapi tahukah kamu saat itu tangan ku dingin dan jantungku berlarian hingga nyaris membuatku berkeringat dingin di dekatmu

didekatmu aku serasa bak pungguk merindu bulan

6. Kini aku berada dalam hijrahku, masih kah kau mau menerimaku?

denganmu aku selalu ingin menjadi lebih baik

denganmu aku selalu ingin menjadi lebih baik via https://pbs.twimg.com

Kadang hatiku menjadi gundah antara lanjut memiliki perasaan ini padamu atau aku mundur! Tapi berkatmu juga aku selalu ingin menjadi lebih baik. Impianku memang terlalu tinggi untuk bersamamu, namun bolehkah aku merubah diriku menjadi lebih baik dengan harapan aku bisa disandingkan denganmu?

perlahan dan semakin hari kutinggalkan kesalahan kesalahan masa lalu ku, kini aku dalam hijrahku, adakah kamu masih mau menerimaku?

7. Bukan aku tak mampu mengucapkan rasa ini padamu, tapi aku hanya mampu memohon bersamamu diantara kening dan sajadah!

aku hanya mampu memintamu padaNya

aku hanya mampu memintamu padaNya via http://4.bp.blogspot.com

Bagiku, aku tak ingin menjadikanmu hanya pacar! yang kuinginkan adalah kamu untuk menggenggamku dalam halalNya

Bila dulunya aku adalah wanita yang akan menerima ucapan cinta dari para Adam lalu patah hati pada hari selanjutnya. Kini, aku tak mampu untuk mengatakan perasaan ini padamu, bukan hanya karena gengsi juga karena aku tak ingin kamu menjadi kekasih sesaatku dan hubungan ini tidak diridhoiNya. Aku ingin menjadikanmu kekasih halalku! 

Aku tau kamu belum siap membina rumah tangga dan aku pun begitu belum terlalu pantas untuk menikah, aku menunggumu dan memohon diantara sujudku pada-Nya agar aku disandingkan dengan mu didalam akad-Nya. Setiap hari aku berusaha memantaskan diri dan tak akan mengulangi kesalahan masa lalu!

Saat ini aku sedang dalam hijrahku,dan sudah ku ceritakan sisi lain kelamnya kehidupanku padamu. Masihkah kau mau menerimaku?? adakah kau mau mengukir masa depan kita di surga kecil kita nanti?