Karena pasanganmu kelak akan menjadi teman hidupmu selamanya. Maka, akan lebih mudah jika ego tersingkir dan niatkan untuk beribadah.

Setiap orang tentu saja menginginkan sebuah pernikahan yang sempurna. Pernikahan sempurna bukan hanya soal pesta yang mewah saja. Akan tetapi soal cara membina keharmonisan rumah tangga yang bahagia. Menciptakan rumah tangga yang baik memang tidak terlalu susah apabila tidak mengedepankan ego masing-masing. Lalu bagaimanakah cara membina rumah tangga yang baik? Berikut beberapa tipsnya:

 

1. Menikah Bukan Tentang Perubahan Status, Tapi Bagaimana Mengalahkan Egois

Menikah untuk mengalahkan egois

Menikah untuk mengalahkan egois via http://media.viva.co.id

Untuk membangun keluarga harmonis, sangat dibutuhkan kerja sama yang baik antar pasangan. Karena itu sebaiknya hindari memiliki sifat yang merasa lebih unggul dari pasanganmu. Selain itu hilangkan pula sifat egois yang ada pada dirimu.

Sebaiknya hilangkan kedua sifat tersebut dan gantilah dengan sikap yang saling menghargai. Sikap pasangan yang saling menghargai ini akan lebih mudah menimbulkan sikap kerja sama di dalam rumah tangga.

2. Terapkan Konsep Saling Memahami, Bukan Lagi Menghakimi

Saling memahami, bukan menghakimi

Saling memahami, bukan menghakimi via http://ixicreations.weebly.com

Antara memahami dan menghakimi memiliki ruang pilihan untuk melakukan atau mengatasi masalah bersama-sama.

Kehidupan rumah tangga menjadi kurang harmonis jika kamu selalu marah atau membela diri ketika hubungan sedang dilanda masalah. Coba memahami masalah tersebut dan selesaikan secara baik-baik. 

Oleh sebab itu, saat kamu sedang bertengkar dengan pasangan, sebaiknya tidak langsung menuduh atau marah-marah yang bisa membuat suasana tambah runyam. Coba pahami masalah baik-baik, kemudian bicarakan secara terbuka dan perlahan. 

3. Lihatlah Ke Dalam Mata Hati dan Terapkan Benih Komunikasi Sedari Dini

Komunikasi adalah kunci penting

Komunikasi adalah kunci penting via http://scanfree.org

Komunikasi sering kali dilupakan oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Padahal kunci keberhasilan membina keluarga harmonis adalah melalui komunikasi yang baik. Jika kamu seseorang yang sibuk, sebaiknya luangkan waktu beberapa menit untuk menelepon pasanganmu saat jadwal kerjamu sedang tak sibuk.

Lakukan komunikasi secara langsung minimal saat akhir pekan tiba. Tak perlu datang ke restoran mewah untuk berkomunikasi dengan pasangan anda. Cukup di teras rumah dengan ditemani oleh camilan dan secangkir teh hangat, untuk menghidupkan suasana.

4. Tepis Keinginan Untuk Saling Menguasai dan Mulailah Rasa Menghargai

Tingkatkan rasa saling menghargai

Tingkatkan rasa saling menghargai via http://irstory.org

Hindari memiliki perasaan lebih unggul dari pasangan. Hubungan yang seimbang merupakan 'kunci' dari rumah tangga harmonis. Tidak ada seseorang yang mau berada 'di bawah' kekuasaan orang lain. Begitu pula pasanganmu. 

Sadari bahwa saat ini kamu tidak hanya ingin membahagiakan diri sendiri tapi juga pasangan. Tunjukkan kepada suami bahwa kamu sangat menyayangi sekaligus menghormatinya. Mungkin ini merupakan salah satu hal yang sulit dilakukan, tapi bisa menciptakan kebahagiaan yang tidak ternilai harganya.

5. Niatkan Sebagai Ibadah untuk Menciptakan Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah

Sakinah, mawaddah, warahmah

Sakinah, mawaddah, warahmah via http://static.guim.co.uk

Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah ia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah). Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kamu yang berfikir." (QS Ar Rum : 30: 21).

Mensyukuri nikmat Allah adalah merupakan kewajiban bagi tiap hamba-hambaNya. Karena tidak sedikit manusia yang sampai akhir hayatnya tidak mempunyai pasangan hidup. 

Mensyukuri ini juga artinya kita siap dengan kelebihan dan kekurangan pasangan hidup kita. Apapun itu. Karena pada umumnya ketika berkenalan dulu kita hanya mengenal akan kebaikan-kebaikan dari pasangan kita. 

Setelah kita mengarungi bahtera rumah tangga lambat laun kita juga akan mengetahui kekurangan pada istri atau suami kita. Tetapi itulah rumah tangga, saling melengkapi satu sama lain dan menutupi kekurangan satu sama lain.