Siapa bilang PDKT yang terlalu lama adalah bukti dan jaminan kalau kamu pasti bisa mendapatkannya? Justru semakin lama PDKT yang kamu lakukan, semakin besar kesempatanmu untuk terjebak dalam Friendzone. Karena gebetan yang sudah terlalu nyaman menjadikan mu temannya bahkan bisa jadi saking nyamannya, dia menganggapmu sama saja dengan teman wanitanya. Dia tidak pernah memperhitungkanmu sebagai pria yang pantas menjadi pasangannya.

Padahal sebenarnya selama masa PDKT-mu ini kamu berharap kamu bisa menjadikannya pasanganmu dengan memberikan perlakuan yang spesial pada gebetan, mulai dari selalu menjadi teman curhatnya, selalu menjadi sopir antar jemputnya bahkan selalu menjadi atmnya dengan selalu membelanjakan dan membelikan kebutuhannya. Tapi apa nyatanya? Nyatanya kamu malah dianggap hanya sebatas teman. Kamu terjebak dalam friendzone yang kamu ciptakan sendiri.

Saat kamu mendekati wanita dengan cara kebaikan "Nice Guy", niatmu untuk mendapatkannya sudah terlalu jelas. Dan wanita tidak tertarik dengan pria yang terlalu mudah didapatkan.

Kalau kamu memang menginginkannya sebagai pasanganmu, harusnya kamu bisa mempermainkan gelombang perasaannya dan bisa membuatnya penasaran dengannmu.

Tapi dengan selalu hadir untuknya kapanpun dia lakukan dan kesalahan-kesalahan PDKT lainnya, kamu justru membuat perangkap untuk dirimu sendiri. Karena kepedulian yang kamu berikan padanya selama ini hanya dianggapnya sebagai kepedulian pria terhadap sahabatnya.

Jadi lamanya PDKT-mu tidak menjamin gebetan akan menerima mu sebagai pasangannya. Kalau kamu tidak ingin nasib yang sama terjadi padamu, setidaknya kamu harus lakukan 5 keberanian ini agar tidak terjebak dalam friendzone lagi:

1. Beranilah berinisiatif untuk mengajaknya ketemu langsung dan kencan

adult-blur-bouquet-boy via https://www.pexels.com

Kalau selama ini kamu hanya berani mengajaknya berinteraksi dengan chatting, pantas saja dia lebih nyaman menjadikanmu sebagai tempat curhat dan sahabatnya saja. Terlebih kalau kamu tidak pernah berani untuk menelponnya. Lalu bagaimana bisa kamu mengatakan niatmu kalau kamu tertarik dengannya kalau kamu tidak berani ngobrol dengannya lewat telpon?


Dengan menelpon juga dia akan lebih bisa menilai karaktermu dari caramu mengajak dia ngobrol, dari topik obrolan yang kalian bicarakan dan dari bagaimana kamu mengarahkannya membahas topik yang seru dan menyenangkan. Menelpon lebih efektif daripada hanya sekedar chatting. Kalaupun dia tidak suka ditelpon, maka lebih baik kamu mengajaknya bertemu langsung saja.


2. Lebih cepat kamu mengajaknya ketemu dan kencan lebih baik

sunset-beach-couple-love via https://www.pexels.com

Advertisement


Semakin kamu menunda-nunda untuk mengajaknya kencan, semakin kamu kehilangan kesempatan untuk menjadikannya pasanganmu. Karena tanpa kamu tahu, disaat yang sama, saat kamu mendekati gebetanmu yang sekarang, ada beberapa pria yang sedang mendekatinya juga. Jadi lebih cepat kamu memberanikan diri mengajaknya kencan lebih baik.


Kamu tidak ingin nasibmu berakhir sama dengan hanya menjadi temannya saja kan? Kumpulkan keberanian untuk mengajaknya kencan dan persiapkan kencanmu dengan matang. Paling tidak hal pertama yang harus kamu persiapkan agar kamu bisa percaya diri saat bertemu dengannya adalah penampilanmu.

 

3. Ajak dia melakukan hal baru yang menyenangkan dan menantang

rear-view-of-couple-sitting-on-beach via https://www.pexels.com


Ajak dia melakukan hal baru agar dia bisa tertarik denganmu. Kamu bisa mengajaknya kencan ke taman hiburan dan memberikan dia hadiah sesuatu yang memang sedang dia butuhkan agar dia selalu teringat-ingat denganmu saat memegang hadiahmu.


Meskipun kamu sudah kencan dengannya, kamu tetap harus menjaga jarak dengannya dan harus bisa membuatnya penasaran denganmu. Jangan langsung memperlakukan gebetan seperti kamu memperlakukan pasangan, karena kamu masih PDKT dengannya dan dia belum tentu menerima mu.

4. Jangan minder atau malu-malu untuk menggoda dan merayu gebetan

affection-blur-caring-cold via https://www.pexels.com


Kenapa selama ini kamu hanya berakhir sebagai sahabatnya? Karena kamu bermain aman dengan selalu menuruti alur pembicaraannya dan mendengarkan semua ceritanya.

Kamu tidak berani untuk berinisiatif mengajaknya ngobrol topik yang lebih seru dibanding sekedar mendengarkan cerita masa lalunya.


Kalaupun kamu punya kesempatan untuk kencan dengannya, kamu harus bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengatakan padanya kalau kamu menganggapnya lebih dari sekedar teman. Caranya rayu atau goda gebetan.

Tapi kalau kamu tidak punya nyali untuk merayunya secara langsung, kamu bisa merayu dia lewat chatting dengan emoji romantis ataupun gombalan-gombalan yang memujinya setelah acara kencanmu tadi.

5. Kalau selama ini kamu hanya berani chatting dengannya, mulai sekarang beranikan diri untuk menelponnya

adult-agreement-beard-beverage via https://www.pexels.com

Bagaimana mungkin kamu bisa menjadikannya pasanganmu kalau kamu terus bermain aman dengan mengajaknya chatting saja. Dia tidak akan tahu kalau kamu tertarik dengannya kalau kamu tidak pernah mengajaknya ngobrol. Terlebih bagaimana mungkin kamu mendapatkan kesempatan kencan dengannya kalau kamu tidak berani ngobrol dengannya?


Daripada berlama-lama mengajaknya chatting, lebih baik mulailah untuk berani menelponnya, ajak dia ngobrol dan arahkan untuk mengajaknya ketemu dan kencan denganmu. Semakin banyak interaksi langsung dengannya, kalian juga bisa saling mengenal lebih dekat dan menunjukkan ketertarikan satu sama lain.


Asal ingat, saat kamu sudah punya keberanian untuk mengajaknya kencan, kamu juga harus sudah punya persiapan dan perencanaan kencan seperti apa yang akan kamu lakukan dengannya.

 

 

Setelah kamu sadar bahwa lamanya proses PDKT-mu tidak menjamin keberhasilanmu menjadikan gebetan sebagai pasanganmu, sekarang seharusnya kamu lebih berani untuk melakukan 5 hal tersebut agar kamu tidak terjebak dalam friendzone lagi.