Tidak semua cerita berakhir manis. Kita perlu merasakan jatuh agar memahami arti sakit dan belajar untuk tidak terjatuh pada keadaan yang sama. Hanya saja ketika bicara hati, tidak mudah untuk move on setelah banyak kenangan manis telah dilewati bersama. Jadi harus bagaimana untuk bisa move dari keadaan dilematis ini? Check it out, guys!

1. Semua Diawali dengan Tekad yang Kuat

Today I am Moved On via http://31.media.tumblr.com

Untuk memulai hal baik tentu dimulai dari niat yang baik. Tanpa niat, semua akan tak berarah dan tak ada kepastian dalam perjalanannya. Niatkan hati untuk belajar move on dan belajar memafkan keadaan yang salah. Eits, memaafkan bukan berarti kembali, lho. Tapi, belajar untuk lebih dewasa dan tidak terjatuh pada keadaan yang sama kedua kalinya.

2. Introspeksi, Introspeksi, Introspeksi

Coba dalami dirimu dan temukan apa sebenarnya yang kamu cari dan inginkan. Suatu reaksi terjadi karena adanya aksi, adapun perpisahan tentu ada faktor dari diri kita ataupun mantan. Jangan sepenuhnya menyalahkan mantan. Kesalahan ada akhirnya akan mengajari kita, bagaimana diri kita sebenarnya dan apa yang kita butuhkan selama ini.

3. Saatnya Menyibukkan Diri dengan Hal-Hal Berkualitas

Advertisement

Membantu sesama via http://www.ilovecapetown.com

Sembari kita membiasakan diri dari keadaan sendiri, toh pada dasarnya kita tidak sendirian, kok. Masih ada teman, keluarga, organisasi dan berbagai hal baik atau bermanfaat lainnya yang barangkali kamu negasikan sewaktu masih pacaran. Sekarang saatnya kamu memperbaiki diri, berbaur sama sekitar dan bermanfaat buat sekitar. Misalnya, membantu masyarakat sekitar atau ikut organisasi menolong sesama yang membutuhkan. Mulia, bukan?

4. Nggak Perlu Stalking Kehidupan Mantan, Jadilah Versi Terbaik Dirimu dan Bukan Membandingkan!

Buat apa masih kenang ataupun stalking mantan? via http://cararahasia.com

Saat seseorang belum bisa move on, ada sisi rindu yang terpendam yang bertentangan dengan logika. Rindu ini berseberangan dengan segala alasan perpisahan. Maka saat itulah kita memilih untuk stalking sekalian mencari tahu sudah sebahagia apakah ia hidup tanpa kita.

Omong kosong memang "Aku nggak bisa hidup tanpamu." Apalagi saat dia sudah bahagia bersama orang lain. Tapi lihatlah, bukankah itu hanya akan menambah beban di hati? Jika dia mencintaimu dia tidak akan membiarkanmu luka dan tambah luka seperti ini? Bagaimana orang lain dapat mencintai kita jika kita dengan mudah menyakiti diri sendiri? Sering kali orang terluka bukan karena perilaku orang lain seperti yang di sangka, melainkan kita terluka akibat harapan yang kita pupuk yang kian membesar dan tinggi. Untuk itu, fokuslah menjadi lebih baik dari hari kemarin, bukan berpatokan pada orang lain.

Cobain langkah di atas, teman! Silakan update progress-nya juga di kolom komentar nanti 🙂

5. Terakhir, Sukses dan Buktikanlah Kamu Berhak untuk Bahagia!

Setelah serangkaian tips diatas kamu lakukan, raihlah impianmu. Jangan lakukan untuk membuat mantan menyesal, melainkan untuk membuat dirimu dan orang-orang yang menyayangimu menjadi bangga!

Ingat, kamu berhak untuk bahagia bersama orang yang tepat. Kesuksesan akan membuatmu menemukan orang-orang baru. Tanpa luka, kita tak akan tahu apa itu perih dan tak akan membiarkan orang lain merasakannya pula. Bersyukurlah. Kesuksesan ini akan membayar lunas setiap perih yang kamu rasakan. Tunjukan kamu bahagia atas pilihan masa lalumu, walau dengan perpisahan.

Nah, harus tetap melangkah maju, ya. Banyak hal yang menanti di depan untuk kamu raih. Perjalanan ini masih panjang dan banyak yang menantimu untuk bangkit dari keadaan. Yuk, segera move on!

NB: Tulisan ini juga aku persembahkan buat seorang teman, Iga. Semoga cepet move on, ya 🙂