Liburan merupakan hal yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau bisa liburan bareng sahabat. Bisa seru-seruan bareng, gila-gilaan bareng tanpa ada yang jaim alias jaga image. kalau liburan bareng sahabat, keseruannya saja sudah dirasakan sewaktu masih buat list objek wisata yang bakalan dikunjungin, pesan tiket, hotel, dan tukar menukar uang ke money changer (jika liburan keluar Indonesia).

Nah, kali ini kita bakalan bahas keseruan waktu liburan bareng sahabat ke Thailand. Mulai dari bahasanya yang buat bingung, tulisannya juga melingker-lingker, macetnya juga parah, street food yang juara, objek wisatanya keren abisss, dan yang gak boleh ketinggalan ketemu sama bule-bule yang cakep.

1. Tiba di Bandara Don Mueang

Bandara Don Mueng via http://travelawan.com

Di bandara saja keseruan nya mulai bertambah. Mulai dari coba-coba wifi, beli sim card untuk internet yang katanya bisa untuk seminggu ternyata sehari saja kuotanya langsung ludes. Dapat supir taxi yang nggak bisa bahasa Inggris dan baca alphabet juga nggak bisa. Bapaknya kalau bicara teriak-teriak, sehingga kami yang di taxi merasa seperti dimarahin. Sepanjang perjalanan menuju hostel cuma diam membisu sambil lirik-lirikan. Was-was bapaknya tahu nggak alamat hostel kami dimana.

2. Akhirnya Hostelnya Ketemu

Blue Jasmine Hostel via http://booking.com

Setelah muter-muter sambil minta bantuan sama supir taxi yang ngerti bahasa Inggris, akhirnya hostel kami ketemu.

Sewaktu mau bayar uang taxinya, eh bapaknya masa mau naikin harga nya beda sama di argo. Diargo hanya 300 Baht diminta 500 Baht. Untungnya ada teman yang sikap untuk langsung menolak. Wajib telitilah kalau masalah bayar-membayar.

3. Petualangan Dimulai Dari Objek Wisata di Sekitar Hostel

Advertisement

Setelah istirahat sebentar, kami langsung mulai jalan mengunjungi objek wisata sekitar hostel. Bermodalkan info yang sudah di-searching sebelum berangkat ke Thailand, kami jalan kaki dari satu tempat ketempat lain. Kalau bingung, tanya langsung ke penduduk yang ketemu di jalan.

Tempat yang dikunjungi adalah The Golden Mount, Giant swing. Kemudian kami menuju China Town menggunakan tuk-tuk. Banyak yang bilang kalau pakai tuk-tuk suka dibohongin tentang harganya. Kami coba-coba tawar saja semurah mungkin. Tuk-tuk yang biasanya jumlah penumpangnya 2-3 orang kami ubah jadi lima orang. Kami desak-desakan dalam satu tuk-tuk. Sewaktu tuk-tuk yang kami tumpangi berpapasan dengan tuk-tuk yang lain, penumpang yang lain tertawa melihat tingkah kami.

4. Seharian yang Diisi dengan Berkeliling Bangkok

Untuk menghemat waktu, kami menyewa mobil untuk berkeliling. Jadi, pagi-pagi kami sudah berangkat dari hostel langsung menuju Wat Pho, tempat wisata dimana ada patung Buddha yang berbaring didalamnya. Lanjut ke Candi Marmer, Madame Tussaud Museum, dan malamnya ke Khaosan Road. Kami kembali menggunakan tuk-tuk menuju Khaosan Road, dan jumlah kami menjadi enam orang dalam satu tuk-tuk. Mana supir tuktuknya juga heboh waktu mengendarainya, ngebut nya luar biasa. Kami pun tertawa melihat bapaknya semakin ngebut juga.

5. Tujuan Terakhir Menuju Pattaya

Walking Street via http://seanyoungblog.com

Tiba di Pattaya siang hari, kami keliling sekitar hostel. Kami coba-coba naik angkutan umum disana, namanya juga tuk-tuk tapi ukurannya lebih besar dari pada yang di Bangkok. Kami pasrah saja mau dimana kemana sambil ketawa-ketawa. Karena makin lama makin jauh, kami iseng bertanya sama penumpang lain alamat walking street. Akhirnya kami berhenti di walking street. Berhubung masih sore jadi tempatnya masih sepi.

Kami keliling sambil jajan street food dan nongkrong di tepi pantai. Semakin lama pengunjung di pantai sekitar walking street semakin banyak. Kami sibuk menonton tingkah tourist di sekitar pantai. Sampai ada teman yang heboh waktu melihat bule kissing dan bermesraan di depan kami.

Hingar bingar musik terdengar dari walking street. Kami pun langsung menuju kesana karena penasaran suasana disana. Selama disana kami cuma bisa geleng-geleng kepala melihat kondisinya kadang kaget melihat aktivitas yang ada disana. Sampai ditawari paket untuk masuk ke Club, kami langsung melarikan diri.