Sebagus dan seindah apapun aku mencoba mengungkapkan, tetap tak ada kata yang tepat yang bisa menggambarkan betapa berartinya kalian dalam hidupku.. atau mungkin, betapa berjasanya kalian hingga aku bisa se-mandiri ini, saat ini.

Ma.. Pa.., ijinkan aku untuk mengutarakan sedikit saja yang ada di hati, bahwa aku begitu menyayangi kalian..

 

1. Aku Beruntung Bisa Lahir dan Dibesarkan oleh Kalian.

Sedari kecil, aku sudah menyadari kasih sayang kalian berdua. Ya, mama dan papa. Yang selalu bersabar merawatku, yang selalu bersabar melihat tingkah lakuku.

Kita memang hidup, di keadaan di mana semua serba pas-pasan. Tapi ada yang membuat kalian begitu istimewa untukku. Kalian selalu berusaha membuatku mendapatkan masa kanak-kanak yang sama seperti anak-anak pada umumnya. Tak bosankah kalian mendengar gerutu dan tangis ku saat meminta mainan yang sama mahalnya dengan temanku? Atau sepatu yang sama bagusnya dengan temanku?

Belum lagi tingkahku di masa kecil yang penuh keegoisan. Menangis kujadikan senjata agar kalian memenuhi setiap pintaku.

2. Tak Bisa Ku Pungkiri, Mungkin Banyak Luka Dulu Tergores Disana.

Ah ya.. ingatkah kalian saat menasehati dan memarahiku dulu? Anak yang penurutkah aku? Aku ingat sekali bagaimana caranya aku memicikkan mata, melirik benci pada kalian setiap kalian menasehatiku.

Ma, sudah berapa banyak luka dihatimu yang tercipta karena kata-kata ku? Aku ingat sekali, saat adu pendapat, rasanya ini adalah pertandingan dimana aku harus bisa menyaingi kata-katamu. Masih ingatkah?

Pa, sering rasanya aku tidak memperdulikanmu. Bisa dituruti dan dibiarkan sibuk sendiri saja sudah cukup menyenangkan bagiku.

Terkadang aku tersenyum sendiri. Di usia yang sedewasa ini, aku menyadari betapa kalian sangat-sangat menyayangi aku. Tidak kalian hitung berapa banyak pedih yang ku buat pada kalian saat kalian mendidik ku dulu. Perlahan aku mulai ingin membalas satu-persatu rasa sayang yang kalian berikan. Tentunya dengan segala yang ku bisa.

3. Semua yang Kudapat, Bukan Karena Hebatku. Melainkan Karena Kalian.

graduation

graduation via http://ncsasports.org

Coba kulihat. Perjalananku dari semasa kecil. Dari studiku semenjak TK-SD-SMA, hingga akhirnya lulus, tak mungkin kudapat kalau bukan karena bimbingan kalian.

Semuanya yang kupakai untuk mendapatkan hasil seperti sekarang ini, dari kalian. Bukan hanya materi. Sama sekali bukan. Aku butuh mental yang kuat juga untuk menghadapi dunia di luar sana, dan itu yang selalu kalian ajarkan padaku. Kalian pasti tahu, dunia diluar sana begitu keras, penuh penolakan dan bisa menghancurkan aku yang rapuh. Tapi itu tidak terjadi karena kalian memenuhiku dengan banyak motivasi.

Ma.. Pa.. , ingatkah kalian dengan kata-kata ini:

"jangan minder..jika kamu bisa duduk satu tempat dengan mereka, itu artinya kamu setara dengan mereka.."

atau

"ya, dia anakku.. sudah sekolah, sudah ini, sudah itu.."

 

Prestasi sekecil apapun yang kubuat selalu bermakna untuk kalian. Tidak ada yang kalian remehkan. Tidak ada. Dan itu yang membuatku tetap kuat melawan arus diluar sana. Karena aku tahu, kalian menanti kepulanganku dengan harapan aku baik-baik saja.

 

4. Aku Ingin Jadi Bagian Indah di Hari Depan Kalian.

Ma.. Pa.., berlebihankah kalau aku ingin membalas setiap kebaikan kalian? Tak usah kalian tanyakan bagaimana caraku. Sudah cukup 'bekal' yang kalian berikan padaku dari dulu.

Kini, aku ingin membahagiakan kalian. Lewat studi-studiku, karir, dan masih banyak lagi. Sama seperti kalian, yang menjadi tempat berpulangku saat dunia mungkin tak berpihak padaku, kini, jangankan hanya raga... jiwa pun aku berikan untuk menggapai semua hal yang bisa membuat kalian bangga di luar sana.

Aku akan terus berjuang untuk membuat kalian bangga. Banyak memang cita-cita hebat diluar sana, tapi tak sehebat dan seindah melihat senyum diwajah kalian berdua.

5. Nama Kalian Selalu Mengalun Indah Dalam Doaku.

Tidak ada yang bisa menyempurnakan tiap usahaku, selain doa. Ku tahu, Sang Maha Pencipta mendengar setiap pintaku. Ku sematkan nama kalian berdua, tak bosan-bosannya kusebut dalam doaku. Mulai dari kesehatan, rejeki, umur panjang, lantunan doa itu berulang mengisi keheningan kamarku.

Kalian orangtua terbaik. Aku beruntung memiliki kalian. Aku beruntung pernah ada, dan dibesarkan kalian.