Dulu kamu meninggalkan dia, tersakiti dan terlupakan. Dulunya kamu membuang dia karena dia tidak lagi pantas di mata kamu. Dia yang masih sangat menyayangimu tidak sanggup melepaskan kamu begitu saja. Ingatan dia akan kamu masih membekas sangat dalam pada dirinya.

Hampir setiap malam dia menangisi kamu, berusaha mengikhlaskan kamu. Dia ingat, dia hampir merelakan segalanya agar kamu kembali lagi ke pelukannya. Saat dia tahu tekadnya sia-sia, dia mencoba balas dendam padamu dengan berusaha terlihat baik-baik saja bahkan lebih bahagia daripada kamu.

Butuh waktu cukup lama untuk menyadari sikapnya salah. Ketika dia berusaha balas dendam, dia malah menemukan kebahagiaannya sendiri. Saat ini, apabila kamu bertemu dengannya lagi, dia terlihat 180 derajat berbeda daripada dia yang dulu kamu ingat. Perbedaannya adalah: dia lebih bahagia tanpamu.

 

1. Dulu Dia Rela Mengorbankan Hidupnya Demi Kamu, Sekarang Dia Memiliki Banyak Prioritas Hidup yang Lain

Sekarang, dia memiliki kehidupan yang lebih seimbang. Karir, teman, keluarga, dan dirinya sendiri. Mereka semua menyayangi dia sebagaimana dia menyayangi mereka. Kini dia meluangkan waktunya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hidupnya.

Saat dia masih bersama kamu, dia melupakan teman-temannya, memusuhi keluarganya, dan mengabaikan karirnya agar bisa membahagiakan kamu. Kini dia sadar saat kamu menunjukkan dia betapa tidak berartinya dia bagi kamu, itulah sebabnya dia memberanikan diri untuk move on.

“Bila pria mendapatkan seorang Lovable Lady yang berkualitas, mereka tentu tak akan menyia-nyiakannya. Ibaratnya, mereka sudah menemukan wanita yang tak biasa, yang punya banyak keunggulan, yang bisa membuat dia bangga saat berjalan bersama Anda.” (Buku The Lovable Lady Formula, halaman 214)

2. Dulu Dia Berusaha Membentuk Dirinya Seperti yang Kamu Mau, Sekarang Dia Belajar Untuk Tetap Jadi Dirinya Sendiri

Dulu segala hal yang dia lakukan semata demi menyenangkan kamu. Jika kamu tidak bahagia, dia akan frustasi dan merasa dirinya tidak berguna. Meski begitu, kamu tetap meninggalkan dia, bukan?

Itulah sebabnya, dia belajar untuk menjadi dirinya sendiri yang terbaik bagi semua orang. Dia tidak lagi peduli dengan cemoohan orang lain, karena dia tahu cemoohan mereka mengingatkannya padamu yang sedang dia lupakan. Ya, dia memang masih belajar dan memperbaiki kekurangannya di sana-sini, tetapi dia berkembang menjadi dirinya seperti yang dia mau, bukan kemauanmu.

“Seorang Lovable Lady justru akan menantang dirinya melakukan banyak hal baru, termasuk hal-hal yang sebelumnya dia anggap tidak bisa. Semakin mencoba banyak hal, semakin Anda tahu bakat yang Anda miliki.” (Buku The Lovable Lady Formula, halaman 223)

3. Dulu Dia Selalu Pasrah dan Rela Menerima Perlakuan Buruk Darimu, Kini Dia Tidak Lagi Membiarkan Orang Lain Memperlakukan Dia Seperti Itu Lagi

Karena dia menggantungkan kebahagiaannya padamu, dia rela diperlakukan semena-mena oleh kamu. Kamu menyia-nyiakan dia dan lupa menghargai dia sebagai pasangan kamu, sebelum kamu benar-benar meninggalkan dia. Dia merasa hampa dan ingin mati saja. Karena buat apa dia hidup jika sumber kebahagiaannya telah pergi meninggalkannya?

Namun, sekarang setelah dia banyak belajar dan menyadari bahwa masih banyak orang yang menyayanginya, dia paham kamulah yang sebenarnya tidak layak mendapat kasih sayangnya. Sekarang dia tahu tidak ada orang yang lebih pantas mendapat perlakuan terbaik darinya selain dirinya sendiri.

“Perlu berapa kali Anda melanggar hak diri Anda karena “telanjur sayang” kepada orang lain, sampai Anda tersadar bahwa Anda pun seharusnya menyayangi diri Anda sendiri dengan membangun pertahanan berupa standar dan harga diri?” (Buku The Lovable Lady Formula, halaman 198)

4. Dulu Dia Hanya Memikirkan Masa Depannya Bersama Kamu. Sekarang Dia Belajar Membangun Masa Depannya Sendiri yang Lebih Cerah

Kamu hanyalah variabel kecil yang dia harus buang agar dia bisa membangun masa depannya yang lebih cerah. Bagaimana tidak? Saat kamu masih bersamanya, kamu sering menertawakan impiannya, menghalangi dia melakukan apapun yang membuatnya bahagia.

Sekali pun dia ingin membangun masa depannya bersama kamu, hati kecilnya tahu kamu sama sekali tidak mempertimbangkan dia dalam masa depanmu. Meski tidak mudah, dia tersenyum melihat masa depan yang sedang bangun susah payah. Karena dia tahu dia membangunnya hanya untuk dirinya dan orang yang menyayanginya.

“Memiliki mimpi yang tinggi itu penting, tapi yang jauh lebih penting adalah perjalanan menuju ke sana. Kebanyakan wanita hanya memiliki impian 10 tahun ke depan, tapi tidak memikirkan jalur menuju sana dan bagaimana dirinya melatih kualitas untuk mencapainya.” (Buku The Lovable Lady Formula, halaman 212)

5. Dulu Dia Berpangkutangan Menanti Kamu Membahagiakannya, Sekarang Dia Bekerja Keras Untuk Membahagiakan Dirinya Sendiri

Dia tidak sabar menanti kamu membawanya menuju kebahagiaan yang dia idam-idamkan, sebelum kamu menghancurkan angan-angannya. Makanya, sekarang dia berjanji pada dirinya dia tidak akan menggantungkan masa depan dan kebahagiaannya pada siapa pun.

Kamu boleh saja menganggap dia kesepian karena dia tidak punya siapa-siapa yang bisa membahagiakannya, tetapi bukankah itu malah membuktikan dia telah berubah menjadi lebih tangguh di luar ekspektasi kamu.

“Anda perlu punya keyakinan teguh bahwa kebahagiaan Anda adalah tanggung jawab pribadi, bukan tanggung jawab keluarga, teman ataupun pasangan. Keyakinan seperti itulah yang membuat Anda lebih berani memilih pasangan hidup, karena Anda bisa yakin kebahagiaan hubungan itu ada di tangan Anda.” (Buku The Lovable Lady Formula, halaman 186)

6. Sekarang, Ketika Dia Teringat Lagi Denganmu, Dia Hanya Tersenyum dan Justru Berterima Kasih Padamu

Jika dia mulai merasa hampa dalam kesendiriannya, dia sadar bahwa tidak ada seorang pun yang sanggup mengisi kekosongannya selain dirinya sendiri. Ketika dia kembali teringat dirinya yang tidak berharga saat bersama kamu, dia sadar kamu bukan orang yang tepat untuknya, bahwa nantinya, cepat atau lambat, pasti akan ada pria yang paling tepat menjadi pendampingnya. Sekarang dia paham bukanlah tugas dia untuk membahagiakan kamu.

Dia menemukan keberanian untuk menertawakan dirinya sendiri atas tindakan bodohnya dulu saat masih bersama kamu dulu. Fokusnya saat ini adalah mencintai dirinya sebesar mungkin lalu membagi seluruh cintanya kepada semua orang yang dia temui.

Apakah dia masih merindukan kamu? Tentu saja. Namun kamu hanyalah pengingat dia bahwa tanpa kamu, dia tidak akan menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Dia berharap kamu baik-baik saja di luar sana, menemukan kebahagiaanmu sendiri juga seperti dia menemukan kebahagiaan dia.

“Anda selalu disajikan pilihan apakah ingin lovable atau tidak. Pilihan-pilihan yang lebih lovable tidak selalu lebih mudah. Kadang Anda mungkin butuh keluar dari zona nyaman untuk jadi lovable. Kadang Anda perlu menyangkal ketidakpercayaan Anda pada diri sendiri […] Ketika hari itu tiba, dan bila Anda terus-menerus memilih tindakan berdasarkan mana yang paling nyaman Anda lakukan, otomatis perjalanan Anda menjadi Lovable Lady terhambat.” (Buku The Lovable Lady Formula, halaman 242)