Artikel ini tercipta bagi siapapun yang merasa sebagai perempuan tapi lebih suka menyendiri. Perempuan itu dan manusia pada umumnya memang senangnya ngumpul, hang out, grouping yang intinya mencirikan bagaimana karakter dasar mereka sebagai makhluk sosial. Biasanya wanita cenderung senang berbagi, berkumpul dengan group atau kelompok yang membuat mereka nyaman.

Tapi bukan berarti semua wanita perlu teman kumpul dan tak bisa jadi solitaire. Solitaire itu single fighter, berjuang dengan dirinya sendiri. Biasanya awalnya ini terjadi karena ia merasa 'lain sendiri' atau  berbeda dengan orang lain. Kadang juga karena ia sibuk dengan banyak kegiatan yang tak melibatkan banyak orang atau sibuk mengatasi hidupnya yang carut marut. Hingga akhirnya menjadi PENYENDIRI. Namun apakah menjadi penyendiri itu menyenangkan? Apa saja alasannya? Yuk simak ulasan berikut ini!

1. Ketika sendiri, entah mengapa pikiran menjadi lebih fokus dan nggak terbagi-bagi

Mereka lebih fokus! via https://pexels.com

Wanita penyendiri biasanya bisa lebih fokus dengan dirinya. Ketimbang mendengarkan apa yang dikatakan oleh grup cewek nya, ia lebih suka di kamarnya, berimajinasi dengan pikirannya lalu memutuskan apa yang akan dilakukannya. Tidak ada istilah seorang wanita penyendiri mencari teman hanya untuk daftar sesuatu misalnya. Atau kasak kusuk menelpon orang lain hanya untuk datang ke sebuah event. Ia akan merencanakan sendiri rencananya, menyusun strategi untuk mencapainya dan saat orang lain masih haha hihi sana-sini dengan grupnya, ia membuat sesuatu yang belum dicapai orang lain karena ia fokus akan tujuannya.

Bukankah menyenangkan mencapai sesuatu yang belum dicapai orang lain karena kita fokus dengan tujuan yang kita rumuskan sendiri? Kepuasannya juga berbeda karena pencapaiannya adalah murni karena desain dan pikiran sendiri. Pencapaian itu akan jadi pencapaian yang manis karena itu berasal dari desain strategi sendiri.

2. Waktunya pun nggak banyak terbuang. Gampangya, penyendiri biasanya lebih pandai memanfaatkan waktu luang

Multi tasking dan efisien karena biasa sendiri via https://pexels.com

Advertisement

Wanita penyendiri itu biasanya gak punya teman maka mereka lebih senang sendiri. Karena ia sendiri, jadi lebih mudah menata waktunya. Misalnya jika punya banyak teman, pasti akan ada saja orang yang mengajak untuk sekadar kumpul-kumpul atau penuhnya pemberitahuan di chat WhatsApp.

Nah, ini bikin waktu jadi kurang tertata karena dihabiskan untuk melayani teman-teman itu. Atau kadang, saat kamu ingin fokus belajar, eh ada saja godaan dari groupies untuk ngajak kongkow, akhirnya apa yang direncanakan jadi terbengkalai.

Hal-hal semacam inilah yang membuat kamu patut bersyukur jika terbiasa sendiri. Kamu pun nggak perlu khawatir jika memiliki sedikit teman, karena percayalah bahwa di luar sana masih ada banyak peluang. Bergaul secukupnya, agar semuanya lebih tertata.

3. 3. Percaya dirinya tinggi. Gimana nggak, ‘kan dia sudah biasa apa-apa sendiri 🙂

Percaya diri via https://pexels.com

Seseorang yang penyendiri itu biasanya juga sangat percaya diri. Tentu saja percaya diri karena ia biasa sendiri. Yang diandalkannya biasanya adalah dirinya sendiri. Mau ke kondangan, ia jalan sendiri. Mau daftar kursus A, ia daftar sendiri. Mau belanja ke mal, ia pergi sendiri. Mereka percaya diri, tak perlu ditemani pun sudah bisa sendiri. Hasilnya adalah biasanya wanita penyendiri lebih percaya diri.

Nggak ada tuh istilahnya seorang wanita penyendiri telpon sana sini nyari teman bahkan hanya untuk diskusi baju warna apa yang akan dipakai. Ia percaya diri, maju, melangkah dengan dirinya sendiri. Segala rencananya pun tidak perlu di share ke siapa-siapa.

So, jika selama ini kamu selalu mengandalkan group untuk lebih percaya diri, coba deh sekali sekali jalan sendiri, percayalah, itu akan lebih menambah kepercayaan diri. Percaya diri itu harga mati!

4. Satu hal yang pasti, pecinta kesendirian itu pasti lekat dengan predikat mandiri!

Penyendiri = mandiri via https://www.google.co.nz

Karena mereka sangat percaya diri, mereka juga biasanya sangat mandiri. Apa apa akan ia putuskan sendiri, tak perlu negosiasi dengan orang lain, tak perlu nyari teman hanya untuk melakukan suatu hal. Done, ia akan melakukannya sendiri. Sehingga biasanya wanita penyendiri selain percaya diri mereka juga mandiri. Jarang ngumpul akhirnya membuat mereka lebih senang merumuskan sesuatu dengan dirinya lalu melaksanakannya.

Bukankah menjadi mandiri dan tidak gelayutan bergantung dengan orang lain itu menyenangkan? Waktu lebih efisien, hidup lebih fokus, diri jadi tambah percaya diri. Inilah mengapa jadi penyendiri itu menyenangkan!

5. Ke mana-mana sendiri pun sukses membuat pribadi satu ini jarang bergosip atau menebar jala kebencian

Sering sendiri? Save from gossipping! via https://pexels.com

Nah, ini juga hal yang sangat menyenangkan dari seorang yang penyendiri. Bukan berarti Anda yang groupies itu penggosip lho ya. Tapi tidak dipungkiri, saat sedang berkumpul, pasti ada saja yang dibicarakan (selain) yang memang harus dibicarakan. Ya awalnya cerita tentang kehidupan masing-masing, lalu akhirnya akan merambah ke hal-hal lain seperti (biasanya) ke kehidupan orang lain.

Jika kamu penyendiri, mau nge-gosip sama siapa? 'Kan nggak ada yang diajakin? Lalu karena kamu penyendiri, dan juga fokus dengan diri Anda sendiri, biasanya kamu juga ogah ikut campur kehidupan orang lain. Satu, karena kamu jarang ngumpul-ngumpul. Kedua, karena kamu terlalu sibuk dengan diri sendiri. Akhirnya, kamu pun lebih banyak diam, merenung, dan pastinya jauh dari gosip atau kepo dengan kehidupan orang lain.

6. 6. 7 hari dalam seminggu seorang penyendiri biasanya sangat produktif. Jauh deh dari kata konsumtif!

Penyendiri = produktif via https://www.google.co.nz

Groupies biasanya perlu waktu buat kumpul-kumpul. Kumpul-kumpul minimal biasanya perlu makanan. Atau tempat buat ngumpul. Ada sih yang kumpul-kumpulnya yang produktif semisal group buat jualan atau buat nyari konsumen. Tapi yang umum sih kongkow-kongkow di mal atau kafe menghabiskan waktu buat catching-up. Orang penyendiri cenderung cepat bosan saat berkumpul dengan orang lain. Ia ingin segera kembali ke dunianya sendiri, kembali ke 'sarangnya', lalu mulai melakukan hal yang berarti bagi dirinya.

Nah, si penyendiri biasanya akan terhindar dari hal ini. Ia akan lebih suka sendirian, nggak perlu traktir siapa-siapa dan bukan tak mungkin sibuk berkarya sendiri dengan dunianya. Saat yang lain masih sibuk hang-out bareng, ia sudah melakukan sesuatu dengan dirinya sendiri. Fokus, mandiri, manajemen waktu yang lebih tertata karena jarang berkumpul dengan orang lain, akhirnya membuahkan hal-hal yang orang lain belum mencapainya. Bukankah itu menyenangkan?

7. 7. Karena menurutnya hidup cuma sekali, segala momen-momen penting haruslah dinikmati… Sendiri

She always enjoys the moment via https://pexels.com

Yang ini yang paling menyenangkan dari seorang penyendiri. Di manapun, kapan pun, ia akan selalu punya cara untuk menikmati momen. Mau sendiri, mau di tengah keramaian, ia bisa saja menciptakan kebahagiaannya sendiri.

Intinya, apapun kondisinya, seorang penyendiri akan selalu bisa menciptakan momennya. Karena ia selalu bahagia bersama dirinya sendiri dan itu cukup baginya. Jadi keberadaan orang lain itu, hanya bonus saja. I am happy with or without you.

Jika kamu mencermati, menjadi penyendiri itu tidaklah berarti sepi. Banyak hal di dunia ini yang masih layak dinikmati, berikut tumbuh suburnya sikap-sikap mandiri. Jangan khawatir, menjadi penyendiri itu menyenangkan, kok!