Merasa jengah karena hidup seolah memakai Topeng? Kamu tidak sendirian kok. Semua orang sesungguhnya senantiasa memakai Topeng kehidupan, terutama dalam kehidupan sosial, bermasyarakat.

 

1. Topeng?

Karena kita semua memakai Topeng

Karena kita semua memakai Topeng via http://id.zulkarnainazis.com

Pandai-pandai bersikap adalah kesadaran kita yang lain bahwa kita sejatinya tengah mengenakan Topeng.

Topeng merupakan istilah lain dari personality atau kepribadian yang berasal dari bahasa yunani. Kita mungkin tidak menyadarinya, tapi jelas kita melakukannya secara sengaja ; setiap hari. Bahasa Yunani untuk topeng adalah persona (πρ σωπον ; pros pon) ; yaitu dia orang yang sama sekali berbeda hari ini. Lantas bagaimana kita memandang diri kita sendiri dan orang lain?

Bagi orang-orang Yunani, dunia adalah sebuah pentas drama dimana kita semua menjadi aktor yang bermain peran diatasnya. Kita semua melakukannya setiap hari, tanpa kita sadari. Diawal hari selagi membuat sarapan untuk keluarga tercinta, kita menciptakan Topeng keibuan dengan mimik penuh cinta kasih. Ketika mengendari kendaraan, atau berjalan menuju kampus, atau untuk bekerja, kita begitu bersemangat, menggebu-gebu seolah disana telah lama menunggu. Kemudian kita memakai Topeng baru lagi ketika bertemu rekan kerja atau teman-teman dikampus tersebut, Topeng penuh kebijaksanaan dan sikap ramah tamah. Dan diatas semua ini, terdapat satu topeng yang sangat berbeda yang akan kita sadari betapa pentingnya, yakni saat berbicara dengan dosen atau atasan kerja.

Artinya apa? Artinya kita semua adalah orang yang memakai Topeng. Topeng yang disesuaikan dengan siapa dan dalam situasi seperti apa kita berhadapan. Menyesuikan diri, mengendalikan diri, pandai-pandai bersikap adalah kesadaran kita yang lain bahwa kita sejatinya tengah mengenakan Topeng

2. Memakai Topeng?

Menyamarkan sejatinya kita

Menyamarkan sejatinya kita via http://id.zulkarnainazis.com

Topeng adalah satu bagian dari representasi diri dari identitas kita yang jelas sangat beragam.

Semua orang di dunia adalah aktor yang baik dengan beragam Topeng yang dikenakan. Dan itu sudah menjadi sikap alamiah yang bahkan terlupakan begitu saja, sampai-sampai tanpa perlu ditanyakan lagi: Memakai Topeng apakah hari ini? Sudah tidak perlu seperti itu.

Karena Topeng yang kita kenakan sudah terlanjur menyamarkan sejatinya kita.Yang kemudian akan terlepas saat kita tengah sendiri. Suatu sikap yang hanya kita sendiri yang bisa melihatnya, yang kita sangat sadari tidak perlu ada orang lain yang tahu. Karena secara alamiah manusia memiliki mekanisme perlindungan diri yang sangat kuat, karena manusia menyadari karakter personalnya sangat rentan untuk diusik sesamanya.

Topeng adalah satu cara bagi kita untuk melakukan perubahan identitas. Topeng adalah satu bagian dari representasi diri dari identitas kita yang jelas sangat beragam.

3. Topeng Menyembunyikan Identitas

Spiderman in Action

Spiderman in Action via http://penghuni60.blogspot.co.id

Identitas sejati hanya perlu kita sendiri yang paling memahami.

Hampir semua superhero di dunia perfilman mengenakan Topeng. Kita tentu mengenal sosok spiderman yang mengenakan topeng motif jaring laba-laba dengan mata tajam dalam aksinya memerangi kejahatan. Kenapa harus mengenakan Topeng ya?

Sebenarnya kita sudah menyadari, bahkan tanpa perlu dijelaskan dalam film bahwa Topeng adalah upaya untuk menyadarkan orang-orang di seluruh dunia yang notabene senang menonton kisah superhero tersebut, bahwa seorang Hero dengan karakter asli yang dimilikinya tersebut tengah berusaha menutupi identitasnya sebagai seorang Peter Parker. Seorang pemuda biasa yang sederhana, bisa dikatakan cupu sehingga jauh dari perhatian publik.

Sementara disisi lain ia 'dengan Topengnya' berubah menjadi seorang pahlawan yang dikenal diseluruh dunia karena aksi heroiknya yang membasmi ribuan penjahat. Apakah hal tersebut mengindikasikan bahwa sang tokoh utama, Peter Parker mengidap kepribadian ganda? Tentu saja tidak. Sudah lain penjelasannya jika memang demikian sejak awal film ini dibuat.

Perlu diketahui bahwa Topeng adalah satu cara untuk seseorang berubah karena sikap yang ditujukan juga kondisi yang terjadi tengah berubah pula. Topeng bagaimanapun istilahnya, hanya tengah mencerminkan kepribadiannya kita. Meskipun identitas sejati kita tersembunyi dengan baik dibalik Topeng yang kita kenakan, dan orang lain diluar mengenal kita melalui Topeng yang mewakili sejatinya kita tersebut.

Topeng dengan demikian telah melindungi diri kita dalam interaksi sosial yang setiap harinya kita lakukan. Topeng adalah upaya kita untuk menghadapi situasi yang memaksa kita menjadi orang berbeda supaya kita tetap bisa berada disana, memfasilitasi penyesuaian hubungan satu sama lain, sekaligus bentuk posisi aman karena kita tentunya sadar betul bahwa identitas sejati hanya perlu kita sendiri yang memahami.

4. Memakai Topeng Sudah Menjadi Sifat Alamiah

Beragam Topeng kehidupan

Beragam Topeng kehidupan via http://www.psikologiku.com

Salahkah mengenakan topeng?

Topeng adalah apa yang sering kita sebut sebagai sikap menyesuaikan diri menghadapi beragam situasi, juga beragam orang yang ditemui. Kepandaian semacam ini merupakan sikap alamiah kita yang sudah terbentuk sejak kita memahami 'kenapa harus berbakti pada orangtua yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang', 'kenapa kita harus bersedia berteman dengan orang-orang disekitar', 'termasuk kenapa kita harus sopan kepada orang yang berusia lebih tua diatas kita.'

Tentunya kita pernah mendengar lirik lagu peterpan: “Buka dulu Topengmu!” semacam tuduhan seolah hanya segelintir orang saja yang mengenakan Topeng di dunia ini.

Tentunya kita perlu berfikir ulang: “Apakah ada satu saja orang di dunia ini yang tidak mengenakan Topeng?”

Mengenakan Topeng bukan berarti kita munafik. Munafik adalah kata yang multitafsir, dalam agama islam saja tuduhan munafik hanya boleh ditujukan pada orang yang berbohong, tidak amanah dan berkhianat. Tidak tepat menyamarakan sikap munafik dengan Topeng. Topeng adalah apa yang kita kenakan ketika berhadapan dengan orang atau situasi dimana kita mau-tak-mau harus-mau dan harus-bisa pakai Topeng.

Mengenakan Topeng mungkin seperti kita sedang bermain drama diatas pentas kehidupan, setiap kita jelas sekali melakukannya setiap hari ; mengenakan Topeng kemudian menyesuaikan di situasi semacam apa yang kita hadapi, dan terhadap siapa yang kita temui.

Mengenakan Topeng sebagaimana dicontohkan seringkali kita lakukan dalam suatu forum diskusi ilmiah yang memaksa kita mendadak menjadi sok-intelek. Kemudian di forum religi kita mendadak menjadi agamis. Dalam pembahasan percintaan, kita menjadi sosok romantis.

Kita tidak boleh membicarakan cinta dan perasaan dalam suatu forum ilmiah bukan? Dan apakah ketika berkumpul bersama teman-teman sepermainan kita diperbolehkan menjadi sok pintar sendiri dengan mengangkat topik politik?  Kemudian mendominasi dan menggurui pembicaraan? Tentu tidak. Inilah Topeng-topeng kehidupan yang dengan sedemikian pandainya kita perankan.

5. Setiap Kita Memiliki Topengnya Masing-masing

Kenakan saja Topengmu!

Kenakan saja Topengmu! via https://barb3ta.wordpress.com

Karena kita semua pakai Topeng. Dan hanya diri kita sendiri yang paling memahami bagaimana semestinya kita bersikap.

Setiap orang pakai Topeng untuk mempertahankan jati diri berikut pengakuan orang lain atas eksistensi dirinya.Setiap kita punya kebutuhan masing-masing, kepentingan masing-masing, sikap yang perlu dirubah semudah air mengalir dalam menyikapi beragam keadaan kehidupan. Semua bisa dimanipulasi, dibuat-dibuat, dikendalikan, disesuaikan. Atas sikap baik, sikap buruk, sikap jujur, sikap ramah, sikap kasar, dll.

Mungkin benar kita bisa kasar ; bawel, namun sikap buruk kita di luaran pada teman sepermainan tersebut akankah demikian pula adanya pabila bersikap dirumah? Bicara pada orangtua? Tentu saja tidak. Karena kita semua terlahir dengan kepandaian memakai Topeng. Dan hanya diri kita sendiri yang paling memahami bagaimana semestinya kita bersikap.