1. “Pamit”, lagu yang mengajarkan artinya kesetiaan seorang teman baik.

Radar Lagu via http://8.37.229.144

Tubuh saling bersandar
Ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam
Saat kumenanti fajar

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu

Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu

Advertisement

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu

Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu

Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu

Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikm

2. “Lagu Untuk Matahari’, lagu ini bisa membakar semangat kita semua.

My Indo. Lirik via https://i.ytimg.com

Patah kadang semangat,
Dengar mulut pedas berdebat,
Yang hanya lihat salahmu,
Gerah kadang pendengar,
Dapat cibiran sang benar,
Sinisme bukan untukmu,
Oo…

Mereka tak sempurna,
Sama juga halnya denganmu,
Jangan risaukan cela mu,
Oo…
Mungkin mereka bulan,
Tapi ingat kau Matahari,
(Matahari) cahya mereka darimu,

(Menari, bernyanyi) lakukan yang kau suka,
(Hidupmu) bukan hidupnya,
(Bicara, bersorak, hey!) lakukan yang kau suka,
(Hidupmu) bukan hidupnya,

Mereka tak sempurna,
Sama juga halnya denganmu,
Jangan risaukan cela mu,
Oo…
Mungkin mereka bulan,
Tapi ingat kau Matahari,
Cahya mereka darimu…
(Mataharimu…)

Buka hatimu dengar,
Biar senang beralasan,
Kuatkan langkah jiwamu,
Waspada yang cemburu,
Tak semua kutukan berlaku,
Kuatkan langkah hatimu,

(Menari, bernyanyi) lakukan yang kau suka,
(Hidupmu) bukan hidupnya,
(Bicara, bersorak, hey!) lakukan yang kau suka,
(Hidupmu) bukan hidupnya,
Oo…

Buktikan sekarang,
Angkat penamu, tulis!,
Bila gemar menulis,
Buktikan sekarang,
Perkeras suaramu,
Bila gemar menyanyi,
Yeayeye!

(Menari, bernyanyi) lakukan yang kau suka,
(Hidupmu) bukan hidupnya,
(Bicara, bersorak, hey!) lakukan yang kau suka,
(Hidupmu) bukan hidupnya,

(Menari, bernyanyi) lakukan yang kau suka,
(Hidupmu) bukan hidupnya,
(Bicara, bersorak, hey!) lakukan yang kau suka,
(Hidupmu) bukan hidupnya,

(Menari, bernyanyi)…
(Hidupmu)…
(Bicara, bersorak, hey!)…
(Hidupmu)… uu…

3. “Sewindu”, lagu yang mengajarkan betapa pedihnya menunggu dia dalam sewindu.

Sudah sewindu ku di dekatmu
Ada di setiap pagi, di sepanjang harimu
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku pendam sejak lama

Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta dan masa depan
Engkau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu

Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta dan masa depan
Engkau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu

Jujur memang sakit di hati
Bila kini nyatanya engkau memilih dia
Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu

4. “Jatuh Cinta”, Dia Punya Semua Pesona..

Vebma.com via https://www.vebma.com

Seolah dia menari di mataku
Melekat di kulitku, di hatiku

Apa yang kini harus ku lakukan
Wajahnya selalu ada di pikiran
Ooo tiba-tiba aku suka

Senyumnya selalu terbayang-bayang
Caranya bicara ooo aku suka
Dia punya semua pesona
Dia punya semua yang ku damba
Sosok yang cantik anggun menarik gerak menawan
Tutur cemerlang hati yang tulus tak bisa aku lewatkan

(sungguh) ku cinta dia, (sungguh) ku sayang dia
(dia) sangat menggoda, (dia) sempurna
(sungguh) ku cinta dia, (sungguh) ku sayang dia
(dia) sangat menggoda, (dia) sempurna

Senyumnya selalu terbayang-bayang
Caranya bicara ooo aku suka
Dia punya semua pesona
Dia punya semua yang ku damba
Sosok yang cantik anggun menarik gerak menawan
Tutur cemerlang hati yang tulus tak bisa aku lewatkan

(sungguh) ku cinta dia, (sungguh) ku sayang dia
(dia) sangat menggoda, (dia) sempurna
(sungguh) ku cinta dia, (sungguh) ku sayang dia
(dia) sangat menggoda, (dia) sempurna

Seolah dia menari di mataku
Melekat di kulitku, di hatiku

(sungguh) ku cinta dia, (sungguh) ku sayang dia
(dia) sangat menggoda, (dia) sempurna
(sungguh) ku cinta dia, (sungguh) ku sayang dia
(dia) sangat menggoda, (dia) sempurna

Seolah dia menari di mataku

5. “Monokrom”, lagu yang mengungkapkan rasa terima kasih untuk keluarga yang telah mewarnai hidupnya.

Rolling Stone Indonesia via http://www.rollingstone.co.id

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi warna bajumu kala itu
Kali pertama di hidupku
Manusia lain memelukku

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi wangi rumah di sore itu
Kue cokelat balon warna-warni
Pesta hari ulang tahunku

Di mana pun kalian berada
Kukirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku dan banyak
kenangan indah
Kau melukis aku

Lembaran foto hitam putih
Kembali teringat malam kuhitung-hitung bintang
Saat mataku sulit tidur
Suaramu buatku lelap

Di mana pun kalian berada
Kukirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku dan banyak
kenangan indah
Kau melukis aku

Kita tak pernah tahu berapa lama kita
Diberi waktu
Jika aku pergi lebih dulu jangan lupakan aku
Ini lagu untukmu
Ungkapan terima kasihku

Lembar monokrom hitam putih
Aku coba ingat warna demi warna di hidupku
Tak akan kumengenal cinta
Bila bukan karena hati baikmu