Tidak sedikit hal buruk lahir karena kita tidak bertindak dan menganggap hal tersebut bukan urusan kita. 
Sekecil apapun tindakan kita untuk hal yang baik telah membuktikan bahwa kita tidak setuju dengan hal buruk.
Semua perubahan besar lahir dari tindakan kecil. Berpartisipasilah dalam tindakan kecil tersebut yang menciptakan perubahan besar.

 

1. Kak Seto masih sering kita lihat di layar televisi membawakan acara anak

Dulu sekitar tahun 80-90an dan awal tahun 2000 kita masih dapat menjumpai siaran yang memang ditujukan bagi anak. Kak Seto masih sering kita lihat di layar televisi membawakan acara yang mengedukasi dan menginspirasi anak-anak. Kita juga masih dapat mendengar lagu anak-anak. Tak jarang pada jam tertentu kita sudah mempersiapkan diri untuk menonton siaran yang kita tunggu-tunggu.

 

2. Kini di era Reformasi, kita tidak lagi dikekang oleh pemerintah

Kini di era Reformasi, kita tidak lagi dikekang oleh pemerintah. Namun hal tersebut justru malah tidak dapat membuat kita mandiri. Dimana lagi kita dapat melihat siaran anak di stasiun televisi? Apakah di era Reformasi sekarang ini pemerintah harus memaksa stasiun televisi untuk mewajibkan tayangan televisi khusus anak-anak? Apakah hal ini terjadi karena tidak ada paksaan bagi stasiun televisi untuk memberi ruang bagi tayangan anak-anak? Mungkin saja pihak televisi menganggap tayangan bagi anak-anak tak menghasilkan keuntungan besar jika dibandingkan dengan siaran lainnya.

 

3. Menayangkan sinetron yang bertema cinta anak sekolahan

Pada tahun 2004 hingga sekarang kita melihat ada gejala yang sangat mengerikan. Sebagian stasiun televisi menayangkan sinetron yang bertema cinta anak sekolahan (SMA/SMP). Bahkan yang memerankan sinetron-sinetron tersebut masih merupakan anak-anak di bawah umur. Pertanyaannya ialah seberapa penting tema cinta/pacaran tersebut bagi anak-anak? Tidak adakah tema lain yang lebih bermanfaat bagi pertumbuhan psikologi anak? Bisa saja tema cinta lebih mendominasi layar kaca karena lebih menguntungkan bagi pihak tertentu.

 

4. Kita sudah dapat merasakan dampak negatif dari siaran yang tidak mengedukasi

Dampak negatif dari sinetron

Dampak negatif dari sinetron via http://cdn.klimg.com

Sekarang kita sudah dapat merasakan dampak negatif yang berawal dari siaran yang tidak mengedukasi atau menginspirasi anak-anak Indonesia. Tidak jarang kita mendengar bahwa anak SD atau SMP sudah ciuman bibir bahkan berhubungan seksual. Hal itu memang bukan disebabkan hanya satu faktor saja. Hal ini juga tidak dapat dipungkiri dapat terjadi karnea tayangan televisi masih minim tayangan-tayangan yang bersifat edukatif dan inspiratif.

 

5. Salah satu tindakan yang dapat kita lakukan ialah mendukung petisi ini

Apakah kita masih menganggap isu ini tidaklah penting? Apakah kita masih akan tetap berdiam dengan kenyataan ini? Menyelamatkan anak Indonesia berarti menyelamatkan masa depan Indonesia. Maka dari itu, kita harus bertindak memperjuangkan siaran televisi bagi anak Indonesia. Salah satu tindakan yang dapat kita lakukan ialah mendukung petisi ini :

https://www.change.org/p/perjuangkan-siaran-televisi-bagi-anak

Dengan menandatangani serta menyebarluaskan petisi tersebut dukungan terhadap gerakan anak akan menghasilkan perubahan yang lebih baik. Mari menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik!