Semua orang membutuhkan pasangan, entah untuk berbagi ataupun untuk menemani. Begitu pun aku, semenjak perpisahan kita bukan aku tidak mau membuka hati untuk orang lain ataupun kamu lagi. Tapi aku sedang berusaha untuk tidak jatuh ke lubang yang sama lagi, bukan aku trauma tapi inilah caraku untuk belajar dan waspada pada berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi.

 

1. Kesendirian mengajarkanku untuk selalu bersyukur..

Bagaimana pun juga luka yang kamu beri sangat menyakitkan, hingga aku lupa cerita cinta yang membahagiakan itu seperti apa. Dengan mudahnya kamu meninggalkan aku yang sudah bertahun-tahun merasakan pahit manisnya kehidupan, dengan wanita yang baru kamu kenal 1 bulan lalu.

Dengan kesendirianku saat ini aku bersyukur, karena kita masih dalam tahap berpacaran, belum menikah. Apa jadinya jika kita masih tetap bersama, tapi di belakangku kau mendua.

“ lelaki hebat akan menolak seribu wanita yang menggoda, demi satu wanita yang hebat di sampingnya ”.

2. Bagaimanapun tak ada sakit yang tidak ada obatnya.

Memutuskan untuk sendiri setelah terluka bukan hal mudah untuk dijalani, bertahun bersama ternyata membuat mu tak menghargai hubungan ini. Tapi Tuhan selalu menjajikan obat yang manjur untuk sakit yang umatnya terima.

kamu mungkin bahagia sekarang, tapi skenario kehidupan orang hebat sekalipun tidak akan pernah tahu. Bukan mendoakan tapi mengingatkan.

3. Jangan pernah datang lagi saat aku bahagia nanti.

Aku sedang berusaha mengobati rasa sakit yang kamu berikan, sedikit demi sedikit aku mulai menerima dengan ikhlas kenyataan pahit yang baru saja terjadi. Karena semua sudah punya jalannya masing – masing. Tidak ada satu orangpun yang tidak menangis saat orang yang paling dia sayangi pergi meninggalkannya, apalagi karena adanya orang ketiga.

Seribu alasan pun tidak akan aku terima, jika suatu saat nanti kamu memohon untuk kembali, karena saat itu terjadi aku sudah menemukan kebahagiaan dalam hidupku lagi. Entah dengan orang yang baru atau dengan kehidupanku ini.

4. Memaafkan itu pasti, tapi melupakan urusan nanti

Aku bukan belajar menjadi seorang yang pendendam, aku hanya belum bisa melupakan apa yang sudah terjadi. Memberi kata maaf memang mudah, tapi tidak dengan melupakan. Aku manusia normal seperti umumnya yang akan sulit melupakan kenangan. Dari kamu aku belajar memaafkan orang yang membuat kehidupanku berantakan, bagaimana rasanya ditinggalkan saat aku benar – benar ingin mempertahankan.

5. Penghianatan mengajarkan aku banyak hal yang tak aku tahu sebelumnya.

Tidak pantas jika seseorang meninggalkan pasangannya hanya karena hadir orang yang lebih baik dari pasangannya. Ini bukan hubungan anak kemarin sore yang masih labil, ini tentang janji kita dulu untuk selalu bersama. Aku tidak mau menyalahkan kamu sepenuhnya, taka da untungnya.

Kini ku biarkan diriku mencari kebahagiaannya sendiri tanpa harus mengusikmu lagi, sekeras tenaga aku berusaha melupakan semua kenangan pahit yang terjadi. Hanya ingin membuat kehidupanku lebih berarti.

6. Membuka hati untuk orang lain? Lihat nanti…

Mungkin kamu sekarang tertawa melihat aku yang sampai saat ini masih terlihat sendiri, aku bukan tidak bisa melupakan kamu, aku sedang menciptakan kehidupan yang jauh lebih baik saat kamu pergi. Terlihat bodoh ? jelas tidak, orang – orang mungkin berfikiran aku masih mencintaimu, mereka tidak akan pernah percaya. Akan ada pelangi setelah badai besar terjadi, dan aku percaya itu.

7. Aku tidak sendiri, karena setiap aku bersujud. Dekapan Tuhan lebih terasa di bandingkan dekapanmu.

Tak ada doa yang tidak di dengar, itu menjadi satu motivasiku untuk melanjutkan hidup. Untuk apa aku menyia – nyiakan hidupku untuk kamu yang berhianat. Toh, tuhan menjanjikan manusia dengan pasangannya masing masing.

Dengan hati yang ikhlas aku belajar membenahi diri dalam setiap langkah kehidupanku, belajar untuk menjadi lebih baik, karena setiap sujudku, saat itulah Tuhan mendekapku dengan erat. Dan memberi dorongan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.

 

 

“Karena dasarnya, cinta itu menguatkan, bukan menjatuhkan…

Walaupun aku tersakiti bukan menjadi alasanku untuk menghakimi...

Terimakasih karena kehilanganmu, aku semakin kuat dalam menjalani kehidupan ini..."