I tell you now, saya pernah berfikir seperti benar-benar tidak berguna, sendirian, dan penuh penyesalan sehingga saya menjadi orang yang lemah. Saya tahu, saya tidak boleh hidup dengan hal seperti itu, hal itu hanya akan membuang waktu, tenaga dan pikiran saya. Kemudian saya mencari 'apa yang saya inginkan' dan 'apa yang saya butuhkan' untuk membuat saya menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah menyerah.

"Saya harus memiliki tujuan hidup."

Itulah kalimat pertama yang muncul dalam pikiran saya.

"Bagaimana saya dengan kuat menekankan tujuan hidup saya?"

Pertanyaan ini membuat saya mencari motivasi serta alasan yang kuat untuk mendukung diri saya sendiri. Saya tidak bisa selalu mengandalkan orang lain sebagai tempat curhat saya. Saya harus bangkit dengan cara saya sendiri untuk saat ini. Sehingga saya melakukan hal-hal berikut, semoga bermanfaat!

1. Membaca Buku Motivasi

The old book via http://weheartit.com

Percayalah dengan membaca, Anda menemukan hal-hal yang tidak Anda bayangkan sebelumnya. Sebuah buku yang super, dengan pemikiran besar serta motivasi yang terkandung didalamnya, itu semua adalah orang-orang hebat yang bicara. Lalu mengapa tidak didengarkan?

Kemudian saya berpikir tentang bagaimana sang penulis bisa menjadikan buku ini sebuah kenyataan? bukan draft belaka? – Karena ada beberapa orang yang menulis sebuah buku dan tidak terbit bertahun-tahun lamanya hanya karena mereka kurang ide dan motivasi. Ya, itulah jawabannya. Sang penulis memiliki life goals dan deadline serta yang paling penting motivasi dalam diri yang membuat mereka menulis sebuah mahakarya yang sekarang terjual dimana-mana.

2. Tulis Ribuan Alasan Mengapa Anda Perlu Mengejar Cita-cita Anda

Loved ones via http://weheartit.com

Advertisement

Tulislah berbagai alasan yang mendorong Anda menggapai cita-cita. Mulai dari alasan membanggakan orang tua, kakak, adik, teman-teman dsb. Hal ini dapat menjadi motivasi harian Anda ketika Anda merasa kurang bersemangat. Jangan berhenti. Jangan biarkan apapun mengganggu. Jangan biarkan apapun datang diantara Anda dan tujuan Anda.

"Focus. Don't let anything come between you and your goals"

3. Bergabunglah dengan Orang-orang Positif!

Positive via http://weheartit.com

Sekuat apapun cita-cita Anda jika Anda adalah pribadi yang lemah, Anda akan dengan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Seorang teman atau komunitas bisa mempengaruhi kita dalam segi baik maupun buruk. Jangan biarkan kata-kata negatif menggoyahkan keyakinan Anda terhadap cita-cita Anda.

Jauhkan diri Anda dari orang-orang yang merugikan. Ingat, orang-orang positif menebarkan aura posiftif pula. Mereka akan memandang baik cita-cita Anda, bahkan mendukungnya. Orang-orang positif tidak akan memandang cita-cita Anda dengan sebelah mata.

"Anda tidak mungkin bisa terbang seperti Elang jika Anda hidup didalam kumpulan kalkun. Karena Anda akan berpikir dan bertindak seperti Kalkun."

"Teman-teman saya tidak percaya saya bisa menjadi pembicara sukses, sehingga saya pun melakukan sesuatu. Saya pergi mencari teman baru."Joe Larson, Pembicara Profesional (Kutipan dari buku Good Leaders Ask Great Questions by John C. Maxwell

4. Tentukan Deadline Life Goals Anda

weheartit.com via https://www.weheartit.com

Setelah mengetahui tujuan dan cita-cita, Anda bisa menentukan batas waktu pencapaian cita-cita tersebut. Jangan biarkan bertele-tele dan wujudkanlah secepat mungkin. Cita-cita yang besar, memiliki tahapan dan langkah-langkah kecil untuk memulainya. Silahkan buat daftar langkah tersebut dan lakukanlah segera. Jangan membuang-buang waktu.

5. Tuntaskan Masalahmu!

Menjadi pribadi yang lemah adalah karena banyaknya kesalahan yang berujung penyesalan. Menyesal dan merenung secara terus menerus, tidak selalu menjadi jalan keluar untuk berubah. Sudah cukup Anda merenung, sekarang saatnya Anda menjadi pribadi yang kuat, ceria dan berguna. Jangan biarkan diri Anda berlarut dalam kesedihan yang tidak berujung.

Salah satu pendamaian hati adalah menyelesaikan masalah. Jika Anda memiliki hubungan yang kurang baik dengan partner Anda, sikap Anda yang mampu menentukannya. Apakah akan selamanya seperti itu ataukah menjadi lebih erat. Bukankah lebih baik hidup dengan perdamaian sehingga mempermudah Anda dalam mencapai cita-cita?

"Setiap berkonflik dengan orang lain, ada satu faktor yang merusak atau mempererat hubungan. Faktor tersebut adalah sikap." – William James