Idealnya semua orang menginginkan keduanya. Tapi di dunia yang tidak sempurna ini, terkadang kau ‘seakan’ hanya bisa mendapatkan salah satu.  Lalu manakah yang seharusnya kita pilih untuk bahagia? Mencintai atau dicintai? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perenunganku mencapai suatu kesimpulan, yaitu ada empat jenis pasangan hidup di dunia ini. Nah, penjelasanku seperti ini :

 

1. Tipe Pertama (Pria)

The Agency Works

The Agency Works via http://theagencyworks.co.uk

“Tipe pria ini tergolong ingin dilayani atau membutuhkan orang lain. Namun dengan cara itu ia akan semakin mencintai pasangannya.”

Tipe pria pada golongan pertama ini adalah seorang pekerja keras. Dia memprioritaskan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau pasangan. Dengan kesibukan tersebut, ia tidak mungkin bisa mengurus semuanya seorang diri. Mulai dari pekerjaan, urusan rumah, keuangan, anak, dan lain sebagainya.

Dengan keterbatasan tersebut, tipe pria seperti ini membutuhkan partner yang sanggup dan rela berbagi tugas dengannya atau dengan kata lain, membutuhkan ‘asisten’. Istilah ‘asisten’ di sini tidak bermaksud merendahkan wanita, tentu saja, tapi ini adalah pembagian peran, untuk saling membantu. Memang contoh yang paling umum dari pembagian tugas bagi pasangan biasanya antara urusan kantor dan urusan rumah tangga. 

 

2. Tipe Kedua (wanita)

“Bagi wanita tipe ini, mencintai adalah rela berkorban.”

Tipe wanita ini adalah pasangan dari tipe pria yang pertama, dan ia lebih berperan sebagai manager. Dan tetap ingat, bahwa kata ‘manager’ di sini bukan berarti sebagai ‘pembantu’. Ini hanya istilah dalam pembagian peran, dan bagaimana tiap pasangan saling bekerja sama. ‘Wanita si manager’ mencintai dengan cara membantu pasangannya. Ia rela dan sanggup bekerja sama, termasuk berbagi peran jika memang itu yang dibutuhkan. Ia tidak menderita meskipun ia tampak sangat rela berkorban dan mengabdi pada pasangannya. 

3. Tipe Ketiga (pria)

Kpophits.com

Kpophits.com via http://kpophhits.com

“Yang ia butuhkan adalah mencintai dengan pengorbanan, dan dengan cara itulah ia merasa dicintai oleh pasangannya.”

Ini adalah tipe kebalikan dari tipe pria yang pertama. Pria tipe pertama adalah pria yang ingin dilayani. Sementara tipe pria yang ketiga ini membutuhkan pengakuan atas eksistensinya yaitu dengan cara melayani orang lain. Ia ingin dibutuhkan oleh orang lain atau ingin membantu orang lain.

Dengan demikian, tipe pria ini akan semakin senang jika seorang wanita membutuhkannya, meminta tolong, membutuhkan perlindungan, dan lain sebagainya. Kebutuhan orang lain pada dirinya seolah menunjukkan kalau keberadaannya di dunia tidaklah sia-sia, ia merasa dihargai, merasa kuat, dan tentu saja, membuatnya merasa dicintai. 

4. Tipe Keempat (wanita)

A Girl Like Me

A Girl Like Me via http://www.agirllikeme.com

Dengan merasa dicintai, wanita ini pun dapat mencintai pasangannya.” 

Karakter utama dari tipe keempat ini adalah ia membutuhkan orang lain untuk mencintainya. Dengan karakter seperti itu, wanita ini cenderung suka bermanja-manja pada pasangannya. Tidak ada yang salah dengan sifat itu, karena justru itulah yang ia butuhkan.

Awalnya wanita tipe ini cenderung keras kepala dan terlihat kuat. Namun sebenarnya, wanita seperti itu justru cenderung kekurangan kasih sayang, kurang perhatian (careless), kesepian, dan membutuhkan orang lain untuk bersandar. Dengan demikian, dapat kita tarik suatu benang merah, jika tipe wanita ini membutuhkan karekter pria nomor tiga untuk mencintainya. 

5. And the Last....

huffingtonpost.com

huffingtonpost.com via http://huffingtonpost.com

Lalu kembali pada pertanyaan, mana yang akan kau pilih, mencintai atau dicintai? Dari penjelasan mengenai perbedaan tipe pecinta, dapat kita ketahui bahwa hubungan mencintai-dicintai dapat tercipta dengan adanya hubungan timbal balik. ‘Pria yang ingin dicintai’ dengan ‘wanita yang mencintai’. Begitu juga sebaliknya, ‘pria yang mencintai’ dengan ‘wanita yang ingin dicintai’. 

Suatu kondisi ‘mencintai-dicintai’ akan tercipta jika masing-masing pasangan menemukan apa yang ia butuhkan. Tujuan Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan adalah untuk saling melengkapi. Dan keseimbangan dapat tercipta jika tiap manusia memainkan perannya masing-masing dengan baik, termasuk antara mencintai dan dicintai. Ketika kau mencintai, kau akan merasa dicintai. Sementara jika kau dicintai, kau juga akan belajar mencintai. Kau akan merasakan keduanya, jika kau mendapatkan pasangan yang tepat.

 

“Ketika kau mencintai, kau akan merasa dicintai. Sementara jika kau dicintai, kau juga akan belajar mencintai. Kau akan merasakan keduanya, jika kau mendapatkan pasangan yang tepat.”