Menyatukan dua sosok manusia bukanlah hal yang mudah, meskipun itu juga bukan hal yang mustahil. Kenapa bisa begitu? Karena setiap manusia memiliki ego masing-masing. Selama tidak ada yang mau mengalah, selama itu pula setiap permasalahan tidak akan ada penyelesaiannya. Bahkan oleh cinta sekalipun.

Orang boleh saja bilang kalau cinta akan menyatukan perbedaan yang ada. Namun hal tersebut perlu proses yang bisa jadi memakan waktu yang tidak sebentar. Seperti halnya dalam pernikahan. Meskipun kamu sudah lama berpacaran dengan suami/istrimu, tidak menutup kemungkinan tahun-tahun awal pernikahanmu akan diwarnai dengan perdebatan yang berujung pada tangisan. Kamu bisa saja beranggapan bahwa kamu sudah mengenal baik pasanganmu, tapi kehidupan setelah kalian menikah sangatlah berbeda dari saat kalian pacaran. Semua yang kalian tutup-tutupi ketika pacaran dulu, akan segera tampak ketika kalian sudah menikah.

Lantas permasalahan apa saja yang seringkali muncul di masa-masa awal pernikahan?

Berikut kami sajikan beberapa diantaranya.

1. Menentukan Menjadi Wanita Karir atau Ibu Rumah Tangga

wanita karir atau ibu rumah tangga via http://melindahospital.com

Ini adalah permasalahan klasik yang akan terus muncul sampai kapanpun juga. Si laki-laki menginginkan istrinya mengurus rumah tangga dan menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya. Sedangkan si perempuan memiliki ijazah pendidikan tinggi yang “sayang” kalau tidak terpakai.

Kalian bisa saja dengan mudah mengatur kesepakatan sebelum kalian menikah. Akan tetapi dengan dinamika yang ada, setelah kalian menikah nanti kesepakatan tersebut bisa ditinjau ulang bahkan dihilangkan. 

2. Tinggal Dirumah Orang Tua atau Mertua

tinggal dimana yaa? via http://2.bp.blogspot.com

Advertisement

Ketika situasi belum memungkinkan untuk memiliki rumah sendiri, mungkin mengontrak rumahatau indekost bisa menjadi solusi. Tapi lain cerita kalau kalian tidak sedang berada di perantauan. Orang tua yang masih terlampau sayang kepada anaknya biasanya akan tetap menyuruh anaknya untuk tinggal dirumah sambil menunggu punya rumah sendiri.

Disitulah lantas muncul permasalahan yaitu dimana kalian akan memilih untuk tinggal. Si suami ingin lebih berbakti kepada orang tuanya. Sedangkan istri merasa tidak nyaman kalau tinggal bersama mertua. Kalau tidak ada yang mau mengalah, bisa-bisa pernikahan hanya tinggal status saja.

3. Penyesuaian Dengan Keluarga yang Baru

susah menyesuaikan diri via https://cdns.klimg.com

Menikah itu bukan hanya menyatukan kamu dengan pasanganmu, tapi juga menyatukan keluarga kamu dan keluarga pasanganmu. Pasti akan ada saatnya kamu merasa tidak cocok dengan salah satu anggota keluarga pasanganmu. Dan hal itu bisa memicu permasalahan sebab kamu dianggap tidak mampu beradaptasi dengan keluarga pasanganmu.

4. Mengatur Anggaran Rumah Tangga

mengatur anggaran via https://www.maxmanroe.com

Masalah uang memang hal yang sensitif. Termasuk dalam kehidupan berumah tangga. Banyak perpecahan yang timbul dalam kehidupan berumah tangga karena masalah keuangan. Kebanyakan yang mengatur keuangan dalam keluarga adalah istri. Namun kalau suami juga merasa pandai dalam hal mengatur keuangan, biasanya akan memicu perdebatan dalam menentukan anggaran rumah tangga. Apalagi kalau keduanya sama-sama memiliki penghasilan. 

5. Menentukan Skala Prioritas Kebutuhan

rumah atau mobil via http://rightsolutionrealty.com

Membedakan keinginan dan kebutuhan bukanlah hal yang mudah. Seringkali keinginan kita anggap sebagai suatu kebutuhan sehingga harus disegerakan. Hal ini jelas bisa menimbulkan perdebatan yang serius. Apalagi untuk kalian yang menikah muda. Ego yang masih cukup tinggi bisa membuat permasalahan ini tidak menemukan titik temu untuk penyelesaiannya.

6. Waktu Mengurus Anak

lelah mengurus anak via https://img.okezone.com

Memiliki anak merupakan cita-cita setiap pasangan yang telah menikah. Sekalipun itu membahagiakan, ada kalanya juga datang kejenuhan. Khususnya ketika usia anak masih kurang dari 3 tahun dan itu anak pertama dimana semua hal yang kalian rasakan merupakan hal baru dalam kehidupan kalian.

Si istri sudah jenuh karena seharian mengurus si kecil dan butuh “me time”. Sedangkan suami capek karena baru pulang kerja dan ingin beristirahat santai dirumah. Dan karena itu, biasanya yang terjadi adalah cekcok karena merasa “paling capek”.

Permasalahan-permasalahan diatas biasanya terjadi di fase-fase awal pernikahan. Banyak yang bilang bahwa untuk menemukan kekompakan dalam berumah tangga, setidaknya memerlukan waktu 5-8 tahun. Jadi kalau kalian sedang melalui fase-fase tersebut, sabar dan jalani saja. Tetap yakini kalau hal itu bakal terlewati dan semua akan indah pada waktunya.