Mendaki gunung dipercaya sebagai sebuah momen yang dapat melahirkan kebaperan seseorang (baca: baper/bawa perasaan). Sehingga tak jarang sepulang mendaki gunung para pendaki banyak yang berpacaran dan bahkan menikah. Sebenarnya, gunung adalah tempat yang cocok bagi para kaum hawa untuk menilai bagaimana karakter sesungguhnya dari pria incaranmu!

Dan inilah 5 alasan mengapa cowok yang hobi naik gunung itu bisa menjadi salah satu pertimbanganmu untuk mencari jodoh idaman. Check it out!

1. Karena terbiasa melalui rintangan berat di tempat mendaki, jiwa kepemimpianannya nggak perlu diragukan lagi

Dok. Pribadi via http://www.nayadini.com

Mendaki gunung tentu dapat memperlihatkan apakah seorang pria dapat mengemban tanggung jawab atau tidak. Contohnya, di dalam sebuah pendakian yang terdiri dari sebuah tim yang baik pasti ada pembagian tugas ini dan itu. Dari situ kita bisa melihat jiwa kepemimpinan pria tersebut dalam mengkoordinir tim.

Apakah ia memilih tidak memedulikan timnya dan memutuskan untuk jalan sendirian? Apakah dia adalah orang yang egois dan tidak mau membagi persediaan bekal kepada yang lain sementara stok bahan makan dan minum tim menipis? Apakah dia mau membantu teman yang mengalami cidera atau terkena musibah di saat pendakian? Apakah dia orang yang mau mendengarkan pendapat orang lain dan mampu mengayomi, karena di dalam satu tim pasti terdiri berbagai kepala dengan karakter yang berbeda-beda.

Apalagi saat mendaki gunung biasanya orang menjadi mudah emosi dan sifat aslinya menjadi terlihat. 

2. Sikapnya pada perempuan juga biasanya menjaga dan sangat ‘ngemong’

Dok. Pribadi via https://www.instagram.com

Advertisement

Kian hari, makin banyak wanita yang gemar mendaki gunung. Kejantanan seorang pria juga dapat dilihat dari bagaimana ia memperlakukan teman wanita dalam rombongannya. Bentuk perhatian yang diberikan bisa bermacam-macam, seperti membantu para wanita saat harus melewati medan yang sulit, membawakan keril ketika seorang wanita mengalami cidera atau tidak fit, dll. Dengan catatan, perhatian yang diberikan adalah rata untuk kesemua anggota wanita di dalam tim, Bukan hanya ke satu orang saja, sebab jika hanya ke satu orang namanya bisa jadi bukan perhatian, melainkan modus.

Terkadang, modus yang berlebihan ke satu wanita dapat mengganggu kenyamanan anggota tim yang lainnya. Jangan sampai pria ini hanya mau memberikan perhatian dan perbekalannya ke satu orang itu saja dan melupakan anggota yang lain.

Bagi saya, jenis pria yang baik ada dua. Pertama, yang baik kepada semua wanita. Hal ini bisa mencerminkan bagaimana ia memperlakukan ibunya di rumah. Namun berbahaya karena dapat meningkatkan kebaperan kepada kaum hawa. Kedua, yang baiknya hanya kepada yang dia suka saja. Pria jenis ini menurut saya cukup mengganggu bila sedang berada di dalam tim. Pilih kasih dapat menciptakan iri hati kepada wanita lainnya. Baiknya mereka jalan-jalan berdua saja 'kan?

3. Dihadapkan dengan berbagai tantangan, dia pun nggak akan sungkan untuk mendekatkan diri pada Tuhan

Dok. Pribadi via http://www.nayadini.com

Di gunung, kita dapat melihat siapa saja orang yang mampu menjaga ibadahnya. Bagi yang muslim, solat lima waktu adalah kewajiban. Butuh perjuangan untuk dapat menjaga solat di atas gunung, karena keterbatasan air, dingin, lelah, dan mungkin yang lainnya. Tuhan sudah memberikan segala kemudahan bagi ummat-Nya yang memang berhalangan untuk melaksanakan solat. Dari situ kita dapat tetap melihat bagaimana sikap yang diambil pria tersebut untuk tetap dekat dengan Tuhannya. Baik pria maupun wanita memiliki kewajiban yang sama dalam menegakkan solat sebagai ibadah wajib.

Bagi yang beragama lain bisa dilihat dari hal-hal kecil yang mungkin tidak disadari orang kebanyakan, seperti membaca doa ketika mau makan. Saya senang memperhatikan hal-hal kecil yang biasanya dianggap sepele, tapi hal-hal kecil sangat menentukan hal yang besar.

4. Terbiasa berorganisasi, jiwa sosialnya pun sangat tinggi!

Dok. Pribadi via http://www.nayadini.com

Mendaki gunung adalah sebuah kegiatan yang sangat mengandalkan kerja sama tim serta hubungan tim yang satu dengan yang lain. Berkenalan dengan tim lain adalah hal yang perlu karena kita tidak pernah tahu apa saja yang akan menimpa kita saat berada di atas gunung. Bisa saja suatu waktu kita membutuhkan bantuan dari tim lain untuk logistik maupun evakuasi bila seseorang dalam tim kita mengalami cidera. Namun cara komunikasi tersebut menjadi satu hal yang menarik untuk diperhatikan. Bagaimana seorang pria mencoba memperkenalkan atau mendekatkan dirinya kepada orang lain yang baru dikenalnya.

Dia mudah akrab atau tidak, ramah atau tidak, sopan atau tidak kepada orang lain. Tidak sedikit pendaki yang menutup diri dan tidak mau berbaur dengan orang lain, sehingga ketika turun pendakian ia tidak menambah jumlah teman. Hal ini menurut saya amat disayangkan, karena naik gunung adalah salah satu cara untuk memperluas pertemanan, bahkan dengan orang dari negara lain (di beberapa gunung biasanya terdapat banyak bule, seperti Rinjani).

5. Kepribadiannya pun jelas. Jarang ada cowok yang hobi mendaki memiliki sikap anti sosial dan egois

Dok. Pribadi via https://www.instagram.com

Pada intinya, keempat poin di atas adalah berhubungan dengan kepribadian seseorang. Mendaki gunung itu melelahkan, sehingga sifat asli dari diri seseorang akan terlihat jelas. Bila pria tersebut cenderung dominan, humoris, dan mampu membuat suasana jadi menyenangkan, bisa dipastikan ia adalah seseorang dengan kepribadian Sanguinis. Adapun bila ia adalah seorang pria yang tertutup dengan kesan pendiam dan sangat menghindar dari terjadinya konflik, biasanya memiliki kepribadian Plegmatis. Jika ia adalah seorang pemimpin yang baik dan memiliki watak keras adalah Koleris. Terakhir adalah kepribadian bagi mereka yang sensitif dan memiliki empati tinggi, yaitu Melankolis.

Nah, jika sekarang kamu belum punya pasangan, sepertinya pria macho yang hobi mendaki gunung bisa jadi salah satu pilihan. Selamat 'bergerilya', ya!

Itulah lima alasan yang menurut saya mengapa gunung adalah tempat paling tepat untuk mencari sosok pria idaman. Bila kekasihmu bukan pendaki gunung, coba sekali-kali ajak ia mendaki dan kamu akan mengetahui seperti apa karakter aslinya. Apakah ia memiliki kelima hal di atas atau tidak. Lagi-lagi saya ingatkan, lima alasan ini adalah menurut pendapat saya. Bisa benar, bisa tidak. Boleh setuju, boleh juga tidak. Lebih boleh lagi untuk dicoba! Happy hiking, couples!