1. Memulai dari apa yang kita sukai

Laura Lazarus menyampaikan seminar

Laura Lazarus menyampaikan seminar via http://www.esaunggul.ac.id

Banyak orang terutama para pemula yang menganggap memulai bisnis itu susah dan ribet. Tapi tahukah kamu, memulai suatu bisnis itu sama dengan seperti saat kita jatuh cinta?. Hal ini diungkap oleh Adi Putera Wijaya dalam seminarnya yang bertajuk “Creativeness Create Your Own Be Innovative And Start Your Business”.

Adi mengungkapkan bagi siapa saja terutama anak muda hal yang pertama dilakukan saat memulai bisnis ialah mengibaratkan seperti saat pertama kali jatuh cinta yaitu harus mau atau tertarik dahulu terhadap suatu bisnis, karena jika kita ingin memulai sesuatu tentu saja harus ada interest (ketertarikan) terhadap sesuatu.

“Hal yang pertama kita lakukan dalam memulai bisnis itu seperti saat PDKT (pendekatan) saja, tau kan gimana kalau lagi PDKT kita harus sukai dulu hal apa yang menjadi alasan kita untuk PDKT tersebut. Begitu juga semua bisnis harus memulai dari yang kita sukai,” terang Adi, di Ballroom Aula Kemala, Esa Unggul, Jakarta Barat (12/06/2017).

2. Harus memiliki kualitas yang baik dalam memulai

Adi dan wahyu cara memeulai bisnis

Adi dan wahyu cara memeulai bisnis via http://www.esaunggul.ac.id

Advertisement

Hal yang kedua yang dilakukan seorang pemula saat memulai bisnis ialah harus jujur. Adi melanjutkan jika kita sudah memulai hubungan apa yang pertama kali dilakukan oleh seorang pasangan untuk mempertahankan hubungan yakni keduanya harus dapat jujur satu dengan yang lainnya. Begitu pun dalam berbisnis kita harus jujur sejauh mana kemampuan kita dalam memulai jangan memulai dengan hal yang besar namun kita tidak sanggup malah hal ini menjadi sebuah boomerang bagi anda yang akan mulai bisnis.

“Cinta itu harus jujur, what’s you love. Jangan bohongin diri sendiri dalam memulai bisnis, karena kita harus mengetahui keterampilan apa yang kita punyai, karena cinta saja tidak cukup. Perlu keterampilan kalau gak punya keterampilan hanya happy atau karena suka nantinya bisnis dan cinta kamu akan kalah banyak,” ujarnya.

3. Harus tahu kemana bisnis dijalankan

masalah apa saja yang dihadapi

masalah apa saja yang dihadapi via http://www.esaunggul.ac.id

Adi pun memaparkan hal ketiga yang menjadi pertimbangan seseorang dalam memulai bisnis ialah harus mengetahui marketnya. Sama seperti saat berpacaran, seseorang tentu harus mengetahui apa saja yang akan dilakukan saat berpacaran nanti apakah nanti target berpacaran hanya untuk asik-asikan saja, hanya memperkenalkan pada teman-teman atau memang untuk serius.

Dia pun mencontohkan cara mengetahui market yang kita butuhkan dalam bisnis itu ialah kita harus mengetahui masalah apa yang sedang dialami oleh konsumen atau market yang kita tuju. “Seperti saat ini kita kan tahu nih tentang masalah anak muda jaman sekarang kalau gak galau ya, gak bisa move on. Nah ini kan termasuk market yang bisa kita kembangkan menjadi sebuah bisnis, kita bisa membuat aplikasi cara cepat move on dalam tiga hari nah ini kan sebuah inovasi belum ada yang buat,” katanya.

4. memulai bisnis harus bisa move on

diserbu oleh peserta

diserbu oleh peserta via http://www.esaunggul.ac.id

Sementara itu, pembicara lainnya yakni Wahyu Raharjo pun menerangkan hal yang sama terkait memulai bisnis sama seperti saat jatuh cinta, namun Wahyu lebih mempersingkat penjelasannya dengan mengatakan memulai bisnis harus dapat melupakan kegagalan dalam membangunnya artinya kita harus bisa move on.

“Sama seperti pak Adi tadi bilang, memulai bisnis harus sama seperti saat jatuh cinta. Sama ketika sedang move on dari seseorang memulai bisnis start up itu harus dapat mengambil pengalaman dari setiap kegagalan yang kita lalui, artinya harus bisa move on,” ujarnya.

Ia pun menambahkan dalam memulai bisnis mental yang kuat sangat diperlukan bagi seorang enterpreneur pemula, perlu mental baja dalam mengambil segala resiko yang nantinya akan dihadap. Oleh karenanya, rasa minder, takut dan ragu harus dibuang jauh-jauh jika sesorang ingin menjadi enterpreneur yang sukses.

“Cara berfikir kita harus diubah, Gimana sih kita Dalam mulai berbisnis punya mental yang kuat, kalau kita takut susah ya gak bakal bisa memulai. Mental itu penting, kemudian evaluasi sangat penting dalam diri kita jika ingin memulai sebuah bisnis,” jelasnya.

5. Mulai lah bisnis dengan meningkatkan EQ dan SQ

Laura Lazarus

Laura Lazarus via http://www.esaunggul.ac.id

EQ dan SQ Dapat Tingkatkan Kretifitas Membangun Bisnis

Seminar kedua yang mengambil tema “Meningkatkan Kemampuan EQ dan SQ Mahasiswa Melalui Kegiatan Positif Kampus” menjelaskan korelasi antara kemampuan sesorang khususnya mahasiswa dalam membangun usaha yang baru saja dirintis. Dengan pembicara salah satu tokoh inovator Indonesia yakni Laura Lazarus seminar tersebut tampak diikuti dengan serius oleh para peserta yang hampir memenuhi ruangan Ballroom.

Menurut Laura EQ dan SQ secara bertahap akan mengembangkan daya imajinatif lewat kreatifitas yang disalurkan melalui otak, khususnya anak muda, EQ dan SQ ini digunakan untuk untuk membuat seseorang lebih inofatif.

“Meningkatkan IQ dan SQ perlu banyak gerak salah satunya itu ialah sambil mengikuti kegiatan organisasi yang postif bagi mahasiswa,” terangnya.

Mantan Pramugari Lion Air ini melanjutkan pentingnya membangun kreatifitas semenjak menjadi mahasiswa dikarenakan masa-masa saat menjadi mahasiswa merupakan waktu bagi para anak muda mengembangkan berbagai hal seperti daya kreatifitas dan kemampuan memimpin.

“Saat kuliah itu jika dimanfaatkan dengan baik oleh para mahasiswa dapat meningkatkan daya emosi diotak khusunya daya kreatifitas dan kemampuan memimpin sesorang sehingga nantinya mereka dapat dengan meudah melakukan inovasi dan kreatifitas dengan sangat baik,” ucapnya.

Kedepan ia berharap mahaiswa Esa Unggul dapat mengembang EQ dan SQ sesuai dengan kegiatan dan organisasi yang diikuti oleh mahasiswa. ” Mudah-mudahan, para mahasiswa disini bisa aktif dengan organisasi dan kegiatan positif kemahasiswaan, jangan sampai potensi diri masing-masing mahasiswa tidak dimaksimalkan saat mereka berkuliah,” tuturya.

Dua seminar wajib yang diselenggarakan oleh Universitas Esa Unggul ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai jurusan. Seminar yang berlangsung kurang lebih tiga jam ini berlangsung atratktif dan seru, terutama saat sesi tanya jawab dan penjelasan menarik dari pembicara yang mengajarkan tentang teknik bisnis yang baik dan benar.