"pak, disini kok nggak ada hotel bintang lima yang keren ya..."

"kita kan di desa le.. mana ada hotel yang besar, sepanjan jalan ya gini ini; sawah, kebo. paling banter juga rumah pak kades yang sering buat nginep tamu-tamu dari luar.."

Masa kecilmu mungkin terlalu terbiasa oleh tayangan TV yang menampilkan gemerlap kota dan gedung-gedung besarnya. Berpikir mengapa di desa tidak pernah ada bangunan keren layaknya di kota. Semakin beranjak dewasa, dirimu akan berpikir untuk melanjutkan studi ataupun bekerja di luar kota bahkan negara; jelas suasana desa yang kamu rasakan selama ini akan segera ditinggalkan.

Manusia sendiri diciptakan dengan diberi perasaan.  Meski kamu telah betah dan nyaman berada di tanah rantau, tentu saja ada sedikit rasa kangen yang membuatmu ingin menilik kembali kampung halamanmu yang apa adanya namun menyimpan banyak cerita. Akibatnya, rasa rindu yang melankolis dari dirimu muncul dan menyebabkan sebuah perasaan yang bisa disebut "homesick"

Inilah beberapa hal yang bsa kamu lakukan supaya nggak cengeng karena "HomeSick".

 

1. Adaptasi diri dengan lingkungan baru di sekitarmu agar kamu nggak keseringan ingin pulang sebelun tujuanmu sebagai anak rantau berhasil.

Lingkunganmu yang baru jangan pernah kamu sepelekan begitu saja. Mentang-mentang nggak terlalu kenal, kamu jadi cuek dan antisosial terhadap masyarakat sekitar. Berbaurlah, ikuti berbagai kegiatan yang bisa merekatkanmu. Niscaya kenyamananmu bersama orang-orang baru akan membuatmu sedikit demi sedikit betah di tanah rantau. 

2. Akrab dengan teman baru kamu, siapa tahu dia bisa jadi tempat bertukar pikiran dan mengurangi bayangan rindu kampung halaman.

Jangan pernah takut untuk berkenalan dengan teman baru di tanah rantau. Mungkin mereka sama seperti kamu yang sendirian di lingkungan baru. Komunikasi antara kamu dan temanmu akan berbuah interaksi intens yang bisa jadi menjadikanmu lebih akrab. Pada akhirnya, kamu nggak merasakan sendiri lagi di perantauan. 

3. Sering-seringlah berkomunikasi atau telepon orangtua ataupun sanak keluarga di kampung halaman.

bertelepon-ria

bertelepon-ria via http://1.bp.blogspot.com

Percayalah, bahwa orang tua yang ditelepon secara langsung oleh anaknya yang sedang berada jauh darinya akan memberikan dampak besar terhadap kesenangan batinya. Orang tua menganggap anaknya masih terus mengingatnya di kampung. Jadi, tidak ada alasan bagi kamu untuk sering-sering menelepon orangtuamu di kampung walau sekedar hanya menanyakan kabar. dengan itu, InsyaAllah kamu tidak akan merasa seorang yang sendirian memikul beban hidup, asekk... 

4. Jangan sering-sering ngelamun dan resah. Ikuti organisasi, hang-out atau paling tidak usahakan dirimu tetap aktif.

HIKING-CAMPERS-AT-LINVILLE-GORGE-TB.jpg

HIKING-CAMPERS-AT-LINVILLE-GORGE-TB.jpg via https://encrypted-tbn2.gstatic.com

Melamun dapat menyebabkan alam bawah sadarmu menjadi lebih tersugesti untuk menjadikanmu seorang yang kesepian. Ini akan membuatmu menjadi seorang yang melankolis dan perasaan kangen berlebihan terhadap kampung halaman tak akan muncul begitu saja. Buatlah dirimu lebih aktif dan kerjakan sebuah pekerjaan yang menuntutmu untuk berpikir lebih positif kawan. Kamu bisa ikut organisasi maupun ngadain aktivitas outdoor di sekolah, kampus, ataupun di kantor. Dengan catatan, nggak mengganggu kegiatan utamamu sebagai pelajar ataupun aktivitas utama di kantor. s

5. Ingat dengan Tuhan.

adab-waktu-tempat-berdoa-1024x680.jpg

adab-waktu-tempat-berdoa-1024x680.jpg via http://www.alkamalblitar.com

Bagi kamu yang merasa kesepian di tanah orang, jangan pernah kamu melupakan Tuhanmu. Dengan banyak aktivitas yang kamu jalani, jangan lupa isi pikiran positifmu dengan tuhan. InsyaAllah kamu akan terbebas dari perasaan gelisah yang kerap melandamu di Tanah Rantau.