Language Barrier atau kendala bahasa kadang merupakan salah satu momok menakutkan oleh kamu yang akan atau sedang melanjutkan kuliah ke luar negeri, terutama ke negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris atau mayoritas penduduknya tidak fasih berbahasa Inggris seperti seperti Jepang, Korea, Cina, Jerman, Perancis, dan sebagainya. Pasti susah kan berinteraksi dengan orang lokal, mengurus urusan administrasi di negara tersebut dan melakukan segala hal yang menyangkut kehidupan sehari-hari di negara tersebut. Susah iya, stres kadang iya, tapi kamu juga bisa menemukan hal-hal seru dan pembelajaran untuk dikenang ketika kamu mengalami language barrier.

1. Kemampuan bahasa asing meningkat

Bahasa Indonesia sudah jago dari lahir, Bahasa Inggris sudah jago juga, bahasa yang lain gimana? Ketika kamu mengalami language barrier, kamu pasti pengin ngerti kan apa yang dimaksud lawan bicaramu atau tanda-tanda di tempat umum yang menggunakan bahasa lokal. Nah saat kamu mencari tahu, kamu akan belajar bahasa negara tersebut dan berarti sedikit demi sedikit kamu belajar bahasa baru. Makin lama kamu makin banyak tahu dan mungkin akan fasih berbicara bahasa lokal tersebut. Selain itu, di luar negeri, kamu akan lebih sering menggunakan bahasa Inggris dibanding bahasa Indonesia, jadi kemungkinan juga bahasa Inggris kamu akan lebih jago dari sebelumnya.

2. Melakukan hal lucu dan konyol

Karena tidak mengerti arti dari bahasa lokal di negara tersebut, mungkin sekali atau beberapa kali kamu akan melakukan hal lucu atau konyol. Suatu hari, kamu pergi ke supermarket untuk membeli minyak goreng. Di supermarket tersebut terdapat berbagai jenis barang, namun semuanya dalam bahasa lokal. Karena tidak mengerti bahasa lokal, kamu mengandalkan kemampuan mata yaitu melihat produk yang mirip minyak goreng dan membelinya. Setelah dipakai masak, minyak goreng tersebut membuat makanan terasa aneh. Kemudian kamu tanya teman kamu yang warga asli, and Jreeeeeeng, ternyata itu bukan minyak goreng tapi perisa makanan. Oops.. pantesan rasa makanan aneh dan kamu jadi bahan lawakan teman kamu.

3. Kemampuan menebak sesuatu meningkat

Advertisement

Karena tidak bisa berbahasa tersebut, kamu hanya bisa menebak maksud dari kata-kata bahasa asing tersebut. Sebagai contoh, di dalam kereta terdapat peringatan berisi gambar tanda orang tua memakai tongkat, orang menggunakan kursi roda dan ibu hamil. Kamu mungkin tidak mengerti jika hanya tulisan yang dipampang di kereta tersebut. Namun dengan melihat gambar diatas kamu bisa tahu bahwa itu berarti priority seat. Contoh lain lagi ketika kamu membeli makanan di restoran, pelayan restoran akan bertanya kamu akan makan di restoran tersebut atau take away, karena tidak mengerti bahasa lokal kamu akan hanya bengong dan bingung, pelayan restoran kemudian menggunakan bahasa tubuh dan bertanya kembali, kamu akan mengerti dan menjawab menggunakan bahasa lokal patah-patah atau bahasa tubuh.

4. Kamu ternyata lebih hebat dari yang kamu kira

You are strong! via http://www.modifikasi.com

Sebelum berangkat ke luar negeri, kamu pasti stres mikirin bagaimana kamu akan bertahan hidup di negara tersebut, kamu tidak fasih menggunakan bahasa lokal dan orang di negara tersebut tidak semua fasih berbahasa Inggris. Awal kedatangan kamu juga stres berat lihat tulisan dimana-mana memakai bahasa alien. Namun, lama kelamaan kamu terbiasa dan belajar bahasa baru. In the end, kamu bisa bertahan dan survived di negara tersebut, malah ternyata kamu bisa bahasa asing baru.

5. Mengalami miscommunication

Miscommunication is trouble via https://www.youtube.com

Miscommunication? Apanya yang seru sih. Seru dong, kalo miscommunicationnya berakhir lucu. Suatu hari, kamu pergi sama teman kamu yang warga lokal makan ke restoran. Kamu nggak terlalu bisa bahasa lokal, teman kamu nggak terlalu bisa Bahasa Inggris. Kemudian, pelayan restoran menyajikan daging yang terlihat sangat lezat. Karena kamu gak tahu itu daging apa, kemudian kamu tanya ke temen kamu "What kind of meat is this?" dan teman kamu menjawab "It's dog", kamu pun kaget dan shock. Terus kamu pastiin lagi ke teman kamu apa yang dia maksud beneran daging anjing. Ternyata maksud dia "Duck" alias daging bebek, cuma spelling dia yang salah. Fiuh… untung deh.

6. Menjadi orang yang lebih bersyukur

Ketika mengalami kendala bahasa, kamu pasti kesusahan dan struggling dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti membaca dokumen-dokumen administrasi, tersesat di jalan, dan sebagainya. Solusi dari masalah tersebut adalah bertanya ke orang lokal, entah teman kamu yang warga lokal ataupun stranger yang kamu temui. Nah menyadari bahwa masih ada orang-orang baik yang membantu kamu dalam kesusahan pasti membuat kamu lega dan lebih bersyukur dalam hidup ini.