Lomba makan kerupuk, balap karung, panjat pinang, juga yang lain sepertinya telah biasa dilakukan untuk menyambut 17 Agustus, hari kemerdekaan Republik Indonesia. Meski lomba-lomba dan peringatan ini biasa dilakukan, namun kehadirannya selalu dirindukan. Cuma datang sekali setahun, lho! Setiap insan di Republik ini pantas merayakan kemerdekaan juga mendeklarasikannya.  

Melihat di wilayah Bali utara, tepatnya Singaraja, kamu akan menemui perayaan unik sebagai tradisi wajib dan mesti dalam perayaan hari kemerdekaan ini. Jalan 17-san bersama ratusan waria. Penduduk Indonesia, bukan hanya mereka yang berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Ada juga komunitas lain yang tidak bisa dilepaskan dari kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka adalah para waria yang memiliki hak sama untuk merasa "merdeka". Jangan melulu nyinyir, sebab yang mereka lakukan bukan suatu yang erotis, melainkan hiburan semata. 

1. Jangan melulu nyinyir, sebab yang mereka lakukan bukan suatu yang erotis, melainkan hiburan semata.

Cantik, ini yang kali pertama kita lihat. Di kejauhan, mereka sungguh mendominasi pandangan. Tak ada yang meragukan jika mereka adalah sosok lain yang bukan perempuan juga laki-laki. Mereka berjalan sepanjang jalan kota Singaraja, membuktikan jika mereka merasa "merdeka" namun belum sepenuhnya "merdeka".

Pandangan negatif kerap melekat. Untungnya, mereka mengabaikan itu dan dengan percaya diri tampil. 17 Agustusan terasa menyenangkan dan ditunggu-tunggu kehadirannya melenggak-lenggok di jalan. Gerak jalan waria ini menjadi sangat menarik juga menghibur. 

2. Pesona yang Tidak Boleh diabaikan

Advertisement

Mereka baris-berbaris begitu baiknya. Pesona mereka tidak bisa diabaikan. Mereka rutin melakukannya setiap perayaan 17-an. Ini bukti eksistensi diri. Tidak hanya gerak jalan, para waria ini juga mengikuti gerakan-gerakan sosial, seperti donor darah, seminar pencegahan HIV AIDS, juga hal-hal yang berkaitan dengan sosial kemanusiaan. 

Sepanjang hari selama 17 Agustus, mereka akan terlihat lalu lalang mengikuti segala kegiatan dengan penuh semangat dan suka cita. 

3. Kemerdekaan bagi Waria

"Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan kami jangalah dipandang sebelah mata. Jangan hanya dilihat dari sisi negatif saja seperti selalu keluar malam. Kami bisa buktikan dengan kegiatan nyata mulai olah raga, entertainment, kesenian, menjahit dan kegiatan lainnya", ungkap salah satu di antara waria berbakat ini. Komunitas waria Singaraja ini kerap mendapat undangan lomba dan menjadi pengisi acara, terutama menyemangati mereka yang banyak disepelekan dan dipandang sebelah mata. 

Mereka juga menggelar lomba fashion, miss waria, dan putri kebaya untuk menyalurkan sisi feminim mereka yang seolah tak berterima. Dari serangkaian lomba yang sudah diikuti baik berhadapan dengan laki-laki maupun ibu-ibu paad perayaan 17 Agustus ini, ternyata para waria banyak yang berhasil menyabet juara. 

"Kami masing masing punya bakat dan keahlian sendiri sendiri dan itu sudah kami buktikan itu hendaknya kami bisa lebih dilihat seperti layaknya manusia normal lainnya," begitu harapan salah satu waria. Sekali lagi mereka ingin membuktikan bahwa mereka bisa "merdeka" menentukan pilihan untuk bisa hidup lebih baik dan diterima di masyarakat sebagai bagian yang layak hidup.

4. Super Woman Hadir di Dunia Nyata

Dari peserta – peserta yang lain peserta inilah yang paling dinanti oleh seluruh penonton Gerak Jalan Putri 17 km. Peserta yang memiliki paras cantik, berbadan kekar, dan memiliki jakun menonjol ini sukses menghibur masyarakat Singaraja saat menutup acara pelepasan gerak jalan putri. Bahkan ada juga penonton yang meminta berebut berfoto dengan mereka saat regu wargas tersebut sedang bersiap-siap berbaris.

5. Super Woman ala Superman

Siulan, dan teriakan pun bermunculan dari penonton. Tak sedikit juga yang menggoda. Dengan kostum ala-ala superman, para waria ini terlihat sibuk menyiapkan barisan regu. Kostum ini dipilih seolah mewakili bahwa superman yang identik dengan laki-laki, kini bisa menjelma menjadi insan yang begitu cantik dan tetap perkasa. 

 

Semua bisa menerjemahkan kemerdekaan dengan caranya masing-masing. yang penting "NKRI harga mati". Dan satu lagi ini hanya untuk hiburan dan memeriahkan 17-an.