Sesungguhnya, melupakan seseorang adalah pekerjaan yang hampir mustahil. Manusia normal itu nggak bakal bisa ngelupain sesuatu; kecuali dia terkena amnesia, trauma dan shock berat. Shock itu pun harus dalam tahap yang sangat buruk sehingga bisa membuat dia melupakan suatu kejadian buruk. Eits, tapi pada nyatanya, ketiga hal tersebut tidak akan bisa menghapus kenangan buruk yang ada. Melainkan hanya membuat otak tidak bisa mengakses sebagian memori yang bersangkutan.

Nah, putus cinta merupakan salah satu memori buruk bagi yang pernah mengalami. Percayalah, hanya sebagian kecil orang yang langsung sukses dalam kisah cinta mereka dan tidak pernah merasakan betapa sakitnya diputusin sama orang yang sangat dicintai.

Jangankan kita, di dunia dongeng pun banyak cerita patah hati, lho. Ingat 'kan saudara Cinderella yang ditolak pangeran karena sepatunya nggak muat? Haha. Jadi, kamu masih mau berpikiran kalau hanya kamu saja yang punya kenangan terburuk dalam soal cinta?

Baiklah, mari kita mulai saja tentang tips supaya kamu bisa lepas dari belenggu cinta yang telah lalu. Saya akan menyebut tips ini dengan resep move on 3 "Re-".

 

1. "Re-" yang pertama adalah "Re-write kenangan dengan bermain game atau alternatif lain"

Lupakan Mantan Dengan Bermain Game

Lupakan Mantan Dengan Bermain Game via https://thejaggedworddotcom.files.wordpress.com

Apa maksudnya re-write? Re-write sendiri merupakan kata dalam Bahasa Inggris yang memiliki arti "menulis ulang".

Ketika pacaran, kamu itu tiap hari ketemu dia, tiap hari sama dia, tiap hari habisin waktu sama dia dan yang ada di pikiran kamu itu ya cuman dia. Jadi, kamu hanya perlu menulis ulang kenangan kamu (dengan tanpa unsur 'dia').

Caranya gimana? Ada yang menyibukkan diri dengan melakukan banyak pekerjaan, terus ada juga yang menenggelamkan diri dengan shopping atau,menonton film, dan bahkan ada orang yang menyibukkan diri dengan bermain game.

Alangkah lebih baik jika kamu bisa menulis ulang kenangan kamu dengan melakukan hal yang positif. Kita hanya perlu menulis ulang kenangan kita sama 'dia yang baru'. Kalimat 'Waktu yang bisa menyembuhkan' adalah benar, lho!

Ibarat diri kita itu sebuah kamera dan putusnya cinta sama seseorang itu sebuah video, maka otak kita itu sebuah galeri.

Jika kita tidak ingin mengakses 'video' putus cinta kita saat tiap kali membuka galeri, ya cara satu-satunya kita hanya perlu membuat video-video yang lain.

2. Setelah "Re-write kenangan", kamu perlu "Re-write mindset kamu tentang dia"

Tulis Ulang Mindset

Tulis Ulang Mindset via http://saintmarksftl.com

Bukan hanya menulis ulang kenangan kita dengan dia, tapi mindset kita pun juga harus kita tulis ulang. Kenapa? Karena semua tindakan kita itu berasal dari mindset yang sudah tertanam dalam pikiran bawah sadar kita. Mindset atau pola pikir tersebutlah yang menentukan tiap tindakan yang kita ambil. Jadi, kamu harus mengubah mindset kamu yang mengahalangi diri kamu untuk move on.

Misalnya aja: "Ingin move on, tapi.. Nunggu saja deh, mungkin dia besok mau balikan. Eh, kalau nggak, mungkin besok lusanya, atau lusa-lusanya lagi." Dan seterusnyaaaa.

Percayalah, kalau mindset-mu masih dalam mode 'menunggu dia', kamu nggak bakal bisa move on sampai kapanpun. Hal tersebutlah yang wajib kamu perbaiki! Hal itu yang akan menghalangi diri kamu untuk selalu maju. Sebuah kenangan masa lalu yang akan terus menghantui masa depanmu.

Mungkin akan sedikit sulit, namun lebih baik mencoba bukan daripada tidak sama sekali, bukan?

Saya akui itu bukanlah hal mudah, apalagi untuk mengubah pola pikir yang sudah dari dulu tertanam di dalam diri kita. Sebuah hal kecil saja bisa membuat kamu mengingat soal mantan. Tapi kamu bisa akali, kok. Kamu bisa menentukan mindset baru sesuka kamu. Yang perlu diperhatikan adalah kamu wajib meyakinkan hati bahwa itu adalah pilihan terbaik. Kamu dengan sadar tidak akan pernah menyesali keputusan yang telah kamu ambil.

3. Setelah urusan dengan "Re-write" selesai, mari bergeser ke "Re-Place"

Yuk gantikan dengan 'dia yang baru'

Yuk gantikan dengan 'dia yang baru' via https://www.imore.com

Ini masih ada hubungannya dengan poin di atas, tapi ini lebih ke arah "Re-place". (Re-place = mengganti)

Jadi, kita hanya perlu mengganti 'dia' yang mutusin kamu sama 'dia' yang baru. Soalnya, jika kita punya pengganti, maka kita bakalan bisa dengan mudah membuat kenangan-kenangan yang baru. Toh siapa tahu kenangan sama 'dia yang baru' itu lebih indah dari sebelumnya?!

Akan lebih mudah bila di sampingmu ada orang yang selalu bisa membuatmu tersenyum. Meskipun itu bukanlah pacar kamu, misalnya keluarga, ataupun sahabat terbaik kamu. Mereka adalah orang kedua yang akan selalu berada di samping kamu, oh atau jangan-jangan mereka adalah orang pertama yang selalu ada buat kamu?

Ini bisa kamu lakukan selagi kamu masih belum bisa menemukan 'dia yang baru'. Kamu juga bisa menghabiskan waktu kamu dengan mereka daripada kamu menghabiskan waktu kamu hanya untuk memikirkan si dia yang mutusin kamu. Good luck!

4. Jangan lupakan juga untuk "Re-la"

Kunci sebuah move on adalah kerelaan. Ya! Kamu perlu rela menerima kenyataan bahwa kisah lama telah berakhir dan rela menerima 'dia yang baru'.

Jangan sekalipun, sedikit pun dan bahkan secuil pun berharap kalau mantanmu bakal lagi kembali mengisi kehidupan kamu. Jangan lupakan juga untuk rela memberikan kesempatan pada hati lebih dekat pada Tuhan, kawan :)

5. Ingat. Seperti apapun kondisimu saat ini, itu karena keputusanmu sendiri, lho :)

Hidup itu pilihan

Hidup itu pilihan via http://images.huffingtonpost.com

Keputusan untuk memutuskan sebuah hubungan adalah hak semua orang. Mungkin memang lebih baik putus daripada berlindung dalam hubungan yang penuh kebohongan, 'kan? Toh, kamu pun juga punya hak kok untuk melakukan sesuatu sesuka kamu. Entah kamu mau move on apa nggak, ataupun kamu nggak akan menerima dia lagi saat kamu sudah berhasil move on. Semua itu terserah kamu, karena hidup kamu ya pilihan kamu.

Itulah kehidupan; selalu ada suka dibalik duka, selalu ada senyum dibalik tangis. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita bukanlah kejadian yang menentukan siapa diri kita, melainkan tiap pilihan yang kita pilih itulah yang menentukan kita.

Saat kita putus cinta, yang jadi masalah bukanlah kita sudah tidak bersama dia lagi melainkan bagaimana kita menyikapi saat kita sudah tidak lagi sama dia. Nah, itulah beberapa tips yang bisa kamu praktikkan. Berhasil atau tidaknya kamu move on semua tergantung dari pribadi masing-masing!