Duhai diri, terlalu sering kau mengeluh. Mengeluh atas segala masalah yang menimpamu. Menaruh salah kepadaNya, lantas berkata, “Mengapa Tuhan selalu memberikan masalah yang amat berat kepadaku? Apakah Tuhan tak menyayangiku?”

1. Percayalah! Tuhan tak akan membebani manusia melebihi kemampuan hamba-Nya.

Tuhan tahu kemampuan hambaNya via http://google.co.id

Percaya, deh! Tuhan tak akan membebanimu dengan suatu masalah di luar batas kemampuanmu. Jika Tuhan mengujimu dengan masalah yang berat, berarti Tuhan yakin kamu bisa mengatasinya.

2. Yap! Ucapan adalah doa.

Ucapan adalah do’a via http://google.co.id

Semakin sering kamu mengeluh atas masalahmu, boleh jadi masalah yang sebenarnya ringan akan terasa lebih berat karena berulang-ulang kali dikeluhkan. Apa yang kamu ucapkan merupakan sebuah doa. Jika diri sendiri saja tidak mampu untuk berhenti mengeluh, lalu bagaimana masalah akan terselesaikan?

3. Percayalah Allah menyayangimu setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik.

Advertisement

Allah selalu menyayangimu via http://google.co.id

Jika ditimpa sebuah masalah yang kamu tak dapat menanggungnya, percayalah itu bukan berarti Allah tak menyayangimu. Allah menyayangimu lebih dari yang kamu kira. Duhai sahabatku, Allah memberikan masalah kepadamu karena Allah menyayangimu. Allah ingin mendengarmu berkeluh kesah kepada-Nya saja. Allah ingin kamu mendekat kepada-Nya. Ingatlah selalu satu hal: Allah tak akan pergi meninggalkanmu!

4. Wahai diri yang sedang ditimpa masalah, jangan mudah gundah gulana!

jangan gundah gulana via http://google.co.id

Sesuai dengan firman Allah Qs. Al-Baqarah: 216 “…Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui apa yang Kalian Tidak Ketahui.” Maka janganlah berburuk sangka terhadap masalah yang menimpa dirimu. Masalah tersebut merupakan langkah awal untuk membuat dirimu semakin dewasa.

5. Kehidupan layaknya kertas. Seiring waktu berlalu, ia diganti, dirobek, kemudian dibuang.

Kehidupan layaknya kertas via http://google.co.id

Duhai, kawanku. Hidup ini layaknya kertas yang seiring waktu berlalu, diganti, dirobek, kemudian dibuang. Lantas, mengapa kamu larut dalam kesedihan ketika menghadapi masalah yang Allah berikan? Toh, nantinya masalah itu pun akan hilang seiring bejalannya waktu dan berganti dengan kegembiraan. Seperti pelangi yang nampak indah setelah hujan melanda. Hidup akan seperti itu, kawan. Terkadang butuh kesakitan terlebih dahulu, lalu kemudian bahagia di akhirnya.

6. Karena Allah adalah Sang Skenario Terbaik.

Allah adalah sang skenario terbaik via http://google.co.id

Allah selalu tahu apa yang terbaik untukmu. Anggap saja cobaan dan masalah yang menimpamu sebagai lubang kecil untuk. Sesekali kamu terperosok ke dalamnya, namun dengan itu kamu akan lebih hati-hati lagi saat berjalan dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

7. Lalu, jangan lupa untuk bahagia di tengah masalah.

Jangan lupa bahagia via http://google.co.id

Jangan lupa tersenyum dan bahagia di tengah masalah. Dua hal tersebut dapat menambah spirit kamu dalam menghadapi masalah yang berat sekalipun.

8. Yakin saja dengan pepatah ini: Kemudahan adalah ujian syukur, sedangkan kesulitan adalah ujian sabar.

Kesulitan adalah ujian kesabaran via http://google.co.id

Nah! Jika kamu ditimpa dengan banyak ujian dan kesulitan, maka sesungguhnya Tuhan sedang menguji kesabaranmu. Bukan melainkan Tuhan tak menyayangimu.