1. Cahaya nya dihasilkan oleh sinar dingin, berwarna merah pucat, kuning atau hijau

Kuning warna cahaya kunang-kunang via https://www.google.com

Kunang-kunang merupakan serangga yang mengeluarkan cahaya yang jelas saat malam hari, cahaya ini dihasilkan oleh “sinar dingin” yang tidak mengandung ultraviolet maupun sinar inframerah, memiliki panjang gelombang 510-670 nanometer, dengan warna merah pucat, kuning atau hijau dengan efisiensi sinar sampai 96%, namun yang kerap saya jumpai warna kuning dan hijau.

2. Ada lebih dari 2000 spesies kunang-kunang

spesies kunang-kunang via https://www.google.com

Terdapat lebih dari 2000 spesies kunang-kunang yang mana termasuk dalam golongan lampyriade yang merupakan familia dalam ordo kumbang Coleoptera, kunang-kunang bisa ditemui di daerah empat musim dan daerah tropis di seluruh dunia.

3. Sinar juga sebagai tanda mengenali atau tanda kawin

sinar kunang-kunang via https://www.google.com

Advertisement

Ternyata, untuk memberi tanda agar saling mengenali atau untuk memberi tanda kawin, kunang-kunang harus memancarkan sinar dengan menggunakan panjang gelombang sinar yang berbeda yang mana tergantung pada spesiesnya, kunang-kunang jantan yang mulanya menyorotkan sinar untuk menarik sang betina, sementara pada spesies lainnya, sang betina yang “memanggil”.

4. Bahkan cahaya yang terpancar untuk mempertahankan diri

Cahaya yang terpancar untuk kunang-kunang pertahanan diri via https://www.google.com

Tidak hanya untuk saling memberi tanda, kunang-kunang menggunakan cahaya untuk mempertahankan diri, mereka mengeluarkan sinar sebagai tanda pada musuh bahwa mereka bukan lah merupakan makanan yang lezat, fakta unik ini membuat saya cukup takjub dengan cara serangga satu ini mempertahankan hidup.

5. Kunang-kunang adalah kukunya orang mati, merupakan mitos yang berkembang

Mitos kunang-kunang via https://www.google.com

Tentu bukan hanya isapan jempol, kalau banyak yang percaya hal tersebut bahkan saya dulu hampir percaya, namun mitos tersebut dipatahkan dengan hasil penelitian dengan menemukan fakta bahwa adanya zat lucifer yang disebut luciferase (yang berasal dari bahasa latin lux ferre, yang berarti pembawa cahaya) dalam tubuh kunang-kunang yang dapat memproses reaksi dalam tubuhnya sendiri sehingga ia bisa mengeluarkan cahaya, dan tentunya dari penjelasan fakta pertama, dari sinar dingin.

Itulah beberapa fakta-fakta unik yang ada pada serangga cahaya si kunang-kunang, terjawab pertanyaan saya dari hasil pencarian di dunia maya tentang kunang-kunang yang kerap saya jumpai pada masa kanak-kanak dulu, hingga saya meluapkannya di dalam tulisan singkat ini.